Stasiun Bekasi Timur Kembali Beroperasi Pascainsiden Maut
Sahabat RTV, operasional kereta di Stasiun Bekasi Timur akhirnya kembali dibuka setelah sempat lumpuh akibat insiden tabrakan maut antara KRL Commuter Line dan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek. Pembukaan kembali ini dilakukan pada Rabu, 29 April 2026, sekitar pukul 13.59 WIB, ditandai dengan melintasnya kereta pertama, yakni Commuter Line relasi Kampung Bandan–Cikarang.
Kembalinya operasional ini menjadi angin segar bagi para pengguna transportasi kereta, khususnya di jalur Bekasi. Meski demikian, sejumlah penyesuaian masih diberlakukan demi menjaga keselamatan perjalanan. Salah satunya adalah pembatasan kecepatan kereta yang melintas di area stasiun, yakni maksimal hanya 30 km per jam.
Kebijakan ini diambil setelah melalui serangkaian uji coba dan evaluasi operasional sejak pagi hari. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan bahwa jalur rel sudah aman dilintasi serta memenuhi standar keselamatan bagi penumpang.
Sahabat RTV, meski operasional sudah kembali berjalan, suasana di sekitar stasiun masih menyisakan dampak dari kecelakaan sebelumnya. Beberapa bagian rangkaian kereta yang terlibat insiden masih terlihat berada di pinggir rel dan belum sepenuhnya dipindahkan. Selain itu, petugas juga masih terus melakukan perbaikan di area peron untuk memulihkan kondisi stasiun secara optimal.
Di sisi lain, kekhawatiran masih dirasakan oleh sebagian penumpang, terutama perempuan. Beberapa di antaranya mengaku waswas untuk kembali menaiki gerbong terakhir atau gerbong khusus wanita, mengingat gerbong tersebut menjadi titik terdampak paling parah dalam insiden sebelumnya.
Meski begitu, pihak PT Kereta Api Indonesia menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir untuk kembali menggunakan layanan kereta. Seluruh proses uji coba dan evaluasi telah dilakukan sesuai prosedur, sehingga jalur yang kini dioperasikan dipastikan telah memenuhi standar keselamatan.
Dengan kembalinya operasional ini, diharapkan aktivitas masyarakat yang bergantung pada transportasi kereta dapat kembali normal. Namun, proses pemulihan masih terus berjalan, dan petugas tetap bersiaga untuk memastikan keamanan serta kenyamanan perjalanan bagi seluruh penumpang.