Dunia fashion mengharuskan para pelakunya untuk terus berinovasi, tak terkecuali para perajin batik. Hal itulah yang dilakukan Jandiek Wulandari. Sejak tahun 2010, ia bereksperimen memanfaatkan bahan alami untuk mewarnai kain batik. Salah satu bahan yang digunakan adalah, limbah kulit kakao.



