[LIVE DARI MAKKAH] Peras Jemaah Biaya Kursi Roda, KBIHU Akan Disanksi Tegas

Sahabat RTV, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menegaskan akan menindak tegas kelompok bimbingan ibadah haji dan umrah (KBIHU) yang terbukti melakukan pelanggaran terhadap jemaah Indonesia selama musim haji tahun 2026. Salah satu kasus yang menjadi perhatian adalah dugaan pemerasan terhadap jemaah lansia terkait penyewaan kursi roda saat beribadah di Tanah Suci. Kepala Bidang Perlindungan Jemaah PPIH Arab Saudi, Mulyono, mengatakan pihaknya telah menemukan adanya KBIHU yang tidak mengikuti aturan resmi dalam pelayanan jemaah. Praktik tersebut dinilai membahayakan, terutama bagi jemaah lansia yang membutuhkan pendampingan khusus. KBIHU Terancam Dicabut Izinnya Menurut Mulyono, beberapa KBIHU diketahui menggunakan jasa pendorong kursi roda di luar ketentuan resmi yang telah ditetapkan pemerintah. Selain berpotensi membahayakan keselamatan jemaah, praktik tersebut juga sering kali disertai biaya yang tidak wajar dan membebani jemaah. Sahabat RTV, kondisi ini menjadi perhatian serius karena banyak jemaah lansia membawa barang penting seperti tas dan dokumen saat menggunakan layanan kursi roda. Jika menggunakan jasa ilegal atau tidak resmi, risiko kehilangan barang hingga penelantaran jemaah menjadi lebih besar. Karena itu, PPIH Arab Saudi menegaskan akan memberikan sanksi tegas terhadap KBIHU yang terbukti melanggar aturan. Sanksi tersebut mulai dari peringatan keras hingga pencabutan izin membawa jemaah pada musim haji berikutnya. Imbauan Soal Privasi di Arab Saudi Selain soal perlindungan jemaah, PPIH Arab Saudi juga mengingatkan seluruh jemaah Indonesia agar tidak sembarangan mengambil foto atau merekam warga Arab Saudi tanpa izin. Sahabat RTV, aturan terkait privasi di Arab Saudi sangat ketat dan diatur dalam Cyber Crime Law negara tersebut. Pelanggaran terhadap aturan ini dapat berujung pada proses hukum serius, termasuk ancaman hukuman penjara hingga satu tahun dan denda mencapai 500 ribu riyal Saudi atau sekitar Rp2 miliar. Pemerintah Arab Saudi menerapkan aturan tersebut untuk melindungi privasi warga negaranya. Karena itu, jemaah diimbau untuk selalu menghormati norma dan aturan yang berlaku selama berada di Tanah Suci. Jumlah Jemaah Indonesia Terus Bertambah Sementara itu, arus kedatangan jemaah haji Indonesia ke Arab Saudi masih terus berlangsung. Hingga saat ini, jumlah jemaah yang telah tiba di Tanah Suci mencapai 138.879 orang. Sebanyak 105.360 jemaah gelombang pertama telah bergerak dari Madinah menuju Makkah. Sedangkan sekitar 32.009 jemaah gelombang kedua masuk langsung melalui Bandara Internasional King Abdulaziz sebelum menuju Makkah. Dengan jumlah jemaah yang semakin besar dan puncak haji yang semakin dekat, pemerintah terus mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban, mematuhi aturan Arab Saudi, serta menggunakan layanan resmi demi keamanan dan kenyamanan selama menjalankan ibadah haji.

