Jemaah Lansia Mulai Berjatuhan, Petugas Siapkan Program Edukasi

MAKKAH, Lensa Indonesia RTV – Panasnya suhu cuaca yang mulai meningkat di kota Makkah, dan kurangnya minum air putih, membuat banyak jamaah, khususnya jemaah lansia, mulai jatuh sakit. Selain dehidrasi, faktor lelah dan kurang istirahat, juga menjadi salah satu penyebab banyaknya jemaah yang mulai merasa tidak sehat.
Dalam 3 hari kedatangan, dua jamaah lansia, mengalami heat stroke, saat baru saja selesai menjalani umrah wajib di Masjdiil Haram. Berjalan kaki menuju terminal bus di tengah teriknya matahari, membuat dua jemaah lansia ini nyaris kehilangan kesadaran.
Kepala Seksi Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jamaah Haji (PKPPJH), Lansia dan Disabilitas Daerah Kerja Makkah, dokter Ridwan Siswanto mengatakan, dugaan utamanya adalah gejala awal serangan panas atau heatstroke. Itu terlihat dari kondisinya yang terlihat lemas sebelum tumbang. dr. Ridwan menambahkan, saat di cek tanda vital, saturasi sempat turun dibawah 95, dan salah satu dari dua lansia tersebut, belakangan diduga punya masalah jantung.
Kondisi ini menjadi evaluasi khusus Seksi PKPPJH dan Klinik Kesehatan Haji Indonesia. Sebab, puncak haji masih cukup lama dan jamaah haji Indonesia belum banyak masuk ke Makkah.
“Kami di sini menekankan kepada ketua kloter, ketua rombongan, agar memperhatikan pada jamaah haji lansianya,” lanjut dokter spesialis saraf itu.
Jamaah lansia masuk dalam kategori risiko tinggi (risti). Ditambah lagi kondisi fisik lansia yang memang sudah menurun seiring usia, dan faktor cuaca yang tak bersahabat dengan jamaah haji Indonesia.
dr. Ridwan menghimbau, agar jamaah lansia untuk tidak sering beribadah di Masjidil Haram demi keselamatan dan kesehatan diri.
Dari Makkah, Arab Saudi, Dian Palupi, RTV