Sebanyak 10 pos petugas haji disiagakan di sekitar Masjidil Haram, Makkah, untuk membantu jemaah calon haji Indonesia yang mengalami kesulitan saat beribadah. Kepala Sektor Khusus Masjidil Haram Latief Wibawa menjelaskan, 10 titik penjagaan tersebut berada di lokasi-lokasi krusial bagi jemaah Indonesia. Petugas yang berjaga terdiri dari layanan kesehatan, pembimbing ibadah, perlindungan jemaah, hingga pelayanan khusus lansia dan disabilitas. #haji2026 #hajiindonesia #jemaahhaji
Author Archives: Admin News RTV
Prabowo Goyang “Tabola Bale” Bersama Warga Miangas
Presiden Prabowo Subianto ikut larut dalam suasana meriah saat mengunjungi Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Sabtu (9/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, Prabowo tampak berjoget bersama warga mengikuti lagu “Tabola Bale” yang diputar di lokasi acara. Prabowo juga terlihat berinteraksi hangat dengan warga dan sejumlah pelajar saat meninjau kegiatan di wilayah perbatasan Indonesia tersebut. #presidenprabowo #prabowo #tabolabale #pulaumiangas
Update Haji, 303 Kloter Telah Diberangkatkan ke Tanah Suci
Sahabat RTV, hingga Jumat (8/5/2026), operasional penyelenggaraan ibadah haji dilaporkan berjalan lancar. Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah Ichsan Marsha menyebut sebanyak 303 kloter dengan total 117.452 jemaah serta 1.209 petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Selain jemaah haji reguler, tercatat sebanyak 2.958 jemaah haji khusus juga telah tiba di Arab Saudi untuk menjalankan rangkaian ibadah haji tahun 2026. #haji2026 #hajiindonesia #jemaahhaji
Kedatangan Jemaah Calon Haji Gelombang II di Makkah
Sahabat RTV, suasana di kawasan Syisyah tampak ramai sejak usai salat Subuh. Aktivitas para jemaah calon haji Indonesia terlihat begitu padat, terutama di sekitar hotel-hotel pemondokan jemaah. Salah satunya di hotel sektor satu nomor 130 yang menjadi tempat tinggal jemaah asal embarkasi Solo. Banyak jemaah terlihat baru kembali dari Masjidil Haram setelah melaksanakan salat Subuh. Sebagian di antaranya memilih beribadah langsung di Masjidil Haram dan kembali ke hotel menjelang pagi untuk beristirahat sebelum melanjutkan aktivitas ibadah lainnya. Jemaah Gelombang Kedua Mulai Jalani Umrah Wajib Sahabat RTV, jemaah haji Indonesia gelombang kedua yang mulai tiba di Kota Makkah kini mulai melaksanakan umrah wajib. Mereka merupakan jemaah yang tiba di Makkah sejak Kamis siang hingga sore waktu Arab Saudi. Berbeda dengan gelombang pertama yang terlebih dahulu singgah di Madinah, jemaah gelombang kedua langsung terbang dari embarkasi masing-masing di Indonesia menuju Bandara Jeddah sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah. Setibanya di Makkah, para jemaah biasanya diberikan waktu untuk beristirahat sejenak sebelum menjalankan rangkaian umrah wajib di Masjidil Haram. Lebih dari 13 Ribu Jemaah Tiba Bersamaan Berdasarkan data terbaru, lebih dari 13.000 jemaah masuk ke Kota Makkah secara bersamaan. Dari jumlah tersebut, sekitar 5.795 jemaah merupakan bagian dari gelombang kedua yang berasal dari 15 embarkasi di Indonesia. Sementara itu, sebanyak 7.114 jemaah lainnya berasal dari rombongan gelombang pertama yang bergerak dari Madinah menuju Makkah secara bertahap. Kedatangan jemaah dalam jumlah besar ini membuat aktivitas di kawasan hotel pemondokan maupun area sekitar Masjidil Haram semakin padat. Meski demikian, petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan seluruh layanan tetap berjalan normal. Jemaah Gelombang Kedua Sudah Berihram dari Indonesia Sahabat RTV, ada aturan khusus bagi jemaah gelombang kedua. Mereka diwajibkan mengenakan pakaian ihram sejak dari embarkasi di Indonesia. Selama perjalanan udara, para jemaah mengambil miqat di kawasan Yalamlam. Dengan demikian, saat pesawat mendarat di Jeddah dan jemaah tiba di Makkah, mereka sudah dalam keadaan berihram dan siap melaksanakan umrah wajib. Kondisi ini tentu membutuhkan stamina yang prima, apalagi cuaca di Makkah saat ini mulai memasuki musim panas. Karena itu, petugas terus mengingatkan jemaah agar menjaga kesehatan, cukup beristirahat, serta memperbanyak minum air putih agar tetap fit menjelang puncak ibadah haji mendatang.
