NEWS RTV Garis RTV

Jelang Puncak Ibadah Haji, PPIH Matangkan Pelaksanaan

Admin News RTV - newsrtv
18 May 2026, 17:24 WIB
f X W T

Sahabat RTV, pemerintah melalui Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 terus mematangkan berbagai skema pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau yang dikenal dengan Armuzna. Berbagai strategi disiapkan untuk memastikan proses ibadah jutaan jemaah, khususnya jemaah Indonesia, dapat berjalan aman, tertib, dan lancar.

Skema Murur untuk Jemaah Risiko Tinggi

Salah satu strategi yang kembali diterapkan tahun ini adalah Skema Murur. Skema ini diperuntukkan bagi jemaah berisiko tinggi seperti lansia dan jemaah dengan penyakit penyerta atau komorbid.

Melalui skema ini, jemaah tidak perlu turun dan mabit atau bermalam di Muzdalifah. Setelah menjalani wukuf di Arafah, jemaah hanya akan melintas atau murur di Muzdalifah sebelum melanjutkan perjalanan menuju Mina.

Sahabat RTV, langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko kelelahan fisik dan gangguan kesehatan, terutama karena kondisi cuaca di Arab Saudi saat ini sangat panas dan padatnya pergerakan jemaah saat puncak haji.

Skema Tanazul untuk Jemaah Dekat Jamarat

Selain Murur, pemerintah juga menyiapkan Skema Tanazul. Skema ini diperuntukkan bagi jemaah yang hotelnya berada di sekitar kawasan Jamarat di Mina.

Dengan skema tersebut, jemaah tidak perlu menginap di tenda Mina selama pelaksanaan lempar jumrah. Mereka dapat kembali ke hotel setelah menjalankan ibadah dan bolak-balik ke Jamarat selama tiga hari pelaksanaan jumrah.

Skema ini diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan di tenda Mina sekaligus memberikan kenyamanan lebih bagi jemaah.

Petugas Khusus Disiagakan di Mina

Dirjen Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama sekaligus Wakil Penanggung Jawab PPIH Arab Saudi, Puji Raharjo, mengatakan Satgas Armuzna saat ini masih terus memfinalisasi mekanisme teknis pelaksanaan puncak haji.

Menurutnya, pembagian tugas petugas PPIH juga terus dimatangkan. Nantinya, sejumlah petugas akan didedikasikan khusus berada di Mina untuk membantu jemaah selama proses Armuzna berlangsung.

Petugas tersebut akan membantu jemaah agar tidak tersesat, memastikan penempatan tenda berjalan sesuai aturan, hingga mendampingi proses lempar jumrah agar tetap tertib dan aman.

Cuaca Panas Jadi Perhatian Utama

Sahabat RTV, selain kesiapan teknis, kondisi cuaca di Makkah juga menjadi perhatian serius pemerintah. Saat ini suhu udara di Makkah berkisar antara 33 hingga 47 derajat Celsius.

Cuaca panas ekstrem tersebut berpotensi memicu dehidrasi dan penurunan kondisi fisik jemaah, terutama bagi lansia dan jemaah dengan risiko kesehatan tinggi. Karena itu, pemerintah terus mengimbau jemaah agar menjaga kesehatan dengan cukup istirahat, memperbanyak minum air putih, serta mengurangi aktivitas berat di siang hari.

Puncak ibadah haji sendiri dijadwalkan dimulai pada 8 Zulhijah atau sekitar 25 Mei 2026 mendatang. Pemerintah berharap seluruh jemaah Indonesia dapat menjalankan rangkaian ibadah Armuzna dengan aman, lancar, dan tetap dalam kondisi sehat.

error: Content is protected !!