Buaian Kecerdasan Buatan dalam Pendidikan

Admin News RTV - newsrtv
16 Oct 2026, 10:06 WIB
f X W T

Kecerdasan artifisial (AI) semakin akrab dengan dunia pendidikan. Hanya dengan menekan tombol enter, siswa bisa mendapatkan beragam jawaban secara instan. Namun, kemudahan ini menghadirkan tantangan baru: bagaimana memastikan AI membantu proses belajar tanpa menggantikan kemampuan berpikir siswa?

Mulai tahun ajaran 2025/2026, pembelajaran coding dan kecerdasan artifisial menjadi mata pelajaran pilihan bagi siswa mulai kelas 5 sekolah dasar hingga jenjang sekolah menengah. AI diharapkan menjadi alat bantu untuk memahami materi dan mengembangkan kemampuan teknologi, bukan sekadar mesin pencari jawaban.

Sejumlah pendidik mulai menekankan pentingnya penilaian yang mengukur pemahaman siswa. Melalui presentasi, demonstrasi, proyek, dan uji kompetensi, guru dapat menilai apakah siswa benar-benar memahami materi atau hanya menyalin hasil dari AI.

Di sisi lain, teknologi ini juga membuka peluang lahirnya inovasi. Arya, seorang siswa sekolah menengah atas di Jakarta Timur, mengembangkan kacamata berbasis AI untuk membantu penyandang tunanetra bernavigasi. Inovasi tersebut menunjukkan bahwa AI dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Kementerian Komunikasi dan Digital menegaskan bahwa pemanfaatan AI di ruang kelas membutuhkan perubahan pola pikir, baik dari guru maupun siswa. Hasil yang diberikan AI perlu diperiksa, dianalisis, dan dievaluasi, bukan langsung diterima sebagai kebenaran.

Tantangan pendidikan ke depan bukan hanya mencegah kecurangan, tetapi juga membangun kemampuan berpikir kritis, memastikan siswa memahami proses di balik sebuah jawaban, serta mengarahkan penggunaan teknologi agar tetap selaras dengan nilai budaya bangsa.

error: Content is protected !!