100.125 Jemaah Calon Haji Tiba di Tanah Suci, 72 Orang Dirawat di Rumah Sakit
MAKKAH, Lensa Indonesia RTV – Lebih dari 100.125 jemaah calon haji Indonesia tercatat sudah berada di Tanah Suci, baik di Madinah maupun Makkah. Sejak Kamis (7/5/2026), jemaah haji gelombang 2 tiba di Arab Saudi, dimana mereka langsung terbang ke Jeddah-Makkah dan bersiap untuk rangkaian puncak haji. Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Ichsan Marsha menjelaskan bahwa berdasarkan data hingga memasuki hari ke-17 operasional penyelenggaraan ibadah haji, sebanyak 103.690 jemaah dan 1.064 petugas yang tergabung dalam 367 kelompok terbang (kloter) telah berangkat ke Arab Saudi. Sebanyak 100.125 jemaah haji dan 1.028 petugas yang tergabung dalam 258 kloter sudah mendarat di Madinah. Dari jumlah tersebut, 42.340 jemaah dan 436 petugas yang tergabung dalam 109 kloter sudah berpindah dan tiba di Makkah. Para jemaah haji yang tiba di Makkah sudah melaksanakan umrah wajib dan mempersiapkan diri menuju puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Sementara itu, 2 orang jemaah calon haji meninggal dunia pada Rabu (6/5/2026), yakni Akhmad Nurokhman Zaini dari Brebes, Jawa Tengah yang tergabung dalam Kloter SOC 08 dan Aman Satim dari Tangerang, Banten yang tergabung dalam kloter JKB 05. “Dengan demikian, hingga saat ini total jemaah wafat sebanyak 12 orang. Adapun, penyebab wafat yang paling banyak adalah penyumbatan pembuluh darah ke jantung serta radang paru-paru. Kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Ichsan. Ichsan menambahkan, berdasarkan data terakhir, tercatat 14.919 orang berobat rawat jalan, 153 jemaah yang dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan total 271 jemaah haji Indonesia dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi, dengan 72 jemaah masih menjalani perawatan di rumah sakit. Dari Media Center Haji, Makkah Arab Saudi, Dian Palupi, RTV.
