Terbakar Cemburu Buta, Nyawa Istri Tercinta Binasa

Komunikasi dan saling percaya diantara pasangan suami istri, menjadi salah satu kunci penting, dalam menjaga keharmonisan dalam rumah tangga. Namun, rasa curiga pada pasangan hidup bisa memicu runtuhnya keharmonisan bahkan penganiayaan dan pembunuhan. Kriminolog Chazizah Gusnita menilai, kasus pembunuhan dalam keluarga yang dilatarbelakangi cemburu buta yang dialami pelaku, disebabkan bahwa pelaku tidak bisa mengontrol emosinya dengan baik.

Suami Bunuh Istri Lalu Bacok Anaknya

Pada tanggal 31 Juli 2020 lalu, penemuan sesosok jasad perempuan di dalam rumah menggemparkan warga Desa Mojowarno, Jombang, Jawa Timur. Warga juga dihebohkan dengan seorang pemuda yang diketahui merupakan anak korban, dalam kondisi kritis dengan luka bacok di kepala. Menurut keterangan warga, sebelum ditemukan tewas sempat terdengar suara keributan dari dalam rumah korban. Kurang dari 24 jam polisi berhasil menangkap pelaku yang merupakan suami korban.

Akibat Cemburu Buta, Suami Tega Bunuh Istrinya

Kasus pembunuhan perempuan muda tergeletak bersimbah darah di pinggir Jalan Bakal, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, akhirnya polisi menemukan titik terang. Perempuan yang bernama Yohana tersebut tewas di tangan suaminya bernama Rendy. Polisi berhasil menangkap pelaku setelah 5 hari buron. Dari keterangan polisi, Rendy membunuh Yohana karena cemburu, istrinya berkomunikasi dengan pria lain berinisial Y di media sosial.

Akibat Dendam, Petugas Kebersihan Nekat Bunuh Rekan Kerjanya

Akibat dendam, seorang petugas kebersihan di sebuah perusahaan kelapa sawit di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, nekat membunuh rekan kerjanya. Setelah itu, pelaku juga mengambil ponsel korban yang berencana untuk menghubungi keluarga korban untuk meminta uang tebusan. Dari pemeriksaan polisi, pelaku mengaku dendam dan marah kepada korban, karena sering menyuruh pelaku untuk melakukan pekerjaan yang dianggap tidak sesuai dengan tugasnya.

Kriminolog: Pembunuhan Dalam Keluarga Dilatarbelakangi Adanya Konflik yang Belum Selesai

Sejatinya, keluarga menjadi tempat paling aman untuk berlindung setiap individu dari berbagai masalah, dan tekanan persoalan. Namun, ketidakharmonisan dalam keluarga justru bisa menjadi petaka. Menurut kriminolog, Monica Margaret, komunikasi yang dijalin dengan baik dalam keluarga menjadi kunci untuk mencapai kata damai. Apabila proses ini tidak pernah dilalui, maka tidak meutup kemungkinan anggota keluarga yang merasa tertindas, akan melakukan aksi kekerasan bahkan pembunuhan dalam keluarga.

Curiga Akan Disantet, Anak di Lampung Tengah Penggal Kepala Ayahnya

Warga Desa Sendang Rejo, Sendang Agung, Lampung Tengah, Lampung, dikejutkan dengan seorang anak tega membunuh ayahnya dengan cara dipenggal. Aksi sadis tersebut dilakukan, lantaran si anak curiga bahwa ayahnya akan menyantet dirinya.

Diduga Depresi, Seorang Anak Tega Menikam Ayahnya Hingga Tewas

Pada 27 Agustus 2021 lalu, warga di sebuah rumah susun di Kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, dihebohkan dengan munculnya seorang pria paruh baya yang keluar dari dalam kamarnya, dengan kondisi penuh luka tikaman benda tajam di sekujur tubuhnya. Tidak sempat mendapatkan pertolongan medis, pria tersebut tewas saat perjalanan menuju rumah sakit. Sebelum keluar kamar, warga sekitar sempat mendengar pertengkaran antara korban dengan anaknya. Polsek Cengkareng, bergerak cepat untuk menangkap pelaku. Mirisnya, pelaku merupakan anak kandung korban.

error: Content is protected !!