[UPDATE HAJI] Wamenhaj Tiba di Arab Saudi, dan Hampir Seluruh Jemaah Sudah Tiba di Makkah
Sahabat RTV, menjelang puncak ibadah haji 2026, hampir seluruh jemaah haji Indonesia kini telah tiba di Arab Saudi. Berdasarkan data terbaru yang diterima, lebih dari 86 persen jemaah haji Indonesia sudah diberangkatkan dari berbagai embarkasi di Tanah Air menuju Tanah Suci.
Total jemaah yang telah diterbangkan mencapai 185.393 orang yang terbagi dalam 478 kelompok terbang atau kloter. Kedatangan jemaah ke Makkah pun masih terus berlangsung secara bertahap menjelang dimulainya puncak ibadah haji.
Pengamanan Kota Makkah Diperketat
Sahabat RTV, seiring semakin dekatnya pelaksanaan puncak haji, otoritas Arab Saudi juga terus memperketat pengamanan di seluruh wilayah Kota Makkah.
Aparat kepolisian Saudi kini melakukan penjagaan dan pemeriksaan ketat di berbagai titik akses masuk menuju Makkah guna memastikan hanya jemaah yang memiliki izin resmi yang dapat memasuki area pelaksanaan haji.
Langkah ini merupakan bagian dari penerapan kebijakan Laa Hajj Bilaa Tasrih atau tidak ada haji tanpa izin resmi yang tahun ini ditegakkan lebih ketat oleh pemerintah Arab Saudi.
Pemeriksaan dilakukan terhadap dokumen penting seperti visa haji, kartu nusuk, hingga identitas resmi jemaah di sejumlah pos pemeriksaan dan gerbang masuk kota.
Wamenhaj Tiba di Arab Saudi
Sementara itu, sahabat RTV, Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, juga telah tiba di Arab Saudi.
Dalam penyelenggaraan haji tahun ini, Dahnil akan bertugas sebagai Naib Amirul Hajj mendampingi Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, yang bertindak sebagai Amirul Hajj.
Kehadiran pimpinan penyelenggara haji Indonesia di Arab Saudi dilakukan untuk memastikan seluruh pelayanan dan persiapan puncak haji berjalan sesuai rencana.
Cuaca Panas Jadi Tantangan Jemaah
Selain pengamanan, kondisi cuaca di Makkah juga menjadi perhatian serius bagi petugas PPIH Arab Saudi. Saat ini suhu udara di Kota Makkah dan sekitarnya berkisar antara 32 hingga 45 derajat Celsius dengan tingkat kelembaban udara hanya sekitar 16 persen.
Cuaca panas dan udara yang sangat kering tersebut membuat jemaah rentan mengalami dehidrasi, kelelahan, hingga gangguan kesehatan lainnya jika tidak menjaga kondisi tubuh dengan baik.
Karena itu, petugas terus mengimbau jemaah agar tidak melakukan aktivitas berlebihan saat suhu sedang tinggi, terutama pada siang hari.
Sahabat RTV, jemaah juga diingatkan untuk memperbanyak minum air putih, menggunakan pelindung diri seperti payung dan topi, serta menjaga waktu istirahat agar kondisi fisik tetap prima menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina yang akan dimulai pada 8 Zulhijah atau sekitar 25 Mei 2026 mendatang.