Jangan Tergiur Tawaran Haji Ilegal
Sahabat RTV, antrean ibadah haji di Indonesia memang terkenal cukup panjang. Di beberapa provinsi, masa tunggunya bahkan bisa mencapai puluhan tahun. Namun karena lamanya antrean ini, sebagian orang justru tergoda dengan tawaran berangkat haji tanpa antre menggunakan visa yang tidak jelas atau jalur ilegal. Padahal sahabat RTV, pemerintah Indonesia maupun otoritas Arab Saudi sudah berkali-kali mengingatkan bahwa praktik haji ilegal sangat berbahaya dan berisiko tinggi. Belakangan ini bahkan sudah ada sejumlah kasus penangkapan terhadap orang-orang yang nekat mencoba masuk ke Makkah tanpa izin resmi. Nekat Masuk Makkah Lewat Gurun Pasir Salah satu kasus yang sempat ramai adalah lima warga Mesir yang mencoba masuk ke Kota Makkah dengan berjalan kaki melewati gurun pasir. Mereka diketahui tidak memiliki visa haji resmi namun tetap nekat melanjutkan perjalanan di tengah panas ekstrem. Akibat aksinya itu, mereka akhirnya ditangkap aparat keamanan Arab Saudi. Selain menghadapi proses hukum, para pelanggar juga terancam deportasi karena melanggar aturan ketat musim haji. Warga Pakistan dan WNI Juga Ditangkap Kasus serupa juga terjadi pada seorang warga Pakistan yang sudah lama tinggal atau menjadi mukimin di Makkah. Ia diduga mencoba menyelundupkan lima warga senegaranya masuk ke Makkah tanpa izin resmi. Namun upaya tersebut berhasil digagalkan aparat keamanan Arab Saudi. Tak hanya itu sahabat RTV, sebelumnya polisi Saudi juga menangkap beberapa warga negara Indonesia yang diduga terlibat penawaran haji ilegal dan praktik penipuan jasa badal haji. Beberapa di antaranya diketahui merupakan mukimin yang sudah lama tinggal di Arab Saudi. Fenomena ini menunjukkan bahwa musim haji sering dimanfaatkan oknum tertentu untuk mencari keuntungan secara ilegal. Modusnya bermacam-macam, mulai dari menawarkan keberangkatan dengan visa nonhaji hingga penawaran badal haji palsu atau abal-abal. Pemerintah Ingatkan Jangan Tergiur Menanggapi maraknya praktik tersebut, Kementerian Haji dan Umrah kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran haji menggunakan visa selain visa haji resmi. Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, menegaskan bahwa ibadah haji hanya dapat dilakukan menggunakan visa haji resmi yang sesuai ketentuan pemerintah Arab Saudi. Ia juga menyebut pemerintah Indonesia mendukung penuh kebijakan Arab Saudi terkait prinsip “Laa Hajj Bilaa Tasrih” atau tidak ada haji tanpa izin resmi. Pemerintah menegaskan tidak akan melakukan intervensi terhadap proses hukum bagi pelanggar aturan haji ilegal. Denda Fantastis dan Ancaman Deportasi Sahabat RTV, tahun ini pemerintah Arab Saudi memang memperketat pengawasan pelaksanaan ibadah haji. Hanya jemaah yang memiliki izin resmi yang diperbolehkan masuk ke Makkah dan area pelaksanaan haji. Bagi pelanggar, sanksinya sangat berat. Denda yang dikenakan bisa mencapai 20.000 hingga 100.000 riyal Saudi atau sekitar Rp92 juta hingga Rp461 juta. Tak hanya itu, pelaku dan fasilitator haji ilegal juga bisa dikenai deportasi serta larangan masuk ke Arab Saudi selama 10 tahun. Karena itu, sahabat RTV, masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya dengan iming-iming berangkat haji cepat tanpa antre. Pastikan seluruh proses keberangkatan dilakukan melalui jalur resmi agar ibadah dapat berjalan aman, nyaman, dan sesuai aturan yang berlaku.