Jemaah Haji Terima Dana Wakaf

Lebih dari 850 jemaah yang berasal dari 2 kloter daerah embarkasi Aceh, menerima dana wakaf di Wilayah Jarwal, Makkah, Arab Saudi. Nazir Waqaf Baitul Asyi, Dr Syaikh Abdul Latif Muhammad Baltu, didampingi pengurus wakaf petugas kloter, hingga petugas penghubung pemerintah Aceh, secara simbolik menyerahkan dana wakaf tersebut kepada jemaah. Dana wakaf yang dibagikan ini, berasal dari aset peninggalan Habib Abdurrahman bin Alwi Al-Habsyi atau Habib Bugak Asyi. Syaikh Baltu mengatakan, wakaf ini sudah berlangsung 220 tahun sejak Habib Bugak menyerahkan asetnya untuk dikelola dan hasilnya diberikan kepada seluruh warga Aceh yang berangkat haji. “Wakaf ini dijaga Allah, juga kerajaan Arab Saudi. Di bawah kekuasaan mereka sebagai yang diberi amanah, menjaga dan memberikan amanah kepada orang yang layak mengendalikannya,” kata Syaikh Baltu kepada Tim Media Center Haji (MCH) di Makkah. Tahun ini, dana wakaf yang dibagikan bagi 5426 jemmaah asal Aceh, sebanyak 11,2 juta riyal. Masing-masing orang mendapat dana sebesar 2.000 riyal atau setara dengan Rp9,2 jutaan. Dana wakaf tersebut merupakan kompensasi dari pengelolaan hotel wakaf milik Baitul Asyi kepada jemaah asal Aceh. Dalam perjanjian wakaf disebutkan jemaah Aceh itu berhak mendapatkan penginapan. Karena hotel tersebut disewakan kepada pihak lain, maka pihak dari pengelola Baitul Asyi memberi kompensasi. Pada penyelenggaraan haji 2026, Provinsi Aceh mendapatkan kuota 5.426 dengan 14 kloter masing-masing diisi 393 orang. Dari total 14 kloter tersebut, hanya 1 kloter yang berangkat pada gelombang 1, mayoritas masuk pemberangkatan di gelombang dua yang diterbangkan langsung dari Indonesia ke Jeddah menuju Makkah. Dian Palupi, RTV.

Digitalisasi Layanan Demi Kenyamanan Jemaah Haji

MAKKAH, Lensa Indonesia RTV – Untuk menjamin keamanan, dan kenyaman jemaah haji Indonesia, Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, memperkuar transformasi digital, pada penyelenggaraan haji tahun ini. Hal ini dilakukan untuk mempercepat respons terhadap berbagai persoalan layanan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi. Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah Maria Assegaff mengatakan transformasi digital menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan pelayanan dan perlindungan jemaah berjalan lebih cepat, terukur, dan responsif menjelang fase puncak haji. “Transformasi digital ini tentu menjadi bagian dari ikhtiar Kemenhaj untuk bisa memastikan bahwa pelayanan dan pelindungan kepada jemaah berjalan semakin cepat, terukur, dan lebih responsif,” ujarnya dalam konferensi pers operasional haji Aplikasi Kawal Haji, menjadi salah satu instrumen utama yang digunakan dalam transformasi digital ini. Kawal Haji menjadi pintu masuk pemecahan masalah teehadap berbagai kendala selama berada di Tanah Suci. Melalui Kawal Haji, laporan jemaah dapat langsung dipantau, diteruskan, dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan petugas di lapangan. Maria menambahkan, Kemenhaj juga memperkuat operasional Command Center Haji 2026 sebagai pusat kendali internal penyelenggaraan haji Indonesia. Command Center Haji ini berfungsi untuk memantau pergerakan jemaah, data kloter, akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga laporan lapangan yang membutuhkan penanganan cepat. “Dengan sistem ini nanti pengawasan tidak hanya dilakukan secara manual tetapi juga berbasis data dan juga tentunya berbasis informasi yang terintegrasi dan real time,” katanya. Transformasi digital bukan hanya soal penggunaan aplikasi dan teknologi, melainkan perubahan pola kerja layanan haji agar lebih transparan dan akuntabel. Penguatan sistem digital menjadi penting di tengah meningkatnya kompleksitas layanan haji Indonesia yang melibatkan ratusan ribu jemaah selama di Tanah Suci. Dian Palupi, RTV.

