Kisah Haru Korban Banjir Aceh Berangkat Naik Haji
Sahabat RTV, perjalanan menuju Tanah Suci bagi sebagian jemaah haji Indonesia tahun ini bukan sekadar perjalanan ibadah biasa. Di balik senyum dan rasa syukur para jemaah, tersimpan kisah perjuangan dan ujian hidup yang begitu berat.
Salah satunya datang dari Hartati Musirun Mukmin, jemaah haji asal Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Keberangkatannya ke Tanah Suci tahun ini menjadi perjalanan penuh haru setelah dirinya sempat menjadi korban banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang pada November 2025 lalu.
Hartati mengaku rumah peninggalan orang tuanya rusak parah akibat bencana tersebut dan hingga kini belum mampu diperbaiki karena keterbatasan ekonomi. Namun di tengah kondisi sulit itu, ia tetap bisa berangkat haji berkat dukungan anak-anaknya dan keyakinannya terhadap panggilan Allah.
Sahabat RTV, dengan suara bergetar Hartati menceritakan bahwa dirinya bahkan tidak tahu harus mengadu kepada siapa selain kepada Allah. Meski rumahnya hancur dan kondisi ekonomi belum pulih, ia percaya bahwa keberangkatannya ke Tanah Suci adalah bentuk pertolongan dan kehendak Tuhan.
Lansia 85 Tahun Berangkat Haji Sendiri
Kisah haru lainnya datang dari Nenek Aminah. Di usia 85 tahun, ia tak pernah menyangka akhirnya bisa menginjakkan kaki di Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji.
Dengan kondisi usia lanjut dan keterbatasan biaya, Nenek Aminah berangkat seorang diri ke Arab Saudi. Namun semangat dan niatnya untuk memenuhi panggilan ibadah membuatnya tetap kuat menjalani perjalanan panjang menuju Makkah.
Kisah Hartati dan Aminah ternyata bukan cerita yang berdiri sendiri.
Ribuan Jemaah Aceh Korban Bencana
Data mencatat lebih dari 70 persen dari total 5.426 jemaah haji asal Aceh tahun ini merupakan korban banjir bandang dan longsor yang terjadi beberapa waktu lalu.
Meski menghadapi ujian berat akibat bencana, ribuan jemaah tersebut tetap berusaha menunaikan rukun Islam kelima dengan penuh harapan dan rasa syukur.
Sahabat RTV, untuk membantu para jemaah asal Aceh, sebanyak 786 jemaah tahun ini menerima dana wakaf sebesar 2.000 riyal Saudi atau sekitar Rp9,4 juta per orang.
Dana tersebut berasal dari kompensasi wakaf Hotel Baitul Asyi, sebuah aset wakaf legendaris milik masyarakat Aceh yang berada di Makkah.
Dana Wakaf Capai Rp51 Miliar
Pada musim haji 2026 ini, total dana wakaf yang disalurkan kepada jemaah asal Aceh mencapai sekitar 11 juta riyal Saudi atau setara Rp51 miliar.
Dana tersebut menjadi bentuk manfaat dari aset wakaf masyarakat Aceh yang telah berlangsung selama puluhan tahun di Tanah Suci dan terus memberikan manfaat bagi jemaah Aceh hingga saat ini.
Sahabat RTV, kisah para jemaah asal Aceh ini menjadi pengingat bahwa perjalanan haji bukan hanya soal kemampuan materi, tetapi juga tentang kesabaran, perjuangan, dan keyakinan. Di tengah ujian hidup yang berat, mereka tetap berusaha memenuhi panggilan suci ke Baitullah dengan penuh keikhlasan dan harapan.
