Video Terkini
Mitigasi Jemaah di Armuzna, Kementerian Haji dan Umrah Matangkan Persiapan Pelayanan
MAKKAH, Lensa Indonesia RTV – Persiapan demi persiapan jelang puncak haji, yang dijadwalkan mulai pada tanggal 9 Dzulhijah atau 26 Mei mendatang, terus dilakukan. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus mematangkan persiapan pelayanan puncak ibadah haji. Dua poin penting yang menjadi perhatian Kemenhaj, adalah yang menjadi manajemen alur pergerakan jemaah serta kesiapan fasilitas.
Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kemenhaj Ian Heriyawan dan Inspektur Jenderal Kemenhaj Dendi Suryadi memberikan perhatian khusus pada kesiapan transportasi bus taraduddi yang melayani kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Langkah ini diambil untuk meminimalkan potensi hambatan mobilitas jemaah di tengah kepadatan.
“Ini untuk memitigasi apabila terjadi kemacetan, kita akan ambil langkah-langkah terutama nanti pergeseran pada saat dari Muzdalifah ke Mina ini. Karena seringkali keterlambatan bus, jadi bisa kita antisipasi,” ujar Ian
Selain transportasi, tim juga memverifikasi kapasitas tenda wukuf di Arafah. Pemetaan area dilakukan secara mendetail berdasarkan nama dan kelompok terbang (kloter) guna menghindari penumpukan. Ian menyebut kesiapan fasilitas di Armuzna saat ini telah melampaui angka 90%.
“Kita harus memastikan bahwa setiap kapasitas tenda itu cukup untuk seluruh jamaah,” tegasnya seraya memastikan pemenuhan hak jemaah demi kelancaran puncak haji.
Di sisi pengawasan, Irjen Kemenhaj Dendi Suryadi mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan petugas khusus yang sudah dibekali pelatihan sejak di Tanah Air. Fokusnya adalah memantau aktivitas jemaah yang keluar dari tenda saat di Arafah, termasuk jemaah yang berniat mengunjungi Jabal Rahmah.
Petugas akan ditempatkan di titik-titik strategis untuk menjamin keamanan dan memantau posisi jemaah secara berkala.
Dalam sepekan terakhir, PPIH Arab Saudi sudah tiga kali melakukan pengecekan fasilitas di Armuzna. Dendi menegaskan bahwa pengecekan secara berulang akan terus dilakukan guna memastikan seluruh aspek teknis dan non-teknis siap melayani jemaah pada puncak haji mendatang.
Dian Palupi, RTV.