Pembangunan Jalur MRT Fase 2A

Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A rute Bundaran HI hingga Kota masih terus berjalan. Wakil Presiden Indonesia, Gibran Rakabuming Raka bersama Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, serta jajaran MRT Jakarta meninjau langsung proses pembangunan di sejumlah titik stasiun bawah tanah, Selasa (12/5/2026). Pramono menyampaikan progres pembangunan telah mencapai hampir 60%. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan tahap uji coba operasional hingga Harmoni dimulai pada pertengahan 2027. Kalau dilihat secara keseluruhan progresnya sekarang ini sudah 59,7% dan sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Bapak Dirut MRT beberapa waktu yang lalu mulai 2027 pertengahan kita akan commissioning. Saat ini pekerjaan konstruksi meliputi pemasangan rel, sistem persinyalan, hingga jaringan kelistrikan. MRT Jakarta fase 2A mencakup 7 stasiun bawah tanah dengan total panjang lintasan mencapai 5,8 km. Kehadiran MRT Jakarta fase 2A ini diharapkan dapat memperluas konektivitas transportasi publik sekaligus mengurangi kemacetan di Jakarta.

Distribusi Makanan Jemaah Haji Terintegrasi Secara Digital

Sahabat RTV, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 terus melakukan berbagai inovasi pelayanan bagi jemaah haji Indonesia, termasuk dalam penyediaan konsumsi selama berada di Tanah Suci. Tahun ini, sistem distribusi makanan bagi jemaah mengalami transformasi besar dengan penerapan teknologi digital yang terintegrasi. Kepala Bidang Konsumsi PPIH Arab Saudi, Indri Hapsari, menjelaskan bahwa seluruh ekosistem katering kini sudah berjalan secara digital dan real time. Mulai dari pengolahan data konsumsi, pencatatan distribusi makanan, pemantauan jumlah porsi, hingga proses verifikasi layanan dilakukan menggunakan sistem terintegrasi. Sahabat RTV, saat ini PPIH Arab Saudi mengelola distribusi makanan dari 51 dapur katering yang melayani jemaah Indonesia di Makkah. Seluruh makanan tersebut didistribusikan ke 177 hotel pemondokan yang dihuni sekitar 527 kelompok terbang (kloter) jemaah Indonesia. Tak hanya memastikan distribusi berjalan lancar, penyusunan menu makanan juga diperhatikan secara serius. Menu yang diberikan kepada jemaah dirancang dengan mempertimbangkan keseimbangan gizi agar kebutuhan nutrisi jemaah tetap terpenuhi selama menjalankan ibadah di tengah cuaca panas Arab Saudi. Persiapan Konsumsi Saat Puncak Haji Pemerintah juga memastikan kebutuhan konsumsi jemaah tetap aman selama fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna. Setibanya di Arafah, setiap jemaah akan langsung mendapatkan tiga botol minuman pembuka untuk menjaga kondisi tubuh saat menjalani wukuf. Selama pelaksanaan wukuf pada 8 dan 9 Zulhijah, jemaah juga akan menerima lima kali distribusi makanan penuh. Kemudian, sebelum bergerak menuju Muzdalifah untuk menjalani mabit, jemaah kembali diberikan konsumsi tambahan. Sementara selama berada di Mina pada 10 hingga 13 Zulhijah, jemaah dijadwalkan menerima makanan sebanyak 10 kali. Sahabat RTV, kesiapan konsumsi ini menjadi sangat penting karena kondisi fisik jemaah harus tetap terjaga di tengah padatnya rangkaian ibadah dan cuaca panas yang cukup ekstrem di Arab Saudi. Lebih dari 132 Ribu Jemaah Sudah Tiba Sementara itu, jumlah jemaah haji Indonesia yang sudah tiba di Tanah Suci kini mencapai lebih dari 132 ribu orang. Sebanyak 92.767 jemaah gelombang pertama telah bergerak dari Madinah menuju Makkah. Sedangkan 25.541 jemaah gelombang kedua masuk melalui Bandara Internasional King Abdulaziz sebelum menuju Makkah. Di sisi lain, data terbaru juga mencatat sebanyak 74 jemaah Indonesia saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi. Sementara jumlah jemaah Indonesia yang meninggal dunia hingga saat ini tercatat sebanyak 24 orang. Dengan semakin dekatnya puncak ibadah haji, pemerintah terus mengingatkan jemaah untuk menjaga kesehatan, memperbanyak istirahat, dan memastikan asupan makanan serta cairan tetap terpenuhi agar kondisi fisik tetap prima selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Rindu Kampung? Tenang Ada “Pasar Kaget” di Dekat Hotel Haji

