Jemaah Calon Haji Gelombang 2 Diminta Berikhram dari Embarkasi

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengimbau jemaah calon haji gelombang kedua untuk mengenakan kain ihram sejak berada di embarkasi di Indonesia, agar proses mobilisasi jemaah setibanya di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, dapat berjalan lebih lancar. Kepala Daker Makkah PPIH Arab Saudi Ihsan Faisal menjelaskan, jemaah gelombang kedua diwajibkan berihram sejak dari embarkasi karena mereka akan langsung menuju Makkah untuk melaksanakan umrah wajib setibanya di Tanah Suci. #haji2026 #hajiindonesia #jemaahhaji

KBIHU Diimbau Tak Gelar City Tour Sebelum Puncak Haji

MAKKAH, Lensa Indonesia RTV – PPIH Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Makkah mengimbau para pimpinan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) untuk tidak melakukan city tour ke luar Tanah Haram sebelum musim puncak haji atau Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Seruan ini bertujuan untuk menjaga kesehatan jemaah agar tenaga mereka tidak terforsir. Kepala Seksi Bimbingan Ibadah dan KBIHU Daker Makkah, Erti Herlina, menghimbau agar pimpinan KBIHU mengedukasi jemaah terkait substansi larangan ini. “Para pembimbing ibadah KBIHU, kami menghimbau untuk tetap mengikuti aturan yang sudah kami terapkan di Arab Saudi terkait kegiatan city tour,” kata Erti saat ditemui Tim Media Center Haji (MCH) 2026. Selain city tour, Erti juga mengimbau agar para pimpinan KBIHU mengedukasi jemaahnya terkait umrah sunnah. Menurut Erti, PPIH Arab Saudi hanya membolehkan KBIHU memfasilitasi jemaahnya melakukan umrah sunnah tiga kali sebelum Armuzna. Erti menambahkan, bagi KBIHU yang ingin memfasilitasi jemaahnya melakukan city tour dan umrah sunnah, diminta untuk melapor kepada kepala sektor masing-masing. “Itu penting untuk terus dimonitor. Ketika jemaah berangkat dan pulang harus dengan jumlah yang sama dan para pimpinan KBIHU untuk memastikan keselamatan, keamanan para jemaah dan juga kesehatannya,” kata Erti. Sementara itu, bagi jemaah yang mau umrah sunnah, diimbau ambil miqat di Tan’im. Sebab, wilayah Tan’im merupakan daerah terdekat. Dari Makkah Arab Saudi, Dian Palupi, RTV.

Kartu Kendali Haji Cegah Penipuan Jasa Pendorong Kursi Roda Jemaah Haji

Sahabat RTV, maraknya praktik penipuan jasa pendorong kursi roda di sekitar Masjidil Haram membuat petugas haji Indonesia meningkatkan pengawasan terhadap layanan bagi jemaah lansia dan disabilitas. Untuk mencegah terjadinya penelantaran dan praktik ilegal, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tahun 2026 kini menerbitkan kartu kendali khusus layanan kursi roda. Kepala Seksi PKP2JH Lansia dan Disabilitas PPIH Arab Saudi, dr. Ridwan Siswanto, menjelaskan bahwa kartu kendali ini dibuat guna mempermudah jemaah mendapatkan layanan pendorong kursi roda resmi sekaligus melindungi mereka dari penipuan yang kerap terjadi di musim haji. Sahabat RTV, praktik jasa pendorong ilegal memang cukup marak terjadi di area Masjidil Haram, terutama saat kondisi masjid sangat padat. Tidak sedikit jemaah yang akhirnya terlantar karena menggunakan jasa tidak resmi. Ada pula kasus jemaah dikenakan tarif tidak wajar hingga ditinggalkan di tengah perjalanan tawaf atau sa’i. Melalui sistem kartu kendali ini, jemaah cukup meminta bantuan kepada petugas resmi yang berada di terminal atau titik layanan tertentu. Nantinya, petugas akan membantu mengatur penyediaan kursi roda sekaligus menegosiasikan tarif jasa pendorong sesuai ketentuan yang berlaku. Tarif layanan juga diketahui berbeda antara masa pra puncak haji dan pascapuncak haji, menyesuaikan tingkat kepadatan jemaah. Selain layanan kursi roda, sahabat RTV, jemaah yang merasa kelelahan saat menjalankan tawaf juga dapat menggunakan fasilitas golf car yang tersedia di kawasan Masjidil Haram. Berbeda dengan jasa pendorong kursi roda yang masih bisa dinegosiasikan, tarif penggunaan golf car bersifat tetap dan tidak dapat ditawar. Untuk satu orang penumpang, tarif golf car ditetapkan sebesar 200 riyal Arab Saudi. Sistem pembelian tiketnya pun sudah tertata modern, mirip seperti layanan di stasiun transportasi umum, sehingga proses transaksi menjadi lebih tertib dan aman bagi jemaah. PPIH Arab Saudi kembali mengingatkan para jemaah, khususnya lansia dan penyandang disabilitas, agar selalu menggunakan layanan resmi yang telah disediakan. Selain lebih aman, layanan resmi juga memastikan jemaah tetap mendapatkan pendampingan yang layak selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

