Video Terkini
Makanan Siap Santap, Andalan Kemenhaj Saat Puncak Haji
MAKKAH, Lensa Indonesia RTV – Selama masa puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyediakan makanan siap santap atau ready to eat bagi jemaah haji Indonesia. Makanan siap santap ini akan dibagikan menjelang puncak haji hingga setelahnya.
Pemilihan makanan siap santap ini sudah melalui berbagai pertimbangan, yang paling utama adalah dari segi kepraktisan. Di tengah kepadatan jutaan jemaah, makanan siap santap dinilai lebih mudah didistribusikan.
Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff mengatakan ada empat pertimbangan utama di balik penggunaan makanan siap santap bagi jemaah haji Indonesia. Pertama, kecepatan distribusi makanan ke hotel-hotel jemaah. Kedua, kemudahan konsumsi di tengah mobilitas tinggi selama Armuzna. Ketiga, daya tahan makanan yang lebih panjang di tengah cuaca panas Arab Saudi. Keempat, tetap terpenuhinya standar gizi, kebersihan, dan keamanan pangan.
“Teknologi pengolahan makanan yang digunakan memungkinkan makanan tetap higienis dan aman dikonsumsi dalam jangka waktu lebih panjang tanpa mengurangi kualitasnya,” katanya.
Selama fase puncak haji atau Armuzna, jemaah haji Indonesia akan menerima total 15 porsi makanan bercita rasa Nusantara yang disediakan syarikah. Saat pelaksanaan puncak haji, hanya pihak syarikah yang diperkenankan beroperasi di lokasi, sehingga distribusi makanan pun dilakukan oleh pihak syarikah.
Maria menambahkan, Kemenhaj memastikan menu makanan siap santap tetap disusun dengan cita rasa Nusantara agar sesuai dengan lidah jemaah Indonesia. Makanan lezat itu pun bisa mengobati rasa rindu terhadap makanan kampung halaman selama berada di Tanah Suci.
MCH 2026 Makkah, Dian Palupi, RTV.
