55% Jemaah Haji Indonesia Tiba di Tanah Air

Sahabat RTV, memasuki hari ke-17 fase pemulangan jemaah haji Indonesia, lebih dari separuh jemaah dan petugas haji telah kembali ke Tanah Air. Proses pemulangan yang berlangsung sejak pertengahan Juni ini berjalan lancar dan terus dipantau oleh pemerintah hingga seluruh jemaah kembali ke Indonesia. Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Haji dan Umrah, sebanyak 114.236 jemaah dan petugas haji atau sekitar 55 persen dari total jemaah haji Indonesia telah tiba di Indonesia hingga saat ini. Lebih dari 300 Kloter Sudah Dipulangkan Sahabat RTV, hingga kini sebanyak 267 kelompok terbang (kloter) telah diterbangkan melalui Bandara Internasional King Abdulaziz. Sementara itu, 33 kloter lainnya telah diberangkatkan melalui Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz. Dengan demikian, total lebih dari 300 kloter jemaah dan petugas haji Indonesia telah menyelesaikan perjalanan pulang ke Tanah Air. Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan bahwa proses kepulangan jemaah sejauh ini berlangsung dengan tertib dan terkendali. Menurutnya, pemerintah terus memantau seluruh tahapan pemulangan untuk memastikan jemaah dapat kembali ke Indonesia dengan aman dan lancar. Hari Ini 8.132 Jemaah Dipulangkan dari Madinah Pada hari ini, sebanyak 21 kloter dijadwalkan diberangkatkan dari Madinah menuju berbagai embarkasi di Indonesia. Total jemaah dan petugas yang akan diterbangkan mencapai 8.132 orang. Seluruh proses keberangkatan dilakukan melalui Bandara Pangeran Mohammad bin Abdulaziz yang saat ini menjadi pusat pemulangan jemaah gelombang kedua. Sahabat RTV, para jemaah gelombang kedua sebelumnya telah menyelesaikan rangkaian ibadah dan ziarah selama sekitar delapan hari di Madinah sebelum akhirnya kembali ke Indonesia. Pergerakan Jemaah dari Makkah ke Madinah Masih Berlangsung Selain proses pemulangan ke Indonesia, pergerakan jemaah dari Makkah menuju Madinah juga masih berlangsung sebagai bagian dari tahapan pemulangan jemaah haji gelombang kedua. Data terbaru menunjukkan sebanyak 192 kloter atau 74.441 jemaah dan petugas telah diberangkatkan dari Makkah menuju Madinah. Setelah menjalani masa tinggal dan beribadah di Kota Nabi, para jemaah akan dipulangkan secara bertahap ke Indonesia. Pemerintah memastikan seluruh proses perpindahan antar kota maupun pemulangan ke Tanah Air terus berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Pemulangan Terakhir Dijadwalkan 30 Juni Sahabat RTV, operasional haji Indonesia tahun 2026 masih akan berlangsung hingga akhir Juni. Sesuai jadwal yang telah ditetapkan, pemulangan terakhir jemaah haji Indonesia dari Madinah direncanakan berlangsung pada 30 Juni 2026. Pemerintah berharap seluruh proses pemulangan dapat berjalan lancar hingga hari terakhir, sehingga seluruh jemaah Indonesia dapat kembali berkumpul dengan keluarga dalam keadaan sehat dan selamat setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.  

17 Jemaah Haji Jombang Terima Bantuan dari UEA

JOMBANG, Lensa Indonesia RTV – Kementerian Haji dan Umrah terus mengawal fase kepulangan jemaah haji Indonesia hingga tiba di daerah masing-masing. Dalam penyambutan jemaah haji di Pendopo Kabupaten Jombang, sebanyak 17 jemaah haji asal Kabupaten Jombang menerima bantuan dari Uni Emirat Arab (UEA). Bantuan tersebut merupakan bagian dari dukungan Pemerintah Uni Emirat Arab melalui yayasan yang disalurkan secara resmi oleh Kemenhaj RI kepada jemaah haji Indonesia. Secara nasional, bantuan senilai USD 190.000 atau sekitar Rp3,3 miliar diberikan kepada 160 jemaah haji Indonesia yang dinilai membutuhkan. Menhaj Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan bahwa bantuan tersebut diberikan melalui proses penilaian agar tepat sasaran. Irfan mengatakan, penerima bantuan merupakan jemaah yang secara ekonomi membutuhkan dukungan. “Mereka yang beruntung adalah jemaah haji yang membutuhkan. Dari Jombang, tadi saya lihat ada pedagang kerupuk, pedagang asongan, pedagang es di pinggir jalan,” ujar Menhaj Kedatangan jemaah haji dari Kloter 62 dan 63 disambut langsung oleh Menhaj bersama Bupati Jombang Warsubi di Pendopo Kabupaten Jombang. Dalam kesempatan tersebut, Menhaj juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh jemaah haji yang telah kembali ke Tanah Air setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. MCH 2026, Dian Palupi, RTV