[LIVE DARI MAKKAH] JEMAAH GELOMBANG II LANGSUNG MELAKSANAKAN UMRAH
Sahabat RTV, suasana kedatangan jemaah calon haji Indonesia gelombang kedua mulai terlihat di berbagai hotel pemondokan di Makkah. Jurnalis RTV, Dian Palupi, melaporkan langsung dari Jalal Mutamaiz Hotel di kawasan Raudhah, tempat jemaah kloter 15 embarkasi Batam dijadwalkan tiba dan menempati hotel tersebut. Gelombang Kedua Langsung Menuju Makkah Sahabat RTV, ada perbedaan cukup mencolok antara gelombang pertama dan gelombang kedua jemaah haji tahun ini. Jika pada gelombang pertama para jemaah terlebih dahulu singgah di Madinah, maka pada gelombang kedua jemaah langsung diterbangkan dari embarkasi masing-masing menuju Bandara Jeddah sebelum masuk ke Kota Makkah. Perbedaan lainnya adalah terkait pelaksanaan ihram. Jemaah gelombang kedua sudah mengenakan pakaian ihram sejak dari embarkasi di Indonesia. Selama perjalanan udara, mereka mengambil miqat di kawasan Yalamlam, sehingga ketika tiba di Makkah para jemaah sudah dalam keadaan berihram dan siap melaksanakan umrah wajib. Rencananya, rombongan jemaah asal Batam ini akan melaksanakan umrah wajib pada malam hari setelah beristirahat terlebih dahulu di hotel untuk memulihkan kondisi fisik pascaperjalanan panjang. Ribuan Jemaah Tiba di Hari Pertama Gelombang Kedua Berdasarkan data terbaru yang diterima, sepanjang Kamis, 7 Mei 2026, jumlah jemaah gelombang kedua yang mendarat di Jeddah dan langsung masuk ke Makkah mencapai 5.795 orang. Mereka berasal dari 15 kelompok terbang (kloter) dari berbagai embarkasi di Indonesia. Namun sahabat RTV, kedatangan jemaah dari Madinah ke Makkah juga masih berlangsung secara bersamaan. Pada hari yang sama, tercatat sekitar 7.114 jemaah dari 20 kloter diberangkatkan dari Madinah menuju Makkah. Dengan demikian, arus kedatangan jemaah ke Kota Makkah saat ini berlangsung sangat padat dan dilakukan secara simultan. Cuaca Panas Jadi Perhatian Utama Di tengah tingginya mobilitas jemaah, kondisi cuaca di Makkah juga menjadi perhatian serius. Saat ini, Kota Makkah mulai memasuki musim panas dengan suhu siang hari berkisar antara 38 hingga 42 derajat Celsius. Kondisi ini membuat kesehatan dan daya tahan tubuh jemaah menjadi fokus utama Kementerian Haji dan Umrah. Petugas terus mengingatkan jemaah agar menjaga kondisi fisik, memperbanyak minum air putih, serta tidak memaksakan diri melakukan aktivitas berat di bawah terik matahari. Hal ini penting karena seluruh jemaah diharapkan tetap dalam kondisi prima menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina yang dijadwalkan dimulai pada 8 Zulhijah mendatang. Dengan jumlah jemaah yang terus bertambah setiap hari, kesiapan layanan akomodasi, transportasi, kesehatan, dan bimbingan ibadah menjadi kunci penting agar seluruh rangkaian ibadah haji tahun ini dapat berjalan aman dan lancar bagi jemaah Indonesia.
