[UPDATE HAJI] Persiapan Tenda Armuzna dan Transportasi Jelang Puncak Haji
Sahabat RTV, persiapan menjelang puncak ibadah haji 2026 di Arafah terus dimatangkan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Hingga saat ini, kesiapan tenda bagi jemaah haji Indonesia dilaporkan telah mencapai sekitar 90 persen.
Tak hanya kesiapan tenda, pemerintah juga terus memantau sarana transportasi yang nantinya akan digunakan untuk mendukung mobilitas jemaah selama fase Armuzna atau Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Armada Bus untuk Puncak Haji Mulai Dicek
Dirjen Pelayanan Haji dan Umrah sekaligus Ketua PPIH Arab Saudi 2026, Ian Heryawan, menjelaskan bahwa armada bus yang disiapkan nantinya akan melayani pergerakan jemaah Indonesia mulai dari Makkah menuju Arafah, lalu ke Muzdalifah hingga Mina.
Menurutnya, sekitar 25 persen armada bus yang akan digunakan sudah menjalani pengecekan kelayakan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh kendaraan aman dan siap beroperasi saat jutaan jemaah mulai bergerak menuju lokasi puncak haji.
Sahabat RTV, transportasi memang menjadi salah satu aspek paling krusial dalam penyelenggaraan haji, mengingat perpindahan jemaah dalam jumlah besar harus dilakukan dalam waktu yang relatif singkat.
Penempatan Tenda Diatur Lebih Ketat
Selain armada bus, kesiapan tenda jemaah juga terus dipantau secara berkala. Pemerintah memastikan kapasitas tenda mencukupi untuk seluruh jemaah Indonesia yang akan menjalani wukuf di Arafah.
Ian Heriawan menjelaskan bahwa tahun ini akan diterapkan mekanisme baru dalam penempatan jemaah di tenda. Nantinya, setiap tenda akan diberi label dan informasi kapasitas agar penempatan jemaah lebih tertata.
Kemungkinan penempatan antar kloter juga akan dipisahkan menyesuaikan kapasitas tenda yang tersedia. Selain itu, petugas khusus akan ditempatkan di berbagai titik untuk memastikan jemaah tidak melakukan mobilisasi di luar area yang telah ditentukan.
Langkah ini dilakukan untuk mengurangi kepadatan sekaligus memudahkan pengawasan terhadap jemaah selama puncak ibadah berlangsung.
Cuaca Panas Jadi Tantangan
Sahabat RTV, di tengah persiapan tersebut, kondisi cuaca di Makkah dan sekitarnya juga menjadi perhatian serius. Saat ini suhu udara di Kota Makkah berkisar antara 31 hingga 44 derajat Celsius.
Cuaca panas ekstrem ini membuat petugas terus mengimbau jemaah untuk menjaga kesehatan dengan memperbanyak minum air putih secara berkala dan mengurangi aktivitas di luar ruangan pada siang hari.
Petugas juga mengingatkan jemaah agar selalu membawa perlengkapan pelindung diri seperti topi, payung, sandal, masker, dan perlengkapan lain yang dapat membantu mengurangi paparan panas matahari secara langsung.
Dengan semakin dekatnya puncak haji, pemerintah berharap seluruh persiapan dapat selesai tepat waktu sehingga jemaah Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk di Tanah Suci.
