Sampah kaleng, plastik, atau kertas bekas, ternyata bisa lho disulap menjadi kreasi menarik. Nah, ditangan para perajin handal ini, kaleng, plastik, dan kertas bekas, diolah menjadi beragam pajangan, tas, hingga suvenir yang Luar Biasa…. Bahkan, sebagian hasil kreasi sampah daur ulang ini, telah diekspor ke berbagai negara.
Tag Archives: greenpeace
Ayudya Paramitha Lengkoan, Membuat Pakaian Tanpa Meninggalkan Sisa Kain (Zero Waste)
Bisa nggak sih buat pakaian tanpa meninggalkan sisa kain? Jawabannya bisa gaes. Konsep itu dikenal dengan istilah zero waste alias tanpa limbah. Terus gimana caranya? Desainer biasanya lebih dulu membuat pola di atas kain hingga bisa membuat pakaian utuh. Uniknya, desain itu dibuat tanpa perlu memotong kain. Salah satu orang yang melakukan itu adalah Ayudya Paramitha Lengkoan. Menurutnya, kebutuhan untuk zero waste di dunia fashion sangat mendesak. Di luar negeri, mode dengan satu kain tanpa sisa sudah banyak dikembangkan. Bahkan, mereka telah punya pakar zero waste mode. Di Indonesia, gerakan zero waste belum terlalu masif dan masih sepi peminat.
Ryan Shahrezade alias Kak Ryan, Sampaikan Pesan Lewat Dongeng
Udah bosen sama hp atau lato-lato? Ajak anak atau saudara untuk berkreasi dengan lingkungan yuk! Caranya simpel kok, sahabat tinggal ajak anak atau saudara di rumah nonton Michael Tjandra Luar Biasa, Sabtu ini. Ada Kak Ryan akan mendongeng dari boneka tali. Pasti seru deh, apalagi ditemani sosok ceria Michael Tjandra.
Gaya Hidup Minim Sampah ala Jeanny Primasari
Jangan asal buang kulit semangka gaes! Kenapa? Karena kulit semangka bisa dijadikan masakan untuk kamu dan keluarga. Ya itung-itung mengurangi sampah yang ada di dapur kan. Salah satu orang yang meminimalkan sampah di dapur adalah Jeanny Primasari. Jeanny sudah menjalani gaya hidup minim sampah sejak 2010. Di tahun 2016, Jeanny juga menginisiasi komunitas Zero Waste Nusantara.
Aang Hudaya, Jaga Kelestarian Bumi dengan “Eco Enzyme”
Nama Aang Hudaya dikenal sebagai sosok yang punya perhatian besar pada pengelolaan sampah khususnya di kota Bogor. Ia adalah inisiator bank sampah sekaligus pimpinan cabang bank eco enzyme Bogor. Aang kerap memberi pelatihan pada masyarakat untuk membangun budaya minim sampah. Eco enzyme merupakan hasil fermentasi limbah dapur organik, ampas buah dan sayuran dicampur dengan gula merah dan didiamkan dalam air selama sekitar tiga bulan. Meski prosesnya lama, tapi manfaatnya luar biasa. Selain jadi dekomposer untuk menyuburkan tanah, eco enzyme juga bisa dimanfaatkan untuk sabun cuci piring, detergen, sampo, desinfektan, dll. Tidak hanya banyak manfaat, penggunaan eco enzyme juga membantu menjaga kelestarian bumi.