[LIVE DARI MAKKAH] PPIH TERUS IMBAU JEMAAH UNTUK JAGA KESEHATAN

Sahabat RTV, petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, khususnya daerah kerja Makkah, terus mengingatkan para jemaah calon haji Indonesia untuk menjaga kondisi kesehatan selama berada di Tanah Suci. Imbauan ini dilakukan secara rutin mengingat para jemaah harus tetap dalam kondisi fit menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji yang akan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan. Tim layanan bimbingan ibadah PPIH Daker Makkah menilai antusiasme jemaah untuk beribadah di Masjidil Haram memang sangat tinggi. Namun, jemaah diingatkan agar tidak terlalu euforia melakukan ibadah sunnah secara berlebihan apabila sudah menunaikan umrah wajib. Jika ingin melaksanakan salat atau tawaf sunnah, petugas menyarankan agar tidak dilakukan setiap hari demi menjaga stamina tubuh. Sahabat RTV, imbauan ini menjadi penting karena saat ini Kota Makkah telah memasuki musim panas. Suhu udara pada siang hari bahkan bisa mencapai 42 derajat Celsius. Kondisi cuaca ekstrem tersebut membuat jemaah sangat rentan mengalami dehidrasi, kelelahan, hingga penurunan kondisi fisik, terutama bagi jemaah lansia, penyandang disabilitas, dan mereka yang memiliki risiko kesehatan tinggi. Petugas juga mengingatkan kelompok jemaah yang baru tiba dari Madinah agar lebih memperhatikan anggota rombongan mereka, khususnya lansia dan jemaah berkebutuhan khusus. Untuk menghindari paparan panas berlebih, jemaah risiko tinggi disarankan melaksanakan umrah wajib pada pagi hari atau setelah salat Magrib ketika suhu udara lebih bersahabat. Selain memberikan penyuluhan terkait kesehatan, petugas bimbingan ibadah juga terus mengingatkan tata cara pelaksanaan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Rangkaian ibadah tersebut dijadwalkan dimulai pada 8 Zulhijah atau sekitar 25 Mei mendatang, sehingga para jemaah diharapkan sudah memahami teknis pelaksanaannya sejak dini. Sementara itu, arus kedatangan jemaah calon haji Indonesia dari Madinah menuju Makkah masih terus berlangsung. Untuk hari ini saja, diperkirakan sekitar 6.260 jemaah akan tiba di Kota Makkah. Mereka berasal dari 16 kelompok terbang (kloter) dan 11 embarkasi di Indonesia. Dengan jumlah jemaah yang terus bertambah dan cuaca panas yang semakin ekstrem, petugas berharap seluruh jemaah dapat lebih disiplin menjaga kesehatan. Istirahat yang cukup, rutin minum air putih, serta membatasi aktivitas berat di bawah terik matahari menjadi langkah penting agar jemaah tetap kuat menjalani seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

Ajyad Siaga, 140 Bus Shalawat Siap Antar Jemaah

MAKKAH, Lensa Indonesia RTV – Terminal Bus Ajyad menyiagakan 140 unit bus Shalawat, guna menunjang mobilitas jemaah calon haji. 140 bus ini merupakan moda transportasi bagi jemaah yang bermukim di sektor 7, 8 dan 9 , di daerah Misfalah, Makkah, menuju dan kembali ke Masjidil Haram. Kepala Pos Terminal Bus Ajyad, yang hanya berjarak 150 meter dari pelataran Masjidil Haram ini, Kapten M Rif’at Sitorus mengatakan, bus shalawat di Terminal Ajyad beroperasi selama 24 jam penuh dengan sistem shuttle. Dengan sistem ini, jemaah tidak perlu menunggu lama di halte. Hanya membutuhkan waktu tunggu antara 5 hingga 10 menit. “Bus terus berputar, sehingga jemaah tidak perlu menunggu lama. Kita pastikan waktu tunggu sekitar 5 sampai 10 menit, tidak pernah terlambat,” jelasnya. Selain memastikan waktu tunggu tetap singkat, Sitorus juga menyiapkan skema antisipasi jika terjadi kekurangan armada di rute tertentu. Jemaah akan dialihklan ke rute lain yang tersedia agar tidak menunggu terlalu lama. Sementara, petugas di lapangan akan mengawal pergerakan jemaah hingga kembali ke hotel masing-masing. Dari Makkah, Arab Saudi, Dian Palupi, RTV

Jemaah Ramai, Tarif Kursi Roda Melejit

MAKKAH, Lensa Indonesia RTV – Jutaan manusia yang tumpah ruah di Makkah berdampak langsung pada melejitnya tarif jasa pendorong kursi roda di pelataran Masjidil Haram. Dalam kondisi normal, jasa pendorong resmi yang melayani rute lengkap tawaf dan sa’i dibanderol di kisaran 250 hingga 300 Riyal. Namun, semakin dekat dengan puncak haji, harga jasa pendorong langsut melesat “Kalau awal-awal waktu jemaah belum banyak datang masih sekitar 100 Riyal, tapi begitu jemaah makin ramai harga naik terus,” papar Kepala Seksi PKP2JH, Lansia dan Disabilitas Daker Makkah PPIH Arab Saudi 2026, Mayor CKM. dr. Ridwan Siswanto. Menyiasati hukum pasar tersebut, jemaah disarankan menggunakan program Kartu Kendali yang titik transaksinya berada di terminal bus shalawat. Petugas terminal seperti di Syib Amir, Jabal Ka’bah, maupun Ajyad akan membantu mengunci harga maksimal agar tidak melewati angka 350 Riyal. Jemaah diwajibkan menyiapkan pecahan Riyal dengan nominal yang pas sebelum pelaksanaan ibadah dimulai. Proses transaksi yang lancar tanpa uang kembalian akan menghindari perdebatan tidak perlu dengan pendorong berbahasa Arab tersebut. Dari Makkah Arab Saudi, Dian Palupi, RTV

error: Content is protected !!