[LIVE DARI MAKKAH] PPIH TERUS IMBAU JEMAAH UNTUK JAGA KESEHATAN

Sahabat RTV, petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, khususnya daerah kerja Makkah, terus mengingatkan para jemaah calon haji Indonesia untuk menjaga kondisi kesehatan selama berada di Tanah Suci. Imbauan ini dilakukan secara rutin mengingat para jemaah harus tetap dalam kondisi fit menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji yang akan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan. Tim layanan bimbingan ibadah PPIH Daker Makkah menilai antusiasme jemaah untuk beribadah di Masjidil Haram memang sangat tinggi. Namun, jemaah diingatkan agar tidak terlalu euforia melakukan ibadah sunnah secara berlebihan apabila sudah menunaikan umrah wajib. Jika ingin melaksanakan salat atau tawaf sunnah, petugas menyarankan agar tidak dilakukan setiap hari demi menjaga stamina tubuh. Sahabat RTV, imbauan ini menjadi penting karena saat ini Kota Makkah telah memasuki musim panas. Suhu udara pada siang hari bahkan bisa mencapai 42 derajat Celsius. Kondisi cuaca ekstrem tersebut membuat jemaah sangat rentan mengalami dehidrasi, kelelahan, hingga penurunan kondisi fisik, terutama bagi jemaah lansia, penyandang disabilitas, dan mereka yang memiliki risiko kesehatan tinggi. Petugas juga mengingatkan kelompok jemaah yang baru tiba dari Madinah agar lebih memperhatikan anggota rombongan mereka, khususnya lansia dan jemaah berkebutuhan khusus. Untuk menghindari paparan panas berlebih, jemaah risiko tinggi disarankan melaksanakan umrah wajib pada pagi hari atau setelah salat Magrib ketika suhu udara lebih bersahabat. Selain memberikan penyuluhan terkait kesehatan, petugas bimbingan ibadah juga terus mengingatkan tata cara pelaksanaan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Rangkaian ibadah tersebut dijadwalkan dimulai pada 8 Zulhijah atau sekitar 25 Mei mendatang, sehingga para jemaah diharapkan sudah memahami teknis pelaksanaannya sejak dini. Sementara itu, arus kedatangan jemaah calon haji Indonesia dari Madinah menuju Makkah masih terus berlangsung. Untuk hari ini saja, diperkirakan sekitar 6.260 jemaah akan tiba di Kota Makkah. Mereka berasal dari 16 kelompok terbang (kloter) dan 11 embarkasi di Indonesia. Dengan jumlah jemaah yang terus bertambah dan cuaca panas yang semakin ekstrem, petugas berharap seluruh jemaah dapat lebih disiplin menjaga kesehatan. Istirahat yang cukup, rutin minum air putih, serta membatasi aktivitas berat di bawah terik matahari menjadi langkah penting agar jemaah tetap kuat menjalani seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

