Bagi yang pernah nonton film horror, pasti ketakutan sama sosok yang ada di film itu. Entah itu hantu, pocong, atau zombie. Walaupun tau itu hanya riasan, tapi tetap takut dan menyeramkan kan. Itu artinya, penata riasnya sukses. Seperti yang dilakukan oleh Yonna Purnawati Kairupan, seorang seniman tata rias khusus efek. Alih-alih merias kecantikan, Yonna justru jago dalam urusan merias spesial efek, khususnya karakter menyeramkan. Bahkan ia mampu membuat hasil riasannya tampak nyata. Tak heran ia dilibatkan dalam special effect make-up artist di 14 film horor seperti “Jeritan Malam”, “Mata Batin”, dan “Suzanna”.
Tag Archives: seniman tata rias
Ayasha Davierra, Pantomimer Cilik dengan Segudang Prestasi
Salah satu pantomimer cilik berprestasi adalah Ayasha Davierra. Gadis Ia lihai menampilkan beragam karakter dan ekspresi, mulai dari senang, sedih, kaget, hingga mengantuk. Kemahiran berpantomimnya pun sudah mendulang berbagai penghargaan. Sebut saja juara 1 dokumime Yogyakarta 2019, juara 1 Persatuan Seniman Komedian Indonesia 2018, dan 5 besar dalam Festival Lomba Seni Siswa Nasional 2019.
Kreasi Lukis Wajah “Face Painting” ala Anisa Nufus
Tak sekadar memakai riasan, kini banyak orang yang menggemari lukis wajah atau face painting. Baik untuk pentas drama, festival atau menambah keseruan dalam satu acara. Nah salah satu seniman face painting Indonesia adalah Anisa Nufus. Berkecimpung di dunia face panting sejak tahun 2010, Anis sudah memoles ribuan wajah dengan berbagai gambar. Mulai dari bunga, hewan, tokoh super hero, dll. Hebatnya, meski kreasi Anis laris manis, Anis tak pernah pelit ilmu dengan sering mengisi beragam pelatihan.
Made Dyah Agustina Alias Inem Jogja, Tebar Kebaikan Lewat Riasan Badut
Berpakaian tradisional kebaya, dengan riasan wajah ala badut sambil menenteng tas, Inem Jogja siap menjalankan aksinya. Dia akan menyebar virus kebaikan dengan membagikan nasi bungkus, memberikan perlengkapan sekolah hingga sekedar mendengar keluh kesah pedagang, semua itu dia lakoni sejak 2018. Made Dyah Agustina adalah sosok dibalik riasan ini. Ia terinspirasi dari tarian edan-edanan khas Jawa yang berfungsi sebagai tolak bala dari pengaruh negatif. Made berani meninggalkan pekerjaannya sebagai dosen seni tari di Universitas Sanata Dharma untuk lebih fokus membantu sesama. Made berharap kehadiran Inem, bisa menjadi pelayan masyarakat.