Penampilan Gita, Nasywa, dan Kayla yang menkombinasikan ragam tarian daerah dalam satu penampilan, sangat memukau. Mereka adalah personel dari Sanggar Tari Maulina yang berdiri sejak tahun 2013. Sanggar Tari Maulina kerap menorehkan prestasi baik di tingkat nasional, maupun internasional. Pada tahun 2021, sanggar tari asal Bekasi itu, sukses meraih gelar dalam Festival International Contest Start Italy, usai menyisihkan 27 peserta dari berbagai negara.
Tag Archives: Hari Batik
Seto Noviantoro Bermain ‘Konghayan’ Demi Jaga Tradisi
Nama alat musik Kongahyan, mungkin masih terdengar asing untuk sebagian masyarakat Indonesia. Namun alat musik ini punya peranan penting dalam kebudayaan betawi. Meski kurang populer, ada anak muda yang serius menekuni alat musik ini. Dia adalah Seto Noviantoro, ia sudah belajar Kongahyan sejak di bangku SMA dan bergabung dalam ekstrakurikuler karawitan. Seto juga sering mengisi acara dalam event besar musik di tanah air. Seperti rangkaian G20 di Bali dan dan gala dinner di Istana Bogor pada tahun 2022.
Gambaran Cerita Rakyat Dalam Busana Rancangan Ria Ulfa
Cerita rakyat biasanya dilihat lewat buku cerita, atau film kartun. Nah, sahabat Luar Biasayang satu ini berbeda lho. Kenapa? Karena dirinya bercerita lewat busana. Dia adalah Ria Ulfa. Dirinya menggambarkan cerita rakyat lewat beragam produk, mulai dari outer, scarf dan juga masker. Cara ini diharap mampu mengenalkan budaya ke masyarakat luas. Seperti kata Pak Jokowi di pernikahan Kaesang kemarin, sudah saatnya kita mengenalkan budaya bangsa. Cakeppppp…….!!!!
Mendongeng Cerita Rakyat Bersama Kak Bonchie
Tiap daerah punya cerita rakyat sendiri, dan pastinya mengandung pesan moral yang sesuai dengan adat dan kepercayaan budaya. Salah satu anak muda yang memopulerkan cerita rakyat, adalah Suci Yoskarina atau akrab disapa Kak Bonchie Nggak hanya mendengar cerita lho, sahabat juga diajak bermain bersama. Wah, pasti seru dong!
Busana Karya Desainer Indonesia Eggie Jasmin Menang di MRS. World 2022
Kostum rancangan desainer Indonesia, Eggie Jasmin, dinobatkan sebagai “Kostum Nasional Terbaik” dalam kontes kecantikan Mrs. World 2022 yang digelar di Las Vegas, AS, Sabtu (15/1). Eggie Jasmin dipercaya untuk menggarap kostum nasional Mrs. India Navdeep. Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Lensa Indonesia RTV (@lensaindonesiartv)
Karya Desainer Muda di “Muslim Fashion Week”
Jakarta “Muslim fashion Week’ akhirnya digelar secara langsung pada tahun ini. Menariknya ada rancangan kreasi mahasiswa yang pastinya tidak kalah keren dengan desainer-desainer lainnya.
Puncak Perayaan Hari Batik Nasional Cetak Rekor MURI
Puncak perayaan Hari Batik Nasional yang digelar di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, dibuka secara virtual oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo. Acara tersebut berhasil memecahkan rekor MURI, sebagai acara membatik terbesar dengan diikuti lebih dari seratus ribu peserta.
Tieka Assegaf, Menjaga Tradisi Lewat Rancangan Batik
Tieka Assegaf besar dan tumbuh bersama batik, apalagi orang tuanya adalah pengusaha batik Pekalongan yang produknya sudah tersebar sampai mancanegara. Tak heran Tieka akhirnya menjadi desainer atau perancang busana batik. Tieka merancang gaun-gaun batik modern kelas premium dengan memadukan bahan sutera dan batik Pekalongan. Tieka mengenyam pendidikan di sekolah fesyen Esmod dan pada tahun 2011 lahirlah batik rancangannya. Selain berpromosi lewat media sosial, pameran, bazaar, ia juga ikut serta di gelaran fesyen bergengsi seperti Jakarta Fashion Week dan Jogja Fashion Festival.
Sarung Batik Fesyen Karya Sarah Monica
Dekat dengan dunia pesantren menjadikan Sarah Monica akrab dengan sarung. Ia ingin sarung bisa digunakan dalam kegiatan sehari-hari dan batik menjadi motif pilihannya. Ide tren fesyen Sarah lantas dilirik produsen sarung batik asal Pekalongan dan jadilah mereka berkolaborasi. Pada pertengahan tahun 2020 Sarah mulai mendesain sarung batik, inspirasinya datang dari wabah virus corona. Terciptalah 3 sarung batik ala Sarah Monica yang diberi nama trensenden.
Batik Kayu Kreasi Agus Jati Kumara
Kalau batik biasanya menjadi motif pakaian, Agus Jati Kumara justru membatik di atas media kayu. Dengan batik kayu yang bernilai ekonomi tinggi, Agus ingin mengembangkan desa tempat tinggalnya yaitu desa wisata Krebet, Bantul. Kerajinan batik kayu dilakoni Agus sejak usia muda, ini tak lepas dari peran sang ayah yang telah lebih dulu terjun di dunia batik kayu. Mamun kini Agus lebih bisa melebarkan sayap penjualan dengan memanfaatkan teknologi seperti media sosial dan transaksi online.