Mahanada Putra Yapari, Penerus Generasi Musik Jazz

Usianya baru 12 tahun, tapi sejak kecil Mahanada Putra Yapari atau biasa disapa Nada, sudah tertarik dengan musik jazz. Hal itulah yang membuat orangtua nada, menyekolahkannya di Jazz Music School. Tak sulit bagi Nada untuk mengenal musik Jazz, sebab sang kakek Jeffrey Tahalele, adalah seorang musisi jazz senior. Kemampuan Nada pun telah ia tunjukkan dalam event-event bertema musik jazz. Salah satunya ia berkesempatan duet bareng Indra Lesmana, dalam acara Mostly Jazz di bali, pada tahun 2016. Bahkan, ia juga berduet dengan penyanyi senior Vina Panduwinata. Keren yah Sahabat…

Ikram Nabil Liando, Cinta Musik ‘Rap’ Sedari Kecil

Setiap orang punya kesempatan yang sama untuk berkarya dan melakukan hal yang mereka suka. Tak terkecuali di bidang musik seperti yang dilakukan rapper cilik bernama Ikram Nabil Liando. Meski masih berusia 13 tahun, Ikram sudah punya 4 lagu sendiri. Kepiawaiannya bernyanyi rap juga mendapat respon dari musisi rap Indonesia seperti Iwa K dan Tuan Tigabelas.

Hyori Dermawan, Harumkan Indonesia di Ajang Internasional

Menjadi penyanyi populer dengan suara yang merdu, pastinya diimpikan banyak orang. Salah satu anak yang punya talenta di bidang seni suara, adalah Hyori Dermawan. Dirinya memulai karir sebagai penyanyi sejak usia 5 tahun. Luar Biasa nya, Hyori berhasil menyabet beberapa juara dalam ajang World Championships Of Performing Arts (WCOPA) di Amerika Serikat.

Siti Ayun Ningrum, Serius Menggeluti Musik Dangdut

Musik dangdut saat ini menjadi tren bagi semua kalangan, mulai dari orang tua, remaja hingga anak –anak. Salah satu orang yang memopulerkan dangdut, adalah Siti Ayun Ningrum (15) atau biasa disapa Ayun. Ayun tertarik musik dangdut saat berusia 4 tahun. Bahkan saat masih kelas 6 SD, Ayun sudah tampil bernyanyi dari panggung ke panggung.

Meiliana Betand, Viral Karena Aksi Spontan Menggambar

Karena membuat gambar dari coret-coretan orang yang ditemuinya secara spontan, nama Meiliana Betand sempat viral di media sosial. Gambarnya mulai dari pegawai swalayan, pelayan toko, hingga orang tua. Sontak pengikut Instagram-nya meningkat drastis jadi 43 ribu, dan salah satu video gambarnya mendapatkan 1 juta penonton. Awalnya Meiliana meminta orang-orang yang ditemuinya secara spontan mencoret bebas di kertas. Ia lantas melanjutkan coretan acak itu hingga menjadi gambar utuh. Selain gambar spontan, ternyata Meiliana pun punya aksi menarik lainnya lho. Ia juga bisa menggambar dari tumpahan kopi dan krim kue.

Improvisasi Keren “Street Dance” Steven Russel dan Joshua Patty

Dunia tari adalah pilihan hidup Steven Russel dan Joshua Patty. Duo penari ini jatuh cinta pada street dance yaitu seni tari modern yang punya ragam improvisasi dan kebebasan ekspresi. Lewat penguasaan berbagai gaya street dance, mereka akhirnya kerap menjuarai berbagai kompetisi. Joshua Patty menjadi juara 1 kompetisi Street Dance Pacific Place Peace 2008, juara 1 Battle Dance Crew Ex 2011, juara 2 Kratingdaeng Power Dance Nasional 2012 dan juara 1 Battle Crew Epicentrum 2013. Sementara Steven meraih best Perform Battle of the year 2015, Champion Catdabeat Funkstyle 2017, serta Top 24 Samurai Battle Japan 2021.

Spontanitas “Stand Up Comedy” ala Darwin Moa

Menanggalkan profesi sebagai pengendara ojek online tahun 2017, Darwin Moa terjun ke dunia komika. Bekal kisah getir hidup kerap ia jadikan sebagai bahan cerita. Dan sejak menjadi komika, pria kelahiran Jakarta tahun 1974 ini tergabung dalam komunitas stand up comedy Jakarta Pusat. Darwin Moa kerap memenangkan kejuaraan stand up comedy. Sebut saja juara 1 kompetisi stand up Uus Cup Jabodetabek tahun 2019 dan juara Ultimate Funniest Comika tahun 2020.

Ego Firnando, Berkarya dan Berprestasi Lewat “Beatbox”

Sosok Ego Firnando merupakan beatboxer Indonesia pertama yang masuk Swiss Beatbox di tahun 2015, lalu tahun 2016 Ego mewakili Indonesia dalam Beatbox Battle Royale di Singapura. Meski hanya menjadi runner-up, pencapaiannya cukup membanggakan karena mampu menyingkirkan 30-an beatboxer Asia dan Eropa. Di tahun 2016 pula ia masuk 16 besar Asia Beatbox Championship di Taiwan, dan tahun 2018 Ego mewakili Indonesia di ajang 5th World Beatbox Championship di Jerman. Edo memang sudah mengasah kemampuan beatbox-nya sejak duduk di bangku SMP. Lenting dari rongga mulutnya mampu menghasilkan bunyi-bunyi ritmis, ketukan drum dan instrumen musik. Tak terkecuali suara tiruan dari bunyi-bunyian lainnya, khususnya suara turntable, hingga akhirnya ia membuat komunitas Nusantara One Beatbox Community.

error: Content is protected !!