Sahabat RTV, jangan kaget kalau tiba-tiba menemukan suasana yang mirip pasar malam Indonesia di tengah Kota Makkah. Di sekitar kawasan pemondokan jemaah haji Indonesia, ternyata ada fenomena unik yang selalu muncul setiap musim haji, yakni pasar kaget khas Indonesia. Pasar musiman ini menjadi salah satu tempat favorit para jemaah Indonesia untuk melepas rindu dengan suasana kampung halaman. Mulai dari pakaian, oleh-oleh, hingga makanan khas Nusantara, semuanya bisa ditemukan di sini. Tak heran kalau kawasan ini selalu ramai dipadati jemaah, terutama pada malam hari. Obati Rindu Kampung Halaman Salah satu jemaah asal Batang, Jawa Tengah, bernama Ranim bersama istrinya mengaku sengaja datang ke pasar kaget untuk berbelanja oleh-oleh bagi keluarga di rumah. Meski baru sekitar seminggu berada di Arab Saudi, suasana Indonesia ternyata sudah sangat dirindukan. Ranim tampak bahagia setelah membeli gamis untuk cucunya di Tanah Air. Yang membuatnya semakin senang, transaksi di pasar ini bahkan bisa menggunakan uang rupiah. Sahabat RTV, suasana tawar-menawar yang akrab, penggunaan bahasa Indonesia, hingga deretan barang khas Nusantara membuat para jemaah merasa seperti sedang berada di pasar tradisional di Indonesia. Kuliner Indonesia Jadi Primadona Tak hanya menjual pakaian dan oleh-oleh, pasar kaget ini juga dipenuhi aneka makanan khas Indonesia. Mulai dari bakso, soto, hingga jajanan tradisional seperti bakwan dan klepon tersedia di sini. Kehadiran makanan khas Indonesia ini tentu menjadi pengobat rindu bagi para jemaah yang sudah berhari-hari berada jauh dari kampung halaman. Banyak jemaah yang bahkan sengaja datang setelah pulang beribadah dari Masjidil Haram hanya untuk menikmati makanan favorit mereka. Suasana pasar pun semakin ramai karena para pedagang dan pembeli mayoritas berasal dari Indonesia, sehingga interaksi yang terjadi terasa sangat akrab dan hangat. Fenomena Musiman yang Selalu Dinanti Sahabat RTV, pasar kaget ini memang menjadi fenomena musiman yang hampir selalu hadir setiap musim haji tiba. Keberadaannya seolah menjadi “pelipur lara” bagi jemaah Indonesia yang merindukan suasana kampung halaman selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Selain menjadi tempat berbelanja, pasar ini juga menjadi ruang berkumpul dan bersosialisasi antarjemaah Indonesia. Tak sedikit jemaah yang merasa lebih nyaman karena masih bisa menemukan nuansa khas Indonesia meski berada ribuan kilometer dari rumah. Dengan suasana yang hangat, makanan khas Nusantara, dan transaksi yang bahkan masih bisa menggunakan rupiah, tak heran jika pasar kaget ini selalu menjadi salah satu tempat yang paling dirindukan oleh jemaah haji Indonesia setiap tahunnya.