Jemaah Calon Haji Gelombang II Tiba di Makkah
Sahabat RTV, kedatangan jemaah calon haji Indonesia gelombang kedua di Makkah terus berlangsung. Sebanyak 5.795 jemaah tiba di Kota Makkah dan terbagi dalam 15 kelompok terbang (kloter) yang berasal dari 11 embarkasi di Indonesia. Para jemaah ini merupakan bagian dari gelombang kedua yang diberangkatkan langsung dari Tanah Air menuju Arab Saudi melalui Bandara Jeddah sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah. Sementara itu, arus kedatangan jemaah dari Madinah menuju Makkah juga masih terus berjalan secara bertahap. Berdasarkan data terbaru, jumlah jemaah calon haji Indonesia yang saat ini sudah berada di Kota Makkah mencapai lebih dari 42.000 orang. Mereka berasal dari sekitar 110 kloter yang telah tiba sejak awal musim haji tahun 2026. Sahabat RTV, seluruh jemaah nantinya akan ditempatkan di berbagai wilayah pemondokan jemaah Indonesia yang tersebar di beberapa kawasan utama di Makkah, seperti Syisyah, Misfalah, Jarwal, Aziziyah, dan Raudhah. Setiap wilayah telah disiapkan dengan sistem pelayanan terpadu guna memastikan kenyamanan jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Ketua Daerah Kerja Makkah, Ihsan Faisal, memastikan seluruh layanan bagi jemaah telah siap menyambut kedatangan gelombang kedua. Menurutnya, pelaksanaan pelayanan pada gelombang pertama berjalan cukup lancar, mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga layanan kesehatan dan bimbingan ibadah. Ia juga menegaskan bahwa pengalaman pada gelombang pertama menjadi bahan evaluasi sekaligus persiapan untuk memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada jemaah gelombang kedua. Dengan kesiapan tersebut, pemerintah berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman. Di tengah meningkatnya jumlah jemaah di Makkah, petugas juga terus mengingatkan pentingnya menjaga kondisi kesehatan, terutama karena cuaca di Kota Makkah saat ini sudah memasuki musim panas dengan suhu yang cukup tinggi pada siang hari. Jemaah diimbau untuk cukup beristirahat, memperbanyak konsumsi air putih, dan tidak memaksakan diri melakukan aktivitas fisik berlebihan. Sahabat RTV, dengan kesiapan layanan yang terus dimatangkan serta koordinasi yang dilakukan oleh petugas haji Indonesia di Arab Saudi, diharapkan seluruh rangkaian ibadah haji tahun ini dapat berjalan lancar hingga puncak pelaksanaan haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina mendatang.
[LIVE DARI MAKKAH] HOTEL BERSIAP SAMBUT JEMAAH GELOMBANG KEDUA
Sahabat RTV, suasana penyambutan jemaah calon haji Indonesia terus berlangsung di Syisyah. Jurnalis RTV, Dian Palupi, melaporkan langsung dari depan salah satu hotel tempat jemaah asal embarkasi Solo baru saja tiba setelah melakukan perjalanan dari Madinah menuju Kota Makkah. Kedatangan jemaah ini menjadi bagian dari arus perpindahan gelombang pertama jemaah haji Indonesia dari Madinah ke Makkah yang masih terus berlangsung hingga saat ini. Para jemaah langsung diarahkan menuju hotel masing-masing untuk beristirahat sebelum melanjutkan rangkaian ibadah di Tanah Suci. Persiapan Sambut Gelombang Kedua Tak hanya fokus melayani jemaah dari Madinah, petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi juga mulai bersiap menyambut kedatangan jemaah gelombang kedua yang dijadwalkan mulai tiba pada 7 Mei 2026 mendatang. Berbeda dengan gelombang pertama yang lebih dulu singgah di Madinah, jemaah gelombang kedua akan diberangkatkan langsung dari berbagai embarkasi di Indonesia menuju Bandara Jeddah sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah. Sahabat RTV, berdasarkan data terbaru pada Rabu, 6 Mei 2026, jumlah jemaah yang masuk ke Kota Makkah