syahrul yasin limpo

Sidang Korupsi SYL, Keluarga Terlibat?

SHARE :

Lensa Indonesia RTV – Sidang lanjutan kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) digelar Senin (27/5/24). Sidang tersebut hadirkan delapan saksi dan tiga diantaranya adalah anggota keluarga SYL.

Tiga anggota keluarga SYL yang terlibat adalah Ayun Sri Harahap selaku istri SYL, Kemal Redindo selaku anak SYL, dan Andi Tenri Bilang (Bibi) selaku cucu SYL.

KPK menduga bahwa hasil pemerasan sebesar Rp 44,5 miliar di Kementan digunakan SYL untuk kepentingan pribadi dan keluarga. Oleh karena itu, KPK mendatangkan keluarga SYL untuk meminta konfirmasi terkait dugaan adanya aliran dana yang ketiga saksi tersebut terima dari mantan Mentan tersebut.

Lalu, apa saja dakwaan terhadap istri, anak, dan cucu SYL?

1. Rp 111 juta untuk aksesoris dua mobil dinas

Putra SYL, Kemal Redindo atau Dindo mengaku bahwa ia pernah meminta Rp 111 juta kepada Kementan untuk aksesoris dua mobil dinasnya, yaitu Toyota Hilux dan Mitsubishi Triton di Makassar.

Dindo mengaku bahwa alasan permintaan tersebut ia lontarkan karena dirinya ditawari oleh Kepala Biro Umum Kementan saat itu, Sukim Supandi.

“Saudara juga pernah meminta uang sejumlah Rp 111 juta untuk pembayaran aksesori mobil?” tanya Hakim saat sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (27/5/2024).

“Iya,” jawab Dindo.

2. Tiket pesawat pulang-pergi Makassar-Jakarta kelas bisnis

Dindo mengaku bahwa ia menerima dan menikmati pembayaran tiket pesawat kelas bisnis dari dana Kementan untuk perjalanan Makassar-Jakarta pulang pergi (PP) tersebut. Dindo mengaku bahwa kebiasaan pembayaran tiket oleh Kementan ini bermula saat Biro Umum memintanya untuk memberi laporan ketika hendak pulang ke Jakarta atau pergi ke Makassar.

3. Tas mewah Dior Rp 105 juta

Istri mantan Mentan, Ayun Sri Harahap tidak mengakui tas dior yang pernah disita KPK saat dilakukan penggeledahan di rumah dinas (rumdin) SYL. Tas dior seharga Rp 105 juta tersebut ditemui di dalam kamar Ayun, tapi ia mengaku bahwa dirinya berada di Spanyol saat penggeledahan tersebut.

“Ibu pernah punya tas Dior? Kami tunjukkan ya. Warna merah, karena ini ditemukannya di penggeledahan ini dan kami cocokkan dengan keterangan saksi yang lain, ada pembelian tas Dior. Ini tas siapa nih, dari rumah ibu?” tanya jaksa saat persidangan.

“Bukan, saya tidak pernah punya tas seperti ini,” jawab Ayun.

“Tidak pernah?” tanya jaksa.

“Tidak pernah,” tekan Ayun.

4. Gaji magang Rp 10 juta sebagai Staf Ahli di Biro Hukum Kementan

Dalam persidangan pada Senin, cucu SYL, Andi Tenri Bilang atau Bibi mengaku mendapatkan gaji Rp 4 juta saat magang sebagai staf ahli di Biro Hukum Kementan,

“Itu kan staf ahli. Saudara digaji kan?” tanya hakim dalam persidangan.

“Setahu saya digaji yang mulia,” jawab Bibi.

“Gaji itu di transfer? Saudara terima berapa?” tanya hakim kembali.

“Seingat saya 4 jutaan,” jawabnya lagi.

Selanjutnya, hakim mengungkit pernyataan dari saksi lainnya, yaitu Rininta Octarini selaku Protokol dan Sekretariat Menteri Pertanian (Mentan) era SYL yang menyebutkan bahwa gaji Bibi yang diterima naik menjadi Rp 10 juta.

Namun, Bibi mengaku tidak mengetahui jumlah nominal yang masuk ke rekening pribadinya.

Bibi pun mengaku bahwa ia tidak setiap hari datang ke kantor.

BERITA LAINNYA

error: Content is protected !!