Memahami Realitas Petani Lewat Film “Besok Kita Nanem Lagi”
Stigma bahwa petani identik dengan pekerjaan kotor, identik dengan kemiskinan, dan kurang menjanjikan masih banyak ditemui di masyarakat. Kondisi tersebut menjadi salah satu pesan utama yang diangkat dalam film dokumenter berjudul “Besok Kita Nanam Lagi”.
Film dokumenter ini diputar dalam kegiatan Bekal Mapan yang diselenggarakan oleh Center for Indonesian Policy Studies (CIPS). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan perhatian publik terhadap kondisi petani sekaligus masa depan sektor pertanian Indonesia.
Berbagai persoalan yang dihadapi petani turut diangkat dalam film, mulai dari alih fungsi lahan, keterbatasan modal untuk membeli pupuk, hingga dampak perubahan iklim yang semakin mengancam keberlanjutan sektor pertanian.
Film ini mengisahkan kehidupan dua petani dari generasi berbeda yang tetap bertahan dan berinovasi di tengah berbagai keterbatasan. Salah satunya adalah Ryan, petani muda asal Karawang yang juga menjadi tokoh dalam film dokumenter tersebut.
Melalui aktivitasnya sebagai petani sekaligus pemain biola dan kreator konten, Ryan berupaya mengubah pandangan masyarakat terhadap profesi petani. Ia ingin menunjukkan bahwa petani dapat menjadi profesi yang modern, kreatif, dan memiliki nilai kewirausahaan yang tinggi sehingga layak dilirik oleh generasi muda.
Dalam diskusi setelah pemutaran film, sejumlah persoalan mendasar sektor pertanian turut menjadi sorotan. Di antaranya skala usaha pertanian yang relatif kecil, produktivitas yang masih rendah, serta terbatasnya pemanfaatan teknologi di kalangan petani.
Sebagian besar petani juga masih bergantung pada tenaga kerja manual, terutama dalam proses penanaman. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat hasil pertanian belum mampu meningkatkan kesejahteraan petani secara optimal.
Para narasumber juga menyoroti fakta bahwa tidak semua petani merupakan pemilik lahan. Banyak di antaranya berstatus penyewa, penggarap, maupun buruh tani yang menghadapi tantangan berbeda dalam menjalankan usaha pertanian.
Pemerintah pun disebut terus memperkuat program Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) sebagai upaya menjaga keberadaan lahan pertanian produktif agar tidak terus berkurang akibat alih fungsi lahan.
Melalui film dokumenter “Besok Kita Nanam Lagi”, masyarakat diharapkan dapat lebih memahami realitas kehidupan petani Indonesia sekaligus mendorong generasi muda untuk tidak ragu terjun dan berkontribusi di sektor pertanian.