Membaca wajah dan gerak tubuh adalah keahlian Yudi Candra. Tak main-main, ia sertifikat Scientific Face Reader dari Amerika Serikat tahun 2016 dan sertifikat Disc Profiling Tools tahun 2014. Kemampuan membaca wajah dan gestur tubuh itu pula yang menunjang Yudi dalam membantu banyak pengusaha mulai dari industri makanan hingga pertambangan. Karena itulah ia mendirikan perusahaan startup yang bergerak di bidang pelatihan. Ia melatih mulai dari bidang sales hingga leader perusahaan bagaimana gestur dan ekspresi dalam bersikap kepada klien.
Tag Archives: isyarat
Rudy Ruach Si “Anak Indigo”
Kecerdasan dan kemampuan spiritual tinggi seperti melihat masa depan, melakukan telepati, berkomunikasi dengan alam gaib dan membaca pikiran adalah karakter dari orang indigo. Rudy Ruach @rudyruach menyadari dirinya punya kelebihan itu sejak duduk di bangku SMA. Meski sejatinya Rudy sudah merasakan hal tak biasa yang yang tidak dimiliki anak-anak seusianya, sejak SD. Ketika itu pria kelahiran Aceh tahun 1993 ini merasakan firasat yang begitu kuat sebelum terjadi bencana tsunami Aceh 2004. Karena indigo lah Rudy lantas menjadi pembawa acara reality show di salah satu televisi nasional. Karena popularitasnya menanjak, Rudy punya penggemar tak hanya di Indonesia tapi juga di Malaysia dan Brunei Darussalam.
Kiprah Frans Susanto Sebagai Juru Bahasa Isyarat
Karena melayani warga disabilitas sejak tahun 2002, Frans Susanto belajar bahasa isyarat di komunitas penyandang tunarungu. Ketika itu, ia mempelajari American Sign Language. Lalu tahun 2013 ia belajar bahasa isyarat Indonesia atau Bisindo. Sejak itulah pelayanannya sebagai juru bahasa isyarat berkembang hingga ke ajang internasional seperti di Korea Selatan dan Filipina. Sampai sekarang Frans tetap menjadi penerjemah bahasa isyarat di sejumlah kegiatan, baik secara daring maupun luring. Ia juga aktif memberikan edukasi agar masyarakat dan pelayanan umum semakin infklusif dan aksesibel bagi warga tuli. Namun kesibukannya itu ternyata tak menyurutkan pelayanannya pada penyandang tunarungu yang sudah dijalaninya selama 20 tahun.
Di Balik Profesi Komunikator Hewan
Sejak di bangku SMP, Antonius Bagoes sudah mengenal cara berkomunikasi dengan hewan peliharaan. Ketika itu secara autodidak ia diajari uskup dan pastor di keuskupan Pangkal Pinang. Pengalaman itu terus melekat hingga akhirnya ia menekuninya jadi profesi di tahun 2017. Sebagai komunikator hewan, Antonius biasa berkomunikasi dengan hewan peliharaan seperti anjing, kelinci ular dan kucing. Ia biasa menggali masalah yang dialami hewan–hewan itu secara fisik dan psikologis. Ia pun bisa menyampaikan pesan dari sang pemilik hewan sehingga ia menjadi jembatan penghubung komunikasi antara si hewan dan pemiliknya.