Pasokan Air di Hotel Jamaah di Makkah Kembali Normal

MAKKAH, Lensa Indonesia RTV – Jamaah calon haji yang tinggal di Sektor 7 daerah Misfalah, yakni di Al Asalah Al Bikyah Hotel, Selasa 5 Mei 2026, sempat mengeluhkan matinya air di hotel tersebut. Sekertaris PPIH Sektor 7 Misfalah Makkah, Salamun Ali Mafaz mendapatkan laporan air mati pada Selasa dini hari. Sesaat setelah mendapati laporan tersebut, pihaknya langsung menghubungi tim pendukung PPIH untuk koordinasi dan meminta pengelola hotel segera mengatasi hal itu. Hotel yang berkapasitas 1.754 orang itu, saat ini sudah ada dihuni oleh 3 kloter jamaah. Antara lain, kloter 1 dan 2 embarkasi Yogyakarta. Dari Makkah, Arab Saudi, Dian Palupi RTV.

Jemaah Calon Haji Lansia dan Disabilitas

Sahabat RTV, sektor 7 yang berada di kawasan Misfalah menjadi salah satu titik penting dalam pelayanan jemaah haji Indonesia tahun 2026. Sektor ini tercatat sebagai wilayah dengan jumlah jemaah lansia dan penyandang disabilitas terbanyak di Kota Makkah. Dari total 17 hotel yang berada di sektor 7, jumlah jemaah lansia dan disabilitas mencapai 4.515 orang. Jumlah ini tentu membutuhkan perhatian dan penanganan khusus agar seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman. Layanan Khusus untuk Lansia dan Disabilitas Kepala Sektor 7 Daker Makkah, Ronald Paul Sinyal, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai strategi pelayanan. Salah satunya dengan membagi wilayah kerja menjadi empat bagian guna mempermudah koordinasi dan penanganan jemaah. Selain itu, sektor ini juga dilengkapi dengan empat klinik kesehatan satelit yang tersebar di beberapa titik hotel. Klinik ini menjadi pusat layanan kesehatan bagi jemaah yang membutuhkan penanganan medis cepat, khususnya bagi lansia dan disabilitas yang lebih rentan terhadap gangguan kesehatan. Ronald menyampaikan bahwa pada dasarnya setiap hotel telah memiliki fasilitas layanan kesehatan dasar. Namun, keberadaan klinik satelit menjadi penguatan layanan agar penanganan bisa lebih optimal dan terpusat. Sistem ini juga didukung dengan pembagian tim kerja atau kompi yang bertugas di masing-masing wilayah. Kedatangan Jemaah Terus Berlangsung Sahabat RTV, di tengah kesiapan layanan tersebut, gelombang kedatangan jemaah dari Madinah ke Makkah masih terus berlangsung. Hingga Senin pukul 00.00 waktu Arab Saudi, tercatat sebanyak 6.993 jemaah telah tiba. Mereka berasal dari 18 kelompok terbang (kloter) dan 11 embarkasi di Indonesia. Proses kedatangan ini dilakukan secara bertahap untuk memastikan pelayanan dan akomodasi dapat berjalan dengan baik. Dengan jumlah jemaah yang terus bertambah, kesiapan sektor-sektor layanan seperti sektor 7 menjadi sangat krusial. Gelombang Kedua Segera Dimulai Sementara itu, sahabat RTV, gelombang kedua keberangkatan jemaah haji Indonesia juga akan segera dimulai. Jemaah pada gelombang ini dijadwalkan berangkat langsung dari berbagai embarkasi di Indonesia menuju Jeddah mulai 7 Mei 2026. Dengan semakin padatnya aktivitas di Tanah Suci, seluruh petugas diharapkan dapat terus meningkatkan pelayanan, terutama bagi jemaah lansia dan disabilitas. Diharapkan, seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar, aman, dan tetap dalam kondisi kesehatan yang terjaga selama berada di Makkah.

