Sahabat RTV, ternyata ada lho jenis minyak goreng lain yang bisa menjadi alternatif, di tengah kelangkaan dan tingginya harga minyak sawit, yaitu minyak goreng dari biji kapuk. Nah, minyak goreng dari biji kapuk ini, diproduksi seorang warga bernama Sukarno, asal Desa Kedungwaduk, Sragen, Jawa Tengah. Dalam sehari, pabrik minyak miliknya dapat memproduksi sekitar 200 liter minyak goreng dari biji kapuk.
Tag Archives: Bakat
Ratusan Pelaku UMKM Ikuti Pameran ‘Inacraft Trade Fair 2022’
Gairah UMKM berkualitas mulai bangkit, usai vakum dilanda pandemi corona. Hal itu ditandai dengan kembali digelarnya ajang pameran ‘Inacraft Trade Fair’, yang berlangsung di Jakarta. Lebih dari 700 pelaku UMKM dari berbagai provinsi di Indonesia, ikut ambil bagian dalam pameran ini.
Florentini Deliana Winki, Mengenalkan ‘Sape’ ke Generasi Muda
Jari-jemari Florentini Deliana Winki begitu asyik memetik senar sape, alat musik khas Kalimantan. Bahkan alunannya, bisa mengikuti irama musik kekinian. Keren ya! Deli sudah tertarik dengan sape sejak kecil. Ayahnya sampai-sampai membuatkannya agar Deli kecil bisa berlatih sape. Berkat kegigihannya, Deli kerap tampil di berbagai acara. Sebut saja pembuatan film Suku Dayak “LOST LOVE” dI BALI dan BALI INTERNATIONAL INDIGENOUS FILM FESTIVAL tahun 2020.
Candro Parulian Hutahean, Disk Jockey yang Pandai Memainkan ‘Hasapi’
Apa jadinya kalau musik bergenre EDM ketemu dengan hasapi, alat musik khas Sumatra Utara? Cuma dia yang tau.. Yup, perkenalkan Candro Parulian Hutahean, seorang DJ yang biasa disapa Rean. DJ Rean pertama kali memadukan unsur EDM dan hasapi pada 2014, saat ajang pioneer DJ Battle di Jakarta. Meski belum juara, tapi dia berhasil tembus sebagai finalis. Bukan cuma itu.. DJ Rean lalu menciptakan lagu berlatar musik DJ dan Hasapi. Judulnya Buaya Dikadalin. Keren ya!
Manshur Praditya, Kolaborasikan Angklung dengan Musik Kekinian
Sahabat coba dengerin deh! Ada khas suara musik angklung di lagu ini! Keren, kan? Dan yang memainkannya adalah Manshur Praditya, atau biasa dikenal Manshur angklung. Manshur sudah tertarik dengan angklung sejak duduk di bangku SMK. Ia lalu bertekad untuk mempopulerkan angklung. Dia sampai mendirikan Indo Angklung Gram sebagai wadahnya. Manshur punya moto “Bring Angklung To The Next Level.” Wahhh… keren, kan!
Gazpar Araja, Mengenalkan ‘Sasando’ Sampai ke Luar Negeri
Sahabat, alat musik sasando khas Nusa Tenggara Timur ternyata juga bisa memainkan musik kekinian, lho! Ini buktinya! Yang memainkannya adalah Gazpar Araja. Bahkan dengan sasando, Gazpar pernah pentas di sejumlah negara, yaitu Hongkong, Arab Saudi dan Jepang. Karena kehebatannya juga, Gazpar kerap mentas dengan sejumlah penyanyi ibu kota, seperti Isyana Sarasvati, Maria Calista, Wika Salim dan lainnya. Tentunya dengan diiringi musik kekinian.
Anggun Soraya, Menyampaikan Pesan Lewat Keindahan Tulisan
Seni menulis indah atau kaligrafi ala hand lettering ini adalah kreasi dari Anggun Soraya. Keindahan dalam menyampaikan pesan, inilah yang membuat Anggun serius menekuni hand lettering. Keindahan ini juga yang membuatnya sering didapuk mengisi seminar dan webinar tentang seni hand lettering. Keren kan, sahabat.
Ustaz Hilmi, Mencetak Seniman Kaligrafi Arab
Tak hanya dinikmati karena keindahannya, kaligrafi Arab juga membawa pesan mendalam, karena berisi petikan ayat dalam Al-Quran. Salah satu seniman yang mendalami kaligrafi Arab adalah Hilmi Munawar alias Ustaz Hilmi. Kecintaannya pada kaligrafi Arab sudah muncul sejak mengenyam pendidikan di Madrasah Tsanawiyah. Kini ia aktif mengajar di Pondok Pesantren Lembaga Kaligrafi Al-Quran atau LEMKA. Hebat ya!
Eunice Yao, Menulis Nasihat dan Pesan Bijak Lewat Keindahan Kaligrafi
Sarat akan filosofi, nasihat dan pesan bijak, merupakan ciri khas dari kaligrafi Tionghoa. Seperti itu pula makna dalam aksara Tionghoa yang digoreskan Eunice Yao @graceandbrush, seorang seniman kaligrafi Tionghoa. Meski tak mudah, namun Eunice semangat menekuni kaligrafi Tionghoa yang telah diminatinya sejak SMA. Ia terus berinovasi supaya semakin banyak orang tertarik mempelajari seni ini.
Aditya Bayu Perdana, Melestarikan dan Mempromosikan Aksara Jawa
Aditya Bayu Perdana adalah salah satu dari sedikit anak muda yang tertarik pada keindahan tulisan di prasasti kuno. Ketertarikan ini membuat ia mendalami beragam huruf atau aksara nusantara, salah satunya Jawa. Ia juga mendalami sejarah dan perkembangan aksara Jawa dari masa ke masa. Mulai dari aksara Kawi hingga Hanacaraka. Ia ingin agar keindahan aksara Jawa bisa dikenal banyak orang. Hebat ya, sahabat.