Video Terkini
Robek Penanda KBIHU di Tenda Arafah, Wamen : yang Tidak Tertib Tolong Ditegur
MAKKAH, Lensa Indonesia RTV – Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak merobek penanda yang dipasang oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) di tenda Arafah, tanpa ijin. Dahnil juga langsung menegur syarikah atau perusahaan lokal Arab Saudi, yang bekerjasama dengan Kemenaj, yang membiarkan tempelan tersebut terpasang di sejumlah tenda.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, sejumlah tenda, baik yang dikelola syarikah Rakeen maupun Duyuful Bait, terdapat tempelan nama kloter dan tulisan KBIHU. Bahkan dalam kertas yang yang ditempel di pintu masuk, mereka mencantumkan logo syarikah agar terkesan resmi, padahal, yang melakukan pengkavlingan ini adalah KBIHU. Dahnil menambahkan, KBIHU ini, memilih tenda sendiri tanpa sepengetahuan dan ijin dari Kementerian Haji dan Umrah.
“Yang gak tertib tolong ditegur,” kata Dahnil saat meninjau tenda Arafah bersama sejumlah Amirul Hajj.
Menurut Dahnil, tindakan para KBIHU yang mengkavling tenda-tenda ini merugikan jemaah haji.
“Tahun kemarin banyak jemaah yang tidak dapat tenda gara-gara perilaku ini,” kata Dahnil.
Dahnil juga meminta syarikah untuk tidak membiarkan para KBIHU mengatur sendiri tenda-tenda jemaah saat di Arafah maupun Mina.
Dahnil menegaskan, yang berhak mengatur penempatan jemaah di tenda Arafah hanyalah PPIH Arab Saudi.
Dahnil mengingatkan KBIHU yang tidak tertib dan tidak mengikuti aturan, maka akan dikenakan sanksi. Bahkan izinnya bisa dicabut. Karena tindakan KBIHU ini merugikan jemaah.
MCH 2026, Dian Palupi, RTV.