Wisata Sejarah di Kota Mawar Taif

Sahabat RTV, saat berada di Tanah Suci, apalagi setelah melaksanakan berbagai rangkaian ibadah wajib maupun sunah, rasanya kurang lengkap jika tidak berkunjung ke Kota Taif. Selain menawarkan panorama alam yang sejuk dan indah, kota ini juga memiliki sejumlah destinasi wisata religi yang menjadi tujuan para jemaah haji dan umrah dari berbagai negara. Salah satu yang paling terkenal adalah Masjid Abdullah bin Abbas. Masjid ini dibangun untuk mengenang Abdullah bin Abbas, sepupu sekaligus sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenal sebagai salah satu ulama terbesar dalam sejarah Islam. Berjarak sekitar 129 kilometer dari Kota Makkah, masjid yang dibangun pada tahun 592 Hijriah ini mampu menampung sekitar 3.000 jemaah. Tak heran jika masjid ini menjadi salah satu destinasi favorit bagi jemaah haji maupun umrah yang berkunjung ke Taif. Menurut para pembimbing ibadah, Taif memiliki nilai sejarah yang sangat penting dalam perjalanan dakwah Rasulullah SAW. Kota ini dikenal sebagai tempat yang pernah didatangi Rasulullah ketika menghadapi tekanan dan embargo dari kaum Quraisy di Makkah. Saat itu, Rasulullah berharap mendapatkan dukungan dari penduduk Taif. Namun, kedatangan beliau justru mendapat penolakan dan perlakuan yang tidak menyenangkan. Peristiwa tersebut menjadi salah satu kisah penting yang menggambarkan besarnya perjuangan Rasulullah dalam menyebarkan ajaran Islam. Sahabat RTV, keistimewaan Masjid Abdullah bin Abbas tidak hanya terletak pada nilai sejarah dan arsitekturnya. Di kompleks masjid ini juga terdapat makam Abdullah bin Abbas yang dikenal dengan gelar Habrul Ummah atau “lautan ilmu umat”. Gelar tersebut diberikan karena keluasan ilmu dan kontribusinya yang besar dalam perkembangan ilmu tafsir dan hadis. Karena itu, banyak jemaah yang datang tidak hanya untuk beribadah dan menikmati suasana kota Taif, tetapi juga untuk berziarah dan mengenang salah satu tokoh penting dalam sejarah Islam. Dengan perpaduan antara wisata religi, sejarah Islam, dan keindahan alam pegunungan yang sejuk, Kota Taif menjadi salah satu destinasi yang sayang untuk dilewatkan saat berkunjung ke Arab Saudi.

