Pramono Anung Minta Maaf, Gedung SDN Kebayoran Lama Selatan 09 yang Roboh Segera Direnovasi
Kondisi memprihatinkan masih menyelimuti SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Selatan. Hampir dua tahun setelah sebagian bangunan sekolah roboh, proses perbaikan hingga kini belum juga terealisasi. Rangka atap yang ambruk menghancurkan sejumlah ruang kelas, sementara puing-puing bangunan, genteng, serta material konstruksi lainnya masih berserakan di lingkungan sekolah. Akibatnya, ratusan siswa terpaksa menjalani kegiatan belajar mengajar di sekolah lain karena gedung utama dinilai tidak lagi aman digunakan.
Berdasarkan keterangan para orang tua murid, peristiwa robohnya gedung sekolah tidak terjadi dalam satu waktu. Orang tua siswa kelas V, Afrida (33), yang akrab disapa Evi, menceritakan bahwa kerusakan terjadi secara bertahap saat masa libur Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 27 November 2024. Beruntung, saat itu kegiatan belajar mengajar sedang diliburkan sehingga tidak ada siswa maupun guru yang berada di dalam sekolah ketika bangunan mulai mengalami kerusakan.
“Warga sekitar aja yang (tahu), dari warga sekitar awalnya itu pagi hari sekitar jam 06.30 atau jam 07.00-an lah, sekitar jam segitu. Robohnya itu juga nggak langsung, pelan, nggak langsung ‘bruk’ seperti ini. Pelan,” cerita Evi.
Menurut Evi, setelah kejadian tersebut sebagian bangunan dinyatakan tidak layak digunakan. Namun hingga kini, proses renovasi belum juga dimulai. Material bangunan yang roboh masih terlihat menumpuk di beberapa sudut sekolah sehingga menambah kesan terbengkalai.
Selama hampir dua tahun terakhir, sebanyak 274 siswa SDN Kebayoran Lama Selatan 09 harus menjalani kegiatan belajar mengajar dengan menumpang di sekolah lain. Kondisi tersebut membuat proses pembelajaran menjadi kurang optimal. Selain harus menyesuaikan jadwal penggunaan ruang kelas, para siswa juga membutuhkan waktu dan tenaga lebih untuk beradaptasi dengan lingkungan belajar yang berbeda.
Para orang tua mengaku prihatin melihat kondisi tersebut. Mereka berharap pemerintah segera memberikan kepastian terkait renovasi gedung sekolah agar anak-anak dapat kembali belajar di lingkungan yang aman, nyaman, dan memadai.
“Cuma kita ingin Pemprov DKI bisa tolong bantu untuk sekolah kami ini gitu kan, agar disegerakan, anak-anak agar bisa nyaman untuk belajar kembali seperti biasanya gitu,” sebut Evi.
Kondisi bangunan saat ini masih memperlihatkan kerusakan yang cukup parah. Beberapa ruang kelas tidak lagi memiliki atap, rangka baja terlihat rusak, sementara puing-puing bangunan masih menumpuk di area sekolah. Kondisi tersebut membuat sebagian besar fasilitas pendidikan tidak dapat dimanfaatkan dan berpotensi membahayakan apabila belum dibersihkan secara menyeluruh.
Menanggapi kondisi tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa pemerintah provinsi akan segera melakukan perbaikan terhadap gedung sekolah. Ia mengaku baru mengetahui kondisi SDN Kebayoran Lama Selatan 09 dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena penanganan belum dilakukan lebih cepat.
Pramono memastikan proses renovasi akan segera dimulai. Selain membangun kembali gedung sekolah yang rusak, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga akan membersihkan seluruh puing bangunan yang masih berada di lokasi agar pekerjaan konstruksi dapat segera dilaksanakan.
“Kami akan segera membersihkan puing-puing yang masih ada dan mempercepat proses renovasi. Anak-anak harus mendapatkan fasilitas pendidikan yang aman dan layak,” katanya.
Rencana perbaikan tersebut disambut baik oleh para orang tua murid. Mereka berharap komitmen yang telah disampaikan pemerintah dapat segera direalisasikan sehingga para siswa tidak lagi harus menjalani kegiatan belajar mengajar di sekolah lain. Bagi mereka, keberadaan gedung sekolah yang aman dan nyaman merupakan hak setiap anak untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas tanpa harus dibayangi kekhawatiran terhadap kondisi fasilitas belajar.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyampaikan bahwa pembangunan kembali gedung SDN Kebayoran Lama Selatan 09 telah masuk dalam perencanaan anggaran dan dijadwalkan mulai dilaksanakan pada 2027.
Bagi para siswa dan orang tua, rencana tersebut menjadi secercah harapan setelah hampir dua tahun menjalani kegiatan belajar mengajar di sekolah lain akibat kondisi gedung yang rusak. Mereka berharap proses pembangunan benar-benar terealisasi sesuai rencana, sehingga para siswa dapat kembali belajar di lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan memiliki fasilitas yang memadai.