Update Haji: Kesiapan Tenda di Arafah, Haji Ilegal Hingga Kedatangan Jemaah

Sahabat RTV, suasana persiapan menjelang puncak ibadah haji di Arab Saudi semakin terasa. Jurnalis RTV melaporkan langsung dari kawasan Jamarat Mina, lokasi tempat pelaksanaan lempar jumrah bagi jutaan jemaah haji dari seluruh dunia. Kawasan ini nantinya akan menjadi salah satu titik terpadat saat rangkaian puncak ibadah haji dimulai. Persiapan Tenda Jemaah di Arafah Terus Dipantau Menjelang puncak haji, Kementerian Haji dan Umrah terus melakukan pengecekan berkala terhadap kesiapan fasilitas tenda jemaah di Arafah. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh hak dan fasilitas jemaah Indonesia terpenuhi dengan baik sehingga proses wukuf dapat berjalan lancar dan khusyuk. Berbagai fasilitas mulai dari tenda, pendingin ruangan, sanitasi, hingga layanan kesehatan terus dipantau langsung oleh petugas. Pemerintah memastikan seluruh persiapan akan terus dievaluasi hingga menjelang pelaksanaan puncak haji. Empat WNI Kembali Ditangkap karena Haji Ilegal Sahabat RTV, di tengah persiapan ibadah haji, otoritas Arab Saudi kembali menangkap empat warga negara Indonesia (WNI) yang diduga melanggar aturan haji. Keempat WNI tersebut ditangkap di dua lokasi dan waktu berbeda oleh aparat keamanan publik Arab Saudi yang berada di bawah Kementerian Dalam Negeri Saudi. Menurut pihak berwenang, para pelaku diduga melakukan promosi layanan haji ilegal melalui media sosial. Saat penggerebekan berlangsung, polisi Saudi turut menyita sejumlah barang bukti berupa perangkat komputer, kartu haji palsu, stempel, hingga berbagai dokumen yang digunakan untuk mendukung praktik ilegal tersebut. Kini, keempat WNI tersebut telah menjalani proses hukum oleh otoritas Arab Saudi. Mereka terancam hukuman berat berupa denda hingga sekitar Rp400 juta, deportasi, serta larangan masuk kembali ke Arab Saudi selama 10 tahun. Pemerintah Indonesia Dukung Penegakan Hukum Saudi Pemerintah Indonesia menegaskan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kasus ini kepada pemerintah Arab Saudi. Menteri Haji dan Umrah, M Irfan Yusuf, menyatakan dukungannya terhadap langkah tegas pemerintah Saudi dalam memberantas praktik haji ilegal. Ia menegaskan bahwa tawaran “haji tanpa antre” pada dasarnya tidak masuk akal secara sistem maupun regulasi, sehingga masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya terhadap berbagai iklan atau penawaran mencurigakan. Lebih dari 132 Ribu Jemaah Sudah Tiba di Arab Saudi Sementara itu, sahabat RTV, arus kedatangan jemaah calon haji Indonesia ke Arab Saudi masih terus berlangsung secara simultan. Hingga saat ini, total lebih dari 132 ribu jemaah telah diberangkatkan dari Indonesia ke Tanah Suci. Jumlah tersebut terdiri dari sekitar 341 kelompok terbang (kloter). Sebanyak 92.767 jemaah masuk ke Makkah melalui Madinah, sedangkan sekitar 25.541 jemaah lainnya masuk langsung melalui Bandara Internasional King Abdulaziz. Di sisi lain, data terbaru juga mencatat sebanyak 74 jemaah Indonesia saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi. Sementara jumlah jemaah yang meninggal dunia tercatat sebanyak 24 orang. Dengan semakin dekatnya puncak haji, pemerintah kembali mengingatkan seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan, mengurangi aktivitas berlebihan di tengah cuaca panas ekstrem, serta mengikuti seluruh arahan petugas demi kelancaran ibadah di Tanah Suci.

Waduh, Ada WNI Tertangkap Jadi Calo Haji Ilegal Lagi!

Sahabat RTV, menjelang puncak ibadah haji, aparat keamanan Arab Saudi semakin gencar melakukan pengawasan dan penggerebekan terhadap berbagai praktik pelanggaran haji ilegal. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah maraknya penipuan berkedok layanan haji tidak resmi yang melibatkan para mukimin atau warga asing yang tinggal di Makkah. Setelah sebelumnya sejumlah kasus haji ilegal berhasil dibongkar, pada Jumat lalu polisi Saudi kembali menangkap empat warga negara Indonesia (WNI) yang diduga terlibat dalam praktik penipuan haji ilegal. Keempat WNI tersebut diketahui berstatus mukimin atau residen yang telah lama tinggal di Kota Makkah. Sahabat RTV, para pelaku diduga memanfaatkan status mereka sebagai mukimin untuk menawarkan layanan haji palsu kepada calon jemaah. Modus yang digunakan antara lain menyebarkan iklan haji ilegal dan menjanjikan akses masuk ke area haji tanpa prosedur resmi. Dalam penggerebekan tersebut, aparat keamanan Arab Saudi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa komputer, kartu identitas haji palsu, gelang haji palsu, hingga berbagai peralatan lain yang diduga digunakan dalam menjalankan aksi penipuan tersebut. Kasus ini menambah daftar panjang penindakan yang dilakukan otoritas Saudi sepanjang musim haji tahun 2026. Sebelumnya, polisi Saudi juga telah menangkap sejumlah mukimin dari berbagai negara yang terlibat praktik serupa, mulai dari penjualan izin haji ilegal hingga penyelundupan jemaah tanpa visa resmi. Pemerintah Arab Saudi sendiri saat ini menerapkan pengawasan yang sangat ketat menjelang puncak haji. Prinsip “tidak ada haji tanpa izin resmi” atau Laa Hajj Bilaa Tasrih ditegakkan secara serius demi menjaga keamanan dan ketertiban pelaksanaan ibadah haji. Sahabat RTV, masyarakat kembali diingatkan agar tidak mudah tergiur dengan tawaran haji cepat tanpa antre atau menggunakan visa nonhaji. Selain melanggar aturan, praktik seperti ini juga berisiko tinggi dan dapat berujung pada penangkapan, deportasi, hingga larangan masuk ke Arab Saudi selama bertahun-tahun. Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi pun terus mengimbau calon jemaah untuk hanya menggunakan jalur resmi dalam pelaksanaan ibadah haji. Dengan mengikuti prosedur yang benar, jemaah tidak hanya lebih aman secara hukum, tetapi juga mendapatkan perlindungan serta pelayanan yang layak selama berada di Tanah Suci.

