NEWS RTV Garis RTV

Evakuasi dan Kronologi Tabrakan Kereta Argo Bromo dan KRL di Stasiun Bekasi Timur

Admin News RTV - newsrtv
28 Apr 2026, 14:50 WIB
f X W T

Sahabat RTV, proses evakuasi rangkaian kereta pascakecelakaan di Stasiun Bekasi Timur hingga kini masih terus berlangsung, Selasa (28/4/2026). Petugas gabungan yang terdiri dari PT Kereta Api Indonesia, TNI, Polri, serta BASARNAS masih berjibaku di lokasi untuk mengevakuasi gerbong yang rusak. Sejumlah alat berat juga dikerahkan guna memindahkan rangkaian kereta serta membersihkan jalur rel agar dapat kembali difungsikan.

Sementara itu, untuk proses evakuasi korban telah dinyatakan selesai. Seluruh korban berhasil dievakuasi dan langsung dibawa ke rumah sakit rujukan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Berdasarkan data dari pihak KAI, hingga saat ini tercatat sebanyak 14 orang meninggal dunia. Dari jumlah tersebut, 13 korban telah berhasil diidentifikasi, sementara satu korban lainnya masih dalam proses identifikasi oleh pihak berwenang.

Selain korban meninggal dunia, tercatat pula sebanyak 84 orang mengalami luka-luka dan saat ini masih menjalani perawatan medis. Sahabat RTV, seluruh korban yang terdampak dalam peristiwa ini diketahui merupakan perempuan. Hal ini berkaitan dengan posisi gerbong yang terdampak paling parah dalam kecelakaan tersebut.

Untuk kondisi jalur rel, saat ini jalur dua sudah mulai dapat dilalui oleh kereta api jarak jauh. Namun, operasional masih dilakukan secara bergantian guna memastikan keamanan perjalanan kereta yang melintas di lokasi kejadian.

Berdasarkan kronologi sementara, kecelakaan diduga bermula dari adanya gangguan di perlintasan kereta pada Senin (27/4/2026) malam. Sebuah taksi dilaporkan tertabrak di perlintasan, yang kemudian menyebabkan KRL Commuter Line rute Kampung Bandan–Cikarang terpaksa berhenti di Stasiun Bekasi Timur. Dalam kondisi berhenti tersebut, kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta–Surabaya Pasar Turi yang melaju dari arah belakang tidak sempat menghindar dan akhirnya menabrak bagian belakang rangkaian KRL.

Gerbong yang tertabrak diketahui merupakan gerbong khusus perempuan, sehingga seluruh korban baik yang meninggal dunia maupun luka-luka merupakan perempuan. Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi. Investigasi terus dilakukan guna mengungkap secara jelas faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya insiden tragis ini.

error: Content is protected !!