Tips Hadapi Cuaca Panas Makkah Bagi Jemaah Calon Haji Indonesia

Sahabat RTV, cuaca di Makkah, khususnya pada siang hari, bisa mencapai 38 derajat Celsius bahkan lebih. Kondisi ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi jemaah haji yang sedang menjalankan rangkaian ibadah. Tubuh membutuhkan penyesuaian ekstra agar tetap sehat dan fit, karena paparan panas ekstrem bisa memicu berbagai gangguan kesehatan yang tidak boleh dianggap sepele. Jenis Penyakit Akibat Cuaca Panas Sahabat RTV, ada beberapa penyakit yang umum terjadi akibat suhu panas ekstrem. Yang pertama adalah heat cramps atau kram panas. Kondisi ini ditandai dengan kram otot yang menyakitkan, biasanya terjadi karena tubuh kehilangan cairan dan elektrolit akibat keringat berlebih. Selanjutnya adalah heat exhaustion atau kelelahan akibat panas. Kondisi ini terjadi ketika tubuh mengalami dehidrasi dan kelelahan setelah terpapar suhu tinggi dalam waktu lama. Gejalanya bisa berupa pusing, mual, lemas, hingga detak jantung yang meningkat. Yang paling berbahaya adalah heat stroke. Pada kondisi ini, suhu tubuh bisa meningkat drastis hingga mencapai 40 derajat Celsius. Heat stroke dapat menyebabkan jemaah kehilangan kesadaran dan membutuhkan penanganan medis segera. Kondisi ini menjadi salah satu risiko serius yang harus diwaspadai selama berada di Tanah Suci. Tips Jaga Kesehatan Saat Cuaca Panas Ekstrem Agar terhindar dari risiko tersebut, ada beberapa langkah penting yang perlu diperhatikan. Pertama, pastikan sahabat RTV mendapatkan istirahat yang cukup. Euforia beribadah di Tanah Suci memang wajar, namun jangan sampai memaksakan diri, terutama jika kondisi tubuh sedang tidak fit. Prioritaskan ibadah wajib dan sesuaikan aktivitas dengan kondisi fisik. Kedua, cukupi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air secara rutin. Jangan menunggu haus. Sahabat RTV bisa menerapkan pola sederhana, seperti minum dua teguk air setiap lima menit atau empat teguk setiap sepuluh menit untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Ketiga, penting juga untuk mengonsumsi elektrolit. Elektrolit bisa didapatkan dari larutan oralit atau minuman isotonik yang membantu menggantikan cairan dan mineral yang hilang dari tubuh. Ini sangat penting, terutama setelah beraktivitas di bawah terik matahari. Sahabat RTV, dengan memahami risiko dan menerapkan langkah pencegahan yang tepat, jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lebih aman dan nyaman. Semoga tips ini bermanfaat, baik bagi sahabat RTV yang sedang berada di Tanah Suci maupun yang akan segera berangkat menjalankan ibadah haji.

Ajyad Siaga, 140 Bus Shalawat Siap Antar Jemaah

MAKKAH, Lensa Indonesia RTV – Terminal Bus Ajyad menyiagakan 140 unit bus Shalawat, guna menunjang mobilitas jemaah calon haji. 140 bus ini merupakan moda transportasi bagi jemaah yang bermukim di sektor 7, 8 dan 9 , di daerah Misfalah, Makkah, menuju dan kembali ke Masjidil Haram. Kepala Pos Terminal Bus Ajyad, yang hanya berjarak 150 meter dari pelataran Masjidil Haram ini, Kapten M Rif’at Sitorus mengatakan, bus shalawat di Terminal Ajyad beroperasi selama 24 jam penuh dengan sistem shuttle. Dengan sistem ini, jemaah tidak perlu menunggu lama di halte. Hanya membutuhkan waktu tunggu antara 5 hingga 10 menit. “Bus terus berputar, sehingga jemaah tidak perlu menunggu lama. Kita pastikan waktu tunggu sekitar 5 sampai 10 menit, tidak pernah terlambat,” jelasnya. Selain memastikan waktu tunggu tetap singkat, Sitorus juga menyiapkan skema antisipasi jika terjadi kekurangan armada di rute tertentu. Jemaah akan dialihklan ke rute lain yang tersedia agar tidak menunggu terlalu lama. Sementara, petugas di lapangan akan mengawal pergerakan jemaah hingga kembali ke hotel masing-masing. Dari Makkah, Arab Saudi, Dian Palupi, RTV

