[LIVE DARI MAKKAH] JEMAAH GELOMBANG II LANGSUNG MELAKSANAKAN UMRAH
Sahabat RTV, suasana kedatangan jemaah calon haji Indonesia gelombang kedua mulai terlihat di berbagai hotel pemondokan di Makkah. Jurnalis RTV, Dian Palupi, melaporkan langsung dari Jalal Mutamaiz Hotel di kawasan Raudhah, tempat jemaah kloter 15 embarkasi Batam dijadwalkan tiba dan menempati hotel tersebut.
Gelombang Kedua Langsung Menuju Makkah
Sahabat RTV, ada perbedaan cukup mencolok antara gelombang pertama dan gelombang kedua jemaah haji tahun ini. Jika pada gelombang pertama para jemaah terlebih dahulu singgah di Madinah, maka pada gelombang kedua jemaah langsung diterbangkan dari embarkasi masing-masing menuju Bandara Jeddah sebelum masuk ke Kota Makkah.
Perbedaan lainnya adalah terkait pelaksanaan ihram. Jemaah gelombang kedua sudah mengenakan pakaian ihram sejak dari embarkasi di Indonesia. Selama perjalanan udara, mereka mengambil miqat di kawasan Yalamlam, sehingga ketika tiba di Makkah para jemaah sudah dalam keadaan berihram dan siap melaksanakan umrah wajib.
Rencananya, rombongan jemaah asal Batam ini akan melaksanakan umrah wajib pada malam hari setelah beristirahat terlebih dahulu di hotel untuk memulihkan kondisi fisik pascaperjalanan panjang.
Ribuan Jemaah Tiba di Hari Pertama Gelombang Kedua
Berdasarkan data terbaru yang diterima, sepanjang Kamis, 7 Mei 2026, jumlah jemaah gelombang kedua yang mendarat di Jeddah dan langsung masuk ke Makkah mencapai 5.795 orang. Mereka berasal dari 15 kelompok terbang (kloter) dari berbagai embarkasi di Indonesia.
Namun sahabat RTV, kedatangan jemaah dari Madinah ke Makkah juga masih berlangsung secara bersamaan. Pada hari yang sama, tercatat sekitar 7.114 jemaah dari 20 kloter diberangkatkan dari Madinah menuju Makkah. Dengan demikian, arus kedatangan jemaah ke Kota Makkah saat ini berlangsung sangat padat dan dilakukan secara simultan.
Cuaca Panas Jadi Perhatian Utama
Di tengah tingginya mobilitas jemaah, kondisi cuaca di Makkah juga menjadi perhatian serius. Saat ini, Kota Makkah mulai memasuki musim panas dengan suhu siang hari berkisar antara 38 hingga 42 derajat Celsius.
Kondisi ini membuat kesehatan dan daya tahan tubuh jemaah menjadi fokus utama Kementerian Haji dan Umrah. Petugas terus mengingatkan jemaah agar menjaga kondisi fisik, memperbanyak minum air putih, serta tidak memaksakan diri melakukan aktivitas berat di bawah terik matahari.
Hal ini penting karena seluruh jemaah diharapkan tetap dalam kondisi prima menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina yang dijadwalkan dimulai pada 8 Zulhijah mendatang.
Dengan jumlah jemaah yang terus bertambah setiap hari, kesiapan layanan akomodasi, transportasi, kesehatan, dan bimbingan ibadah menjadi kunci penting agar seluruh rangkaian ibadah haji tahun ini dapat berjalan aman dan lancar bagi jemaah Indonesia.