Terima 72 Aduan Travel Umrah Bermasalah, 19 Kasus Berhasil Dimediasi Kemenhaj

MAKKAH, Lensa Indonesia RTV – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mencatat telah menerima 72 aduan terkait Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) bermasalah sejak lembaga tersebut resmi berdiri pada September 2025. Di balik angka tersebut, tersimpan berbagai keluhan jemaah yang merasa dirugikan hingga diduga menjadi korban penipuan oleh sejumlah travel umrah. Direktur Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Harun Al Rasyid, menegaskan pemerintah tidak tinggal diam menghadapi persoalan tersebut. Kemenhaj terus melakukan pendampingan dan upaya penyelesaian bagi para jemaah yang terdampak. “Dari 72 aduan travel umrah yang masuk, sebanyak 19 kasus telah berhasil kami selesaikan melalui proses mediasi,” ujar Harun. Menurutnya, pendekatan persuasif menjadi langkah utama yang ditempuh Kemenhaj. Alih-alih langsung menempuh jalur konfrontatif, pemerintah berupaya mempertemukan jemaah dan pihak travel untuk mencari solusi yang adil bagi kedua belah pihak. Harun menjelaskan, mediasi dilakukan setelah Kemenhaj menilai pihak travel masih memiliki kemampuan dan iktikad baik untuk menyelesaikan kewajibannya kepada jemaah. “Kalau kami melihat mereka masih sanggup dan memiliki niat baik, maka kami memberikan kesempatan untuk menyiapkan sekaligus menjalankan proses mediasi,” katanya. Dari 19 kasus yang berhasil dimediasi, sejumlah proses pengembalian dana kepada jemaah mulai berjalan. Salah satunya terkait kasus Travel Hanania yang sempat menjadi sorotan. Dalam penanganan kasus Travel Hanania, Kemenhaj tidak hanya berperan sebagai mediator. Pada 14 April 2026, Kemenhaj hadir langsung menyaksikan sekaligus menandatangani kesepakatan mediasi antara pihak travel dan para jemaah. “Kehadiran kami bukan sekadar seremoni. Kami ingin kesepakatan tersebut memiliki kekuatan moral yang lebih besar dibandingkan jika hanya melibatkan travel dan jemaah,” tegas Harun. Namun dalam perkembangannya, Travel Hanania disebut tidak menjalankan hasil kesepakatan yang telah dibuat bersama para jemaah. “Bahkan penyelesaian dugaan penipuan tersebut kini telah ditangani oleh pihak berwajib,” ucap Harun. Saat menerima audiensi para jemaah korban Travel Hanania pada Kamis 18 Juni 2026, Harun kembali menegaskan komitmen Kemenhaj untuk terus mengawal penyelesaian kasus tersebut. Selain menangani berbagai pengaduan yang masuk, Kemenhaj juga tengah merancang sistem tata kelola umrah yang lebih komprehensif. Sistem tersebut diharapkan mampu menghadirkan penyelenggaraan umrah yang aman, tertib, nyaman, serta sesuai dengan prinsip syariah. Kemenhaj juga mengimbau masyarakat yang merasa menjadi korban travel umrah bermasalah agar tidak ragu untuk melapor. MCH 2026, Dian Palupi, RTV.

55 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Tiba di Tanah Air

MADINAH, Lensa Indonesia RTV – Kementerian Haji dan Umrah terus mengawal proses kepulangan jemaah haji Indonesia. Hingga hari ke-59 operasional haji dan hari ke-17 masa pemulangan, sebanyak 114.236 jemaah dan petugas atau sekitar 55 persen dari total jemaah haji Indonesia telah tiba di tanah air.   “Alhamdulillah hingga hari ini, sebanyak 267 kloter telah diberangkatkan melalui Bandara Jeddah dan 33 kloter melalui Bandara Madinah. Sementara itu, total yang telah tiba di Indonesia mencapai 114.236 jemaah dan petugas,” ujar Maria Assegaff di Madinah   Selain itu, sebanyak 192 kloter atau 74.441 jemaah dan petugas telah bergerak dari Makkah menuju Madinah sebagai bagian dari proses pemulangan gelombang kedua.   Maria juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Apresiasi khusus juga diberikan kepada jemaah haji Indonesia yang terus menunjukkan sikap disiplin dan patuh terhadap aturan selama proses pemulangan.   MCH 2026, Dian Palupi, RTV.

Presiden Prabowo Panggil Menteri Pertanian Bahas Kesiapan Pemerintah Hadapi El Nino

JAKARTA, Lensa Indonesia RTV – Pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk menghadapi dampak El Nino yang diperkirakan akan terjadi di Indonesia. Hal ini disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (18/6/2026) siang. Dalam pertemuan tersebut, Menteri Pertanian melaporkan sejumlah isu strategis di sektor pertanian, mulai dari upaya mitigasi menghadapi El Nino, kondisi ketahanan pangan nasional, hingga percepatan program hilirisasi perkebunan. Menurut Andi Amran Sulaiman, pemerintah telah melakukan berbagai langkah antisipasi untuk meminimalkan risiko kekeringan akibat El Nino. Upaya tersebut dilakukan melalui pembangunan embung, irigasi pompa, sumur dalam, pompanisasi, optimalisasi lahan rawa, serta program cetak sawah. Ia menjelaskan bahwa optimalisasi lahan rawa yang sebelumnya hanya dapat dipanen satu kali dalam setahun kini ditingkatkan sehingga mampu menghasilkan dua hingga tiga kali panen. Sementara itu, program cetak sawah juga terus dilanjutkan untuk menjaga dan meningkatkan produksi pangan nasional. Pemerintah berharap berbagai langkah tersebut mampu menjaga stabilitas produksi pangan sehingga dampak El Nino terhadap sektor pertanian dapat ditekan semaksimal mungkin. Selain membahas mitigasi El Nino, Menteri Pertanian juga melaporkan perkembangan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit serta percepatan program hilirisasi dan pengembangan perkebunan rakyat. Program hilirisasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan dalam negeri sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. Pemerintah juga terus mendorong penguatan sektor perkebunan rakyat agar mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian nasional. Dengan berbagai langkah yang telah disiapkan, pemerintah optimistis ketahanan pangan nasional tetap terjaga meskipun menghadapi potensi dampak cuaca ekstrem akibat El Nino. (Laporan Olivia Ferari dan Budi Utomo)

