Sistem Buka-Tutup Terminal Bus Selawat
Sahabat RTV, pengoperasian bus selawat bagi jemaah haji Indonesia di Makkah pada hari Jumat mengalami penyesuaian jadwal. Bus yang melayani transportasi jemaah dari hotel menuju Masjidil Haram maupun sebaliknya kini dihentikan lebih awal dibanding hari-hari sebelumnya.
Jika biasanya operasional bus selawat pada hari Jumat berlangsung hingga pukul 10.00 waktu Arab Saudi, mulai pekan ini layanan tersebut ditutup sementara sejak pukul 08.00 pagi waktu setempat.
Tiga Terminal Utama Ditutup Lebih Awal
Penyesuaian ini berlaku di tiga terminal utama layanan bus selawat, yakni Terminal Ajyad, Syib Amir, dan Terminal Jabal Ka’bah.
Penghentian sementara operasional dilakukan untuk mendukung pengaturan arus jemaah sekaligus persiapan pelaksanaan salat Jumat di Masjidil Haram yang selalu dipadati jutaan jemaah dari berbagai negara.
Sahabat RTV, menjelang waktu salat Jumat, kawasan sekitar Masjidil Haram memang mengalami lonjakan kepadatan yang sangat tinggi. Karena itu, pengaturan transportasi menjadi langkah penting untuk menjaga kelancaran mobilitas jemaah serta mengurangi risiko penumpukan di terminal.
Jemaah Diminta Atur Waktu Keberangkatan
Kepala Pos Terminal Syib Amir, AKP Dr. Iswan Brandes, menjelaskan bahwa penghentian sementara arus bus dilakukan seiring meningkatnya kepadatan jemaah dari seluruh dunia menjelang salat Jumat.
Ia mengimbau jemaah Indonesia yang ingin melaksanakan salat Jumat di Masjidil Haram agar menyesuaikan waktu keberangkatan dan datang lebih awal sebelum penutupan terminal dilakukan.
Dengan pengaturan ini, diharapkan kepadatan di terminal dan area sekitar masjid dapat lebih terkendali sehingga jemaah tetap dapat beribadah dengan aman dan nyaman.
Jumlah Jemaah di Makkah Terus Bertambah
Sementara itu sahabat RTV, jumlah jemaah haji Indonesia yang telah tiba di Kota Makkah terus meningkat setiap harinya. Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Haji dan Umrah, jumlah jemaah Indonesia yang saat ini sudah berada di Makkah mencapai 182.356 orang.
Dengan semakin padatnya aktivitas ibadah dan mobilitas jemaah di Kota Makkah, pemerintah terus mengingatkan seluruh jemaah agar mematuhi arahan petugas, menjaga kondisi kesehatan, serta memperhatikan jadwal operasional transportasi agar perjalanan ibadah tetap berjalan lancar menjelang puncak haji.
