Muhibah Budaya Jalur Rempah
Lensa Indonesia RTV- Muhibah Budaya Jalur Rempah Indonesia, kembali diadakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Pelepasan keberangkatan peserta berlangsung meriah, di Kolinlamil, Jakarta Utara.
Perlu diketahui sebelumnya, Muhibah Budaya Jalur Rempah (MBJR) adalah program prioritas nasional pemerintah yang digelar sejak 2020. Ini menjadi salah satu upaya Indonesia mengajukan jalur rempah sebagai warisan budaya dunia kepada Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO).
Para peserta yang terdiri dari pemuda-pemudi terpilih dari masing-masing provinsi serta perwakilan personal TNI akan berlayar menggunakan KRI Dewa Ruci.
Mereka akan menggunakan napak tilas jalur rempah indonesia yang memiliki jejak bersejarah, termasuk yang ditinggalkan dari perdagangan rempah pada masa lalu.
Hilmar Farid selaku Dirjen Kebudayaan Kemendikburistek RI mengatakan bahwa kebudayaaan juga bisa dibentuk melalui jalur pelayaran.
“Melalui pelayaran ini kita ingin mengingatkan bahwa sebetulnya, bagian cukup signifikan dari kebudayaan kita itu dibentuk melalui jalur pelayaran ini. Jejaknya masih bisa kita lihat sampai sekarang. Jadi ini bagian dari upaya merevitalisasi kebudayaan yang berbasis maritim,” ujar Hilmar.
Tahun ini rute pelayaran muhibah dimulai dari Jakarta, Belitung Timur, Dumai, Sabang, Malaka, Tanjung Uban, Lampung dan kembali lagi ke Jakarta. Total lama pelayaran berlangsung selama 38 hari mulai dari 7 Juni hingga 15 Juli 2024.