dalam satu hari mencapai 7.802 orang. Angka tersebut merupakan jumlah kedatangan harian dan belum termasuk total keseluruhan jemaah yang sudah berada di Makkah sejak awal musim haji. Cuaca Panas Jadi Perhatian Serius Di tengah tingginya arus kedatangan jemaah, kondisi cuaca di Makkah saat ini juga menjadi perhatian utama. Kota Makkah diketahui mulai memasuki musim panas dengan suhu udara yang sangat tinggi pada siang hari. Kondisi ini berpotensi menyebabkan penurunan kesehatan, terutama bagi jemaah lansia dan penyandang disabilitas. Karena itu, Kementerian Haji dan Umrah terus mengintensifkan edukasi kesehatan kepada para jemaah. Petugas layanan bimbingan ibadah mengimbau agar jemaah tidak terlalu memaksakan diri melakukan ibadah sunnah secara berlebihan. Jemaah yang telah menunaikan umrah wajib juga disarankan untuk tidak melakukan umrah berulang kali lebih dari tiga kali sebelum pelaksanaan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna yang diperkirakan dimulai pada 8 Zulhijah atau sekitar 25 Mei 2026. Edukasi Door to Door untuk Lansia dan Disabilitas Sahabat RTV, edukasi kepada jemaah tidak hanya dilakukan secara kelompok, tetapi juga secara door to door atau dari pintu ke pintu. Metode ini diterapkan khusus bagi jemaah yang membutuhkan perhatian lebih, seperti lansia dan penyandang disabilitas. Melalui pendekatan langsung ini, petugas memastikan seluruh informasi penting terkait kesehatan, tata cara ibadah, hingga persiapan menghadapi puncak haji dapat dipahami dengan baik oleh seluruh jemaah. Dengan demikian, diharapkan para jemaah tetap sehat, aman, dan mampu menjalankan ibadah haji dengan lancar hingga seluruh rangkaian selesai dilaksanakan.
10 Pos Petugas Haji Siaga Membantu Jamaah di Masjidil Haram
MAKKAH, Lensa Indonesia RTV – Bagi Jamaah Indonesia yang sedang beribadah di Masjidil Haram, tidak perlu khawatir sulit mendapatkan bantuan apabila menemui kesulitan. Petugas PPIH Daker Makkah, berjaga di 10 titik di area Masjidil Haram. Jemaah dapat bertanya maupun menyapa petugas jika membutuhkan bantuan. Kepala Sektor Khusus Masjidil Haram PPIH Arab Saudi, Latief Wibawa, menjelaskan bahwa 10 pos penjagaan ini merupakan tempat krusial bagi para jemaah haji, baik untuk bermobilitas maupun beribadah. Oleh karena itu, petugas haji dari unsur kesehatan, pelayanan lansia dan disabilitas, pembimbing ibadah, hingga perlindungan jemaah harus berada di 10 titik tersebut. “Titik-titik itu harus ditempatkan pos, sehingga akan membantu jemaah haji yang berada di Masjidilharam ini. Jemaah tidak perlu sungkan untuk menghampiri kami [jika membutuhkan bantuan],” ujar Latief saat diwawancarai tim Media Center Haji 2026 Daker Makkah Dia menjelaskan bahwa di titik-titik pos itu kerap terdapat jemaah yang lupa arah, baik untuk menuju lokasi utama masjid maupun untuk kembali ke terminal. Sering juga didapati jemaah yang kelelahan setelah beribadah di tengah panasnya suhu Makkah. Dan ini lah, lokasi Pos Petugas Haji Indonesia di Masjidil Haram: Pos 1: Terminal Syib Amir Pos 2: Pintu keluar Marwah Pos 3: Area sa’i Pos 4: Area tawaf Pos 5: Pintu Babusalam Pos bayangan: Pertigaan Terminal Bab Ali-Syib Amir Pos 6: Area WC 3 (arah Terminal Aziyad) Pos 7: ATM Center Dar AtTawhid Pos 8: Arah Hotel Arjuna Pos 9: Terminal Jabal Ka’bah *khusus di area tawaf atau pos 4, petugas laki-laki menggunakan pakaian ihram dengan tulisan “PETUGAS HAJI INDONESIA 2026” Berdasarkan data terkini, sebanyak 97.139 jemaah haji Indonesia telah terbang ke Arab Saudi. Sebanyak 92.739 jemaah telah tiba di Madinah, dan di antara jumlah tersebut, 34.244 jemaah haji Indonesia telah berpindah ke Makkah. Dari Makkah Arab Saudi, Dian Palupi RTV.