NEWS RTV Garis RTV

Video Terkini

Menyusuri Jejak Aroma Mawar di Al Hada, Taif

Admin News RTV - newsrtv
11 Jun 2026, 22:48 WIB
f X W T

MAKKAH, Lensa Indonesia RTV – Saat melakukan kunjungan ke kota Taif, kami , anggota tim Media Center Haji, berkesemparan mengunjungi sebuah destinasi yang dikenal sebagai salah satu pusat pembuatan parfum terbaik di Arab Saudi, yakni Rashid Hussein Al-Qurashi atau مصنع راشد القرشي di kawasan Al-Hada, Taif. Ternyata, bukan hanya rombongan MCH yang datang sore itu. Sejumlah jemaah haji dari berbagai negara, termasuk Indonesia, lebih dulu memadati area pabrik.

Sebagian tampak antusias menyaksikan proses penyulingan air mawar, sementara yang lain sibuk memilih aneka parfum khas Al-Qurashi yang tersusun rapi di etalase. Di sudut lain, beberapa pengunjung menikmati secangkir kopi dan es krim sambil bersantai, menjadikan tempat bersejarah ini bukan sekadar pusat produksi parfum, tetapi juga destinasi wisata yang menawarkan pengalaman khas Taif.

Konon, tempat ini dikenal luas karena menghasilkan air mawar asli serta minyak mawar murni berkualitas tinggi dengan menggunakan teknik penyulingan tradisional yang telah diwariskan turun-temurun selama beberapa generasi.

Setelah berkeliling melihat pabrik, tim MCH diterima oleh salah satu pegawai terbaiknya. Pria itu bernama Abdullah atau Dul, yang cukup fasih berbahasa Indonesia,bahkan bisa sedikit bicara dengan bahasa Jawa dan Sunda.

Mengetahu tamunya dari Indonesia, Dul berusaha menjelaskan sedetail mungkin proses penyulingan air mawar menjadi parfum dengan Bahasa Melayu.

Selanjutnya, tim MCH diajak berkeliling lagi ke tempat-tempat penyulingan mawar tradisional yang sudah berusia puluhan tahun. Sayangnya, tim MCH hanya bisa melihat alat peracikannya saja, tidak proses penyulingannya karena mawarnya sedang tidak musim. Menurut Abdullah, Mawar di Taif hanya panen pada bulan Ramadan dan Syawal. Makanya, proses pembuatan parfum pun banyak dilakukan di waktu tersebut.

Dari Dul, kami mengetahui bahwa proses penyulingan mawar menjadi parfum membutuhkan waktu yang panjang. Ada yang 6 jam, ada juga yang 8 jam tanpa jeda. Semua proses harus dilakukan secara baik, alat penyulingan tidak boleh mati. Adapun bahan baku untuk membuat parfum mawar tersebut menurut Dul yaitu air dan bunga mawar rose yang diambil dari kebun mawar di Taif.

“Nantinya kalau sudah mulai jadi, dia terpisah. Air di bawah kemudian parfum di atas,” ucap Dul kepada tim MCH.

Dengan gayanya yang sedikit jenaka, Dul menjelaskan bahwa air mawar yang disuling di pabrik Al-Qurashi tersebut dibuat menjadi parfum, sabun, lotion, obat rambut, air arus dan skincare, bahkan teh.

MCH 2026, Dian Palupi, RTV.

error: Content is protected !!