[LIVE DARI MAKKAH] 18 KLOTER JEMAAH HAJI TIBA DI MAKKAH

Sahabat RTV, arus kedatangan jemaah calon haji Indonesia ke Makkah terus berlangsung. Memasuki hari kelima kedatangan dari Madinah, tercatat lebih dari 6.900 jemaah dijadwalkan tiba. Para jemaah ini berasal dari 18 kelompok terbang (kloter) dengan 11 embarkasi, di antaranya Surabaya, Kualanamu, Palembang, Bekasi, Solo, Banjarmasin, Lombok, Banten, Jakarta Pondok Gede, Batam, hingga Ujung Pandang. Kedatangan jemaah dilakukan secara bertahap sesuai dengan pengaturan otoritas Arab Saudi, guna menjaga kelancaran mobilitas dan pelayanan selama musim haji. Setibanya di Makkah, para jemaah akan langsung menempati hotel masing-masing dan melanjutkan rangkaian ibadah, termasuk menunaikan umrah wajib di Masjidil Haram. Namun sahabat RTV, di tengah tingginya jumlah jemaah yang datang, kondisi cuaca di Makkah saat ini menjadi perhatian serius. Kota ini telah memasuki musim panas dengan suhu siang hari yang bisa mencapai 42 derajat Celsius. Kondisi ekstrem ini berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, terutama bagi jemaah lansia dan penyandang disabilitas. Berdasarkan data dari PPIH Arab Saudi daerah kerja Makkah, tercatat ada dua jemaah lansia yang mengalami gejala heat stroke. Keduanya sempat mengalami penurunan kesadaran sesaat setelah menjalankan umrah wajib. Salah satu jemaah bahkan harus mendapatkan penanganan lebih lanjut di rumah sakit setempat. Sahabat RTV, kejadian ini menjadi peringatan penting bagi seluruh jemaah untuk lebih memperhatikan kondisi fisik. Petugas haji terus mengimbau agar pelaksanaan umrah wajib, khususnya bagi jemaah lansia dan disabilitas, dilakukan pada waktu yang lebih aman, seperti pagi hari atau setelah salat Magrib, saat suhu tidak terlalu tinggi. Selain itu, jemaah juga diminta untuk menjaga kesehatan dengan cara cukup beristirahat dan rutin mengonsumsi air putih guna mencegah dehidrasi. Mengurangi aktivitas di bawah terik matahari secara langsung juga menjadi langkah penting untuk menghindari risiko heat stroke. Dengan kondisi cuaca yang cukup ekstrem ini, kesadaran dan kedisiplinan dalam menjaga kesehatan menjadi kunci utama. Diharapkan seluruh jemaah dapat tetap menjalankan ibadah dengan aman dan lancar, tanpa terganggu oleh kondisi kesehatan selama berada di Tanah Suci.

77.268 Jemaah Calon Haji Indonesia Tiba di Arab Saudi, 20 Ribu Diantaranya Sudah di Makkah

MAKKAH, Lensa Indonesia RTV – Berdasarkan dara terbaru Kementerian Haji dan Unrah (Kemenaj) sebanyak 77.269 jemaah calon haji Indonesia telah tiba di Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 20.098 jemaah tercatat sudah berada di Makkah. “Update progress kedatangan jemaah haji ke Makkah. Total kedatangan 77.269 jemaah telah tiba di Saudi. Seluruh jemaah yang masuk dalam data saat ini mendarat melalui pintu kedatangan Madinah,” ujar Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff. Kemenhaj menyebutkan, hingga saat ini seluruh proses kedatangan jemaah masih terfokus melalui Madinah. Belum ada data jemaah yang masuk melalui Jeddah. Sementara itu, sekitar 26 persen dari total jemaah yang telah tiba di Arab Saudi sudah diberangkatkan menuju Makkah. Berdasarkan data kloter, sebanyak 199 kelompok terbang (kloter) telah tiba di Arab Saudi, dengan 52 kloter di antaranya sudah berada di Makkah. Sebagai informasi, total kuota jemaah haji Indonesia pada 1447 H/2026 M mencapai 221.000 orang yang diberangkatkan secara bertahap ke Arab Saudi. Dari Makkah, Arab Saudi, Dian Palupi, RTV.

error: Content is protected !!