PT KAI ‘Blacklist’ Pelaku Pelecehan Seksual

Pelaku pelecehan seksual di Kereta Argo Lawu yang viral di media sosial, diberi sanksi PT. KAI tidak bisa naik kereta api seumur hidup. Mencegah kejadian serupa, PT. KAI akan melakukan sosialisasi melalui berbagai media serta pengumuman di stasiun dan selama dalam perjalanan. Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Lensa Indonesia RTV (@lensaindonesiartv)

Polisi Tetapkan 4 Tersangka Kasus “Bungkus Night”

Viral, poster ajakan berpesta dengan nuansa sensual beredar di media sosial. Polisi langsung bertindak dan membongkar praktik prostitusi berkedok acara “Bungkus Night” tersebut. Dari 8 orang yang diperiksa sebagai saksi, 4 orang ditetapkan sebagai tersangka. Polisi juga menyegel lokasi tempat acara di Kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Lensa Indonesia RTV (@lensaindonesiartv)

Rebutan Pacar, Remaja Berkelahi di Mal

Dipicu rebutan pacar, dua remaja terlibat perkelahian di sebuah mal, di Palembang, Sumatra Selatan. Akibat peristiwa itu, salah satu remaja menderita luka tusuk, sementara pelaku penusukan langsung ditangkap dan dibawa ke Mapolrestabes Palembang. Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku kesal kerap diancam korban, karena pelaku dekat dengan mantan pacar korban.

Pria Berpistol Todong Pengunjung Kafe

Aksi ‘koboi’ atau menodongkan senjata kembali terjadi di salah satu kafe kawasan Jakarta Selatan. Dua orang ditangkap setelah kejadian penodongan itu. Salah satu tersangka berinisial IR, pemilik pistol sekaligus pelaku penodongan. Saat ini keduanya ditahan di Polres Jakarta Selatan.

Jenazah Eril Tiba di Gedung Pakuan Bandung

Jenazah Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril tiba di Gedung Pakuan Bandung, Minggu (12/6) sekitar pukul 20.00 WIB. Jenazah Eril akan dimakamkan di pemakaman keluarga, Cimaung, Kabupaten Bandung, Senin (13/6). Rombongan pengantar jenazah akan berangkat pada pukul 09.00 WIB dari Gedung Pakuan. Sementara, untuk prosesi pemakaman diperkirakan akan dilakukan pada pukul 11.00 WIB. Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Lensa Indonesia RTV (@lensaindonesiartv)

Pelaku Pemukulan di Jalan Tol jadi Tersangka

Polda Metro Jaya menetapkan FM, 22 tahun sebagai tersangka dalam kasus pemukulan terhadap Justin Frederick, di ruas Tol Dalam Kota, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Sabtu (4/6). Menurut keterangan polisi, korban penganiayaan adalah anak dari anggota DPR Komisi XI fraksi PDI-P, Indah Kurnia. Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Lensa Indonesia RTV (@lensaindonesiartv)

Kriminolog: Merasa Insecure Bisa Berujung Pembunuhan

Setiap kisah cinta yang dijalani oleh dua insan manusia, sejatinya ingin berakhir bahagia. Namun, adakalanya kisah cinta tidak berjalan sesuai yang diinginkan. Munculnya orang ketiga, dendam, dan sakit hati, bisa membuat seseorang melakukan tindak kriminal. Kriminolog Chazizah menjelaskan, rasa insecure (merasa tidak aman) saat mengetahui pasangannya dekat dengan orang lain membuat pelaku tega untuk melakukan kejahatan, bahkan menghilangkan nyawa korbannya.

Tak Terima Diceraikan, Warga Palestina Bunuh Mantan Istri

Warga Pagerageung, Tasikmalaya, Jawa Barat, digemparkan dengan tewasnya seorang perempuan di dalam toko kelontong miliknya. Kuat dugaan, korban yang berstatus janda anak dua menjadi korban pembunuhan, lantaran terdapat luka tusukan di tubuhnya dan kaki terikat lakban. Setelah melalui serangkaian penyelidikan, pelaku pembunuhan merupakan mantan suami korban Zahur Bin Hasan warga negara Palestina. Ia dendam, lantaran tidak terima diceraikan 3 bulan sebelumnya.

Wanita di Padalarang Tewas Bersimbah Darah

Pada 8 Mei 2022, warga Padalarang, Jawa Barat, digegerkan dengan penemuan seorang wanita bersimbah darah, dengan luka sayat di bagian leher yang tergeletak di depan rumahnya. Warga pun langsung menolong korban yang berstatus janda anak satu, namun nahas nyawanya tak dapat tertolong.

Sakit Hati & Cemburu Buta Bisa Membuat Seseorang Lakukan Tindak Kriminal

Jalinan asmara antara dua insan yang diwarnai prahara, akan menyimpulkan masalah pelik, terlebih munculnya pihak ketiga. Saat sakit hati, dan cemburu buta, bisa membuat seseorang melakukan tindak kriminal. Menurut Kriminolog Universitas Budi Luhur, Nadia Larasati, merasa posisinya tidak aman (insecure), saat mengetahui orang ia cintai dekat dengan orang lain, membuat pelaku tega menghabisi nyawa korban.

error: Content is protected !!