[LIVE DARI MAKKAH] Jelang Puncak Haji, Layanan Transportasi dan Kesehatan Terus Disempurnakan
Sahabat RTV, berbagai persiapan menjelang puncak ibadah haji 2026 terus dimatangkan oleh pemerintah Indonesia dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Persiapan tersebut tidak hanya mencakup sarana dan prasarana utama, tetapi juga berbagai layanan pendukung seperti transportasi, konsumsi, hingga layanan kesehatan yang akan menjadi faktor penting dalam kelancaran pelaksanaan ibadah haji.
Pemerintah berupaya memastikan seluruh kebutuhan jemaah haji Indonesia terpenuhi dengan baik agar mereka dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan aman dan nyaman, terutama saat memasuki fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna.
Fokus pada Persiapan Puncak Haji
Anggota Amirul Hajj Indonesia yang juga Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, Muhaimin Iskandar, mengatakan bahwa berdasarkan laporan petugas dan hasil pemantauan langsung di lapangan, penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 sejauh ini berjalan dengan baik.
Meski demikian, menurutnya seluruh pihak harus tetap berkonsentrasi penuh menjelang puncak haji hingga seluruh rangkaian ibadah selesai dilaksanakan. Perhatian utama saat ini tertuju pada kesiapan fasilitas di Arafah, kelancaran proses mabit di Muzdalifah, serta pelaksanaan lempar jumrah di Mina yang menjadi tahapan paling padat dalam penyelenggaraan haji.
Sahabat RTV, pemerintah juga terus melakukan pengecekan terhadap berbagai layanan pendukung agar tidak terjadi kendala saat jutaan jemaah mulai bergerak secara bersamaan menuju lokasi-lokasi utama pelaksanaan ibadah haji.
Layanan Kesehatan Jadi Perhatian Khusus
Selain kesiapan tenda dan transportasi, layanan kesehatan juga menjadi fokus utama pemerintah menjelang Armuzna. Petugas kesehatan yang bertugas di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) maupun pos-pos kesehatan lapangan terus dipersiapkan untuk menghadapi berbagai kemungkinan kondisi darurat yang dapat terjadi selama puncak haji.
Hal ini menjadi sangat penting mengingat cuaca di Arab Saudi saat ini cukup ekstrem dengan suhu yang dapat mencapai lebih dari 40 derajat Celsius. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko dehidrasi, kelelahan, hingga gangguan kesehatan lainnya, terutama bagi jemaah lansia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta.
Lebih dari 192 Ribu Jemaah Sudah Tiba
Sementara itu, sahabat RTV, jumlah jemaah haji Indonesia yang telah tiba di Arab Saudi terus bertambah. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 192.185 jemaah atau sekitar 93 persen dari total kuota haji Indonesia tahun ini telah tiba di Tanah Suci.
Jumlah tersebut berasal dari 498 kelompok terbang atau kloter, termasuk 14.513 jemaah haji khusus. Dari total tersebut, sebanyak 188.259 jemaah saat ini telah berada di Makkah untuk mempersiapkan diri menghadapi puncak ibadah haji.
Dengan semakin dekatnya pelaksanaan wukuf di Arafah, pemerintah terus mengimbau jemaah agar menjaga kesehatan, memperbanyak istirahat, mengonsumsi cukup cairan, serta mengurangi aktivitas yang tidak mendesak agar kondisi fisik tetap prima saat menjalani rangkaian ibadah puncak haji.