Inspirasi Motif Ulos dalam Busana Kontemporer, Karya Kerri Nabasaria Pandjaitan

Boru yang berarti anak perempuan menjadi label produk busana karya Kerri Nabasaria Pandjaitan. Perempuan Batak ini menghadirkan motif Ulos dalam busana kontemporer yang berkonsep ‘ready to wear’. Tak sendirian, Kerri juga menggandeng para perajin tenun Ulos di Sumatra Utara.

Riska Febrianita, Perancang Busana Kain Lurik Tradisional

Lewat tangan Riska Febrianita, kain lurik disulap menjadi busana kekinian. Bahkan di tahun 2015, Riska sudah meluncurkan produk busana berlabel namanya. Hebatnya lagi, Riska tetap bekerjasama dengan perajin lurik asal Klaten dan Yogyakarta lho.

Tenun Ikat Kreasi Maria Gabriella Isabella

Usianya baru 26 tahun, tapi karyanya di dunia busana berbasis wastra khususnya tenun asal Nusa Tenggara Timur sudah layak diacungi jempol. Bahkan, busana produksi Maria Gabriella Isabella sudah ditampilkan di beberapa ajang fashion, seperti Jakarta Fashion Week 2015 dan Indonesia Fashion Week 2016 dan 2018. Wah… Luar biasa ya!

Andi Azlia Shabirah Labitta Sinjaya, Membuat Busana Kekinian dari Kain Tradisional Lagosi

Di usia yang baru 16 tahun Andi Azlia Shabirah Labitta Sinjaya atau yang akrab disapa Zia, berhasil mengubah kain tradisional Lagosi asal Bugis, Sulawesi Selatan, menjadi busana ready to wear. Sejak kecil Zia memang sudah dekat dengan dunia perajin kain Lagosi. Gadis kelahiran Jakarta tahun 2005 ini pun gemar mendesain pakaian. Wabah virus corona di tahun 2020, menjadi momentum baginya untuk merilis produk busana dengan label namanya.

error: Content is protected !!