Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi ungkap alasan dirinya tidak bisa menghadiri rapat undangan Komisi VI DPR RI beberapa waktu lalu.
Mendag juga ungkap penyebab tingginya harga minyak goreng di pasaran. Menurutnya, invasi Rusia pada Ukraina turut memengaruhi kenaikan harga minyak goreng. Pasalnya, Rusia dan Ukraina adalah negara penghasil minyak dari bunga matahari. Akibat perang, keduanya tidak bisa memproduksi minyak bunga matahari. Sementara pengganti dari minyak bunga matahari yang paling cocok adalah minyak crude palm oil (CPO). Sehingga, harga CPO melonjak tajam yang tadinya seharga Rp 16 ribu menjadi Rp 21 ribu.