Polisi Arab Saudi Tangkap 4 WNI Terkait Haji Ilegal

Otoritas Arab Saudi kembali menangkap empat Warga Negara Indonesia yang diduga melanggar aturan haji. Keempatnya diamankan di lokasi dan waktu berbeda karena diduga mempromosikan layanan haji palsu melalui media sosial. Para pelaku terancam denda hingga ratusan juta rupiah, deportasi, serta larangan masuk Arab Saudi selama 10 tahun. Pemerintah Indonesia pun menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada otoritas Arab Saudi dan mengimbau masyarakat agar berangkat haji melalui jalur resmi agar terhindar dari masalah hukum.  

Maksimalkan Layanan untuk Lansia, PPIH Arab Saudi Siapkan Daily Care, Konsumsi dan Transportasi Khusus Lansia

MAKKAH, Lensa Indonesia RTV – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH)Arab Saudi, khususnya Daerah Kerja (Daker) Makkah terus memaksimalkan layanan kepada para jamaah haji lanjut usia (lansia) dan disabilitas. Salah satu dari sekian layanan khusus Lansia dan Disabilitas adalah penyediaan bus hidrolik untuk transportasi. Kepala Seksi (Kasi) Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama Jamaah Haji (PKPPJH) dan Layanan Lansia Disabilitas (Landis) dr Ridwan Siswanto, Sp.N mengatakan, agar jemaah lansia dan disabiltas dapat nyaman dalam menjalankan ibadahnya, disediakan 52 bus shalawat khusus, yang memiliki spesifikasi bagi jemaah berkursi roda. Bus khusus ini disebar ke lima sektor pemondokan jamaah haji di Makkah, dan dapat dipesan oleh sektor saat ada jamaah yang membutuhkan. Ridwan menambahkan, dari sisi konsumsi, timnya juga berusaha memberikan layanan, yang disesuaikan dengan keinginan jemaah. “Seperti ada yang minta bubur, ada yang minta jus, ya itu nanti juga kita siapkan juga,” kata dr Ridwan. Selain itu, tim landis bersama tenaga kesehatan, juga melakukan daily care. Seperti, membantu memandikan, membersihkan badan dan gigi, termasuk membantu buang air. Namun dokter yang berdinas di RSPAD dr Gatot Soebroto ini mengakui, terbatasnya jumlah tim, menjadi tantangan tersendiri dalam melayani jemaah lansia dan disabilitas. “Dengan jumlah petugas yang tidak rasional dengan jumlah jamaah yang harus dilayani, kami tetap sekuat tenaga bisa melayani para jamaah ini dengan baik,” tandasnya. Saat ini, jumlah tim landis di Daker Makkah kurang dari 200 orang yang disebar ke 10 sektor. Sementara, jumlah jamaah haji lansia saat ini  sekitar 48 ribu orang. Dari Makkah, Arab Saudi, Dian Palupi, RTV.

error: Content is protected !!