Kemenhaj Sidak Dapur Jemaah Haji di Madinah
Sahabat RTV, meski proses pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air sudah berlangsung, pemerintah memastikan kualitas pelayanan bagi jemaah yang masih berada di Arab Saudi tetap menjadi prioritas utama. Berbagai layanan pendukung mulai dari akomodasi, transportasi, kesehatan hingga konsumsi terus diawasi agar tetap berjalan optimal hingga akhir operasional haji 2026.
Salah satu aspek yang mendapat perhatian khusus adalah layanan konsumsi. Pemerintah ingin memastikan seluruh jemaah Indonesia mendapatkan makanan yang layak, bergizi, higienis, dan didistribusikan tepat waktu selama menjalani masa tinggal di Madinah.
Inspektur Jenderal Sidak Dapur Penyedia Konsumsi
Untuk memastikan kualitas layanan tersebut, Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah, Dendi Suryadi, melakukan inspeksi mendadak ke salah satu dapur penyedia konsumsi jemaah haji Indonesia di Madinah.
Dapur yang dikunjungi merupakan satu dari 23 dapur yang ditunjuk untuk melayani kebutuhan makanan jemaah Indonesia selama berada di Kota Nabi. Dalam inspeksi tersebut, Dendi memeriksa sejumlah aspek mulai dari proses pengolahan makanan, kebersihan dapur, kualitas bahan baku, hingga mekanisme distribusi makanan ke hotel-hotel tempat jemaah menginap.
Menurut Dendi, pengawasan dilakukan untuk memastikan seluruh layanan konsumsi berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah. Tidak hanya kualitas makanan, pemerintah juga memantau ketepatan waktu distribusi serta kesesuaian jumlah porsi yang diterima jemaah.
Sahabat RTV, layanan konsumsi menjadi salah satu komponen penting dalam penyelenggaraan ibadah haji karena berhubungan langsung dengan kondisi kesehatan dan kebugaran jemaah, terutama setelah mereka menjalani rangkaian puncak ibadah haji yang cukup menguras tenaga.
Perpindahan Jemaah ke Madinah Terus Berjalan
Sementara itu, proses perpindahan jemaah haji gelombang kedua dari Makkah menuju Madinah juga terus berlangsung secara bertahap.
Pada hari kelima fase perpindahan, Kamis 11 Juni 2026, sebanyak 7.716 jemaah yang tergabung dalam 20 kelompok terbang dijadwalkan diberangkatkan dari Makkah menuju Madinah.
Setibanya di Madinah, para jemaah akan melaksanakan berbagai rangkaian ibadah dan ziarah, termasuk beribadah di Masjid Nabawi, sebelum akhirnya kembali ke Indonesia.
Pemerintah memastikan seluruh proses perpindahan dilakukan dengan memperhatikan kenyamanan dan keselamatan jemaah, termasuk penyediaan armada transportasi yang memadai dan pendampingan petugas selama perjalanan.
Lebih dari 67 Ribu Jemaah Sudah Kembali ke Indonesia
Di sisi lain, proses pemulangan jemaah haji gelombang pertama ke Tanah Air juga terus berjalan melalui Bandara Internasional King Abdulaziz.
Berdasarkan data terbaru hingga Kamis pagi, sebanyak 67.967 jemaah Indonesia yang tergabung dalam 174 kelompok terbang telah kembali ke Indonesia melalui berbagai embarkasi di seluruh daerah.
Jumlah tersebut setara dengan sekitar 33,02 persen dari total jemaah haji reguler Indonesia pada musim haji tahun 2026.
Sahabat RTV, pemerintah menargetkan seluruh operasional pemulangan jemaah haji Indonesia dapat selesai pada 1 Juli 2026 mendatang. Setelah proses pemulangan gelombang pertama berakhir, pemulangan jemaah gelombang kedua dari Madinah akan terus dilaksanakan secara bertahap hingga seluruh jemaah kembali ke Tanah Air dengan selamat, sehat, dan membawa predikat haji yang mabrur.