
Video Terkini
Jemaah Dirawat Jelang Armuzna Menurun, Karena Istitha’ah Lebih Ketat
MAKKAH, Lensa Indonesia RTV – Jumlah jemaah haji Indonesia yang menjalani perawatan di rumah sakit yang ada di Arab Saudi menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan data terakhir, saat ini 130 jemaah, dirawat di beberapa rumah sakit di Arab Saudi.
Jumlah ini menurun drastis, dibandingkan periode yang sama pada musim haji tahun 2025 lalu, yang mencapai 400 jemaah.
Menteri Haji dan Umrah RI Mochammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan menyebut penurunan angka jemaah yang dirawat salah satunya dipengaruhi penerapan istitha’ah kesehatan yang lebih ketat di Tanah Air.
“Salah satu alasannya karena pemeriksaan istitha’ah kesehatan di tanah air relatif lebih ketat dibanding tahun sebelumnya. Sehingga hari ini yang dirawat turun drastis, yang meninggal juga turun drastis,” ujar Gus Irfan usai berkunjung ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia Aziziyah.
Gus Irfan mengatakan, pemerintah masih terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi terkait penanganan jemaah yang masih menjalani perawatan, termasuk kemungkinan pelaksanaan safari wukuf atau mekanisme lain yang tetap sesuai regulasi setempat.
“Safari wukuf secara resmi memang tidak diperbolehkan oleh otoritas Saudi, tetapi kita akan mencoba mencari kemungkinan-kemungkinan yang tidak melanggar regulasi dan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Saudi,” katanya.
Dalam kunjungannya ke KKHI Aziziyah, Gus Irfan bersama tim Amirul Hajj meninjau langsung kesiapan tenaga kesehatan serta pelayanan kesehatan yang telah berjalan selama musim haji.
Cucu pendiri NU ini mengakui terdapat tantangan terkait regulasi kesehatan di Arab Saudi yang dinamis dan cukup ketat. Namun, menurut dia, tenaga kesehatan Indonesia mampu menyesuaikan diri tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada jemaah. Untuk mendukung pelayanan saat puncak haji, pemerintah Indonesia juga menyiapkan sejumlah klinik darurat di titik-titik Armuzna.
MCH 2026, Dian Palupi, RTV