Program Tanazul untuk Jemaah Risiko Tinggi

Bagi jemaah haji Indonesia yang mengalami gangguan kesehatan atau memiliki kondisi medis tertentu, tersedia program tanazul, yakni skema pemulangan lebih awal ke Tanah Air sebelum jadwal kelompok terbang (kloter) asalnya. Program ini diperuntukkan bagi jemaah yang dinilai layak terbang berdasarkan hasil pemeriksaan medis setelah menjalani perawatan di rumah sakit atau mengalami penurunan kondisi kesehatan selama di Arab Saudi. Seperti yang dialami Marwati, jemaah asal Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, yang harus menggunakan kursi roda usai dirawat di rumah sakit di Makkah. Setelah menjalani evaluasi kesehatan, ia dinyatakan memenuhi syarat mengikuti program tanazul. Hal serupa juga dialami pasangan Saminah dan Munarto yang mendapat izin pulang lebih awal karena alasan kesehatan. Hingga saat ini, sebanyak 145 jemaah haji Indonesia telah dipulangkan melalui program tanazul. Sementara itu, terdapat 334 jemaah yang mengajukan permohonan dan masih menjalani proses penilaian medis. Setiap jemaah akan diperiksa tingkat stabilitas kesehatannya serta dikonsultasikan kepada dokter spesialis sesuai penyakit yang diderita sebelum diputuskan layak atau tidak untuk terbang. Selama proses pemulangan, jemaah peserta tanazul mendapat pengawasan ketat dari petugas kesehatan, termasuk pemeriksaan ulang di bandara dan pendampingan dokter selama penerbangan guna memastikan kondisi mereka tetap aman hingga tiba di Indonesia.

Pemulangan Jemaah Haji Indonesia

Sahabat RTV, proses pemulangan jemaah haji Indonesia musim haji 2026 terus berlangsung. Saat ini, pemerintah masih melakukan pergeseran jemaah haji gelombang kedua dari Makkah menuju Madinah sebelum mereka diterbangkan kembali ke Indonesia. Pergeseran ini merupakan bagian dari tahapan akhir operasional haji yang telah berlangsung sejak selesainya rangkaian ibadah di Tanah Suci. Para jemaah gelombang kedua akan terlebih dahulu menjalani masa tinggal di Madinah untuk beribadah dan berziarah sebelum kembali ke Tanah Air. Ribuan Jemaah Sudah Tiba di Madinah Berdasarkan data terbaru, sebanyak 5.444 jemaah haji Indonesia telah bergeser dari Makkah menuju Madinah. Proses perpindahan dilakukan secara bertahap menggunakan armada bus yang telah disiapkan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Di salah satu sektor pemondokan, yakni sektor 9, petugas memberangkatkan sekitar tiga setengah kloter jemaah menuju Madinah dalam satu hari. Total jemaah yang diberangkatkan mencapai 1.111 orang. Petugas menjelaskan bahwa jumlah tersebut terdiri dari tiga kloter penuh dan sebagian jemaah dari kloter lain yang digabungkan dalam proses keberangkatan menuju Madinah. Seluruh proses dilakukan dengan pengawasan ketat untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan jemaah selama perjalanan. Menanti Kepulangan ke Tanah Air Sahabat RTV, setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji, banyak jemaah kini mulai menantikan momen kepulangan ke Indonesia. Kerinduan untuk kembali bertemu keluarga menjadi perasaan yang paling banyak dirasakan para jemaah. Meski demikian, tidak sedikit pula yang mengaku masih ingin berlama-lama berada di Tanah Suci. Beberapa jemaah bahkan berharap dapat kembali lagi ke Arab Saudi untuk menunaikan ibadah umrah maupun haji di masa mendatang. Salah seorang jemaah mengaku masih memiliki keinginan besar untuk kembali ke Tanah Suci setelah sebelumnya harus menunggu hingga 14 tahun untuk mendapatkan kesempatan berhaji. Ungkapan tersebut menggambarkan betapa berartinya perjalanan spiritual yang telah mereka jalani selama berada di Arab Saudi. Delapan Hari di Madinah Sebelum Pulang Sebelum dipulangkan ke Indonesia, jemaah haji gelombang kedua akan menjalani masa tinggal selama kurang lebih delapan hari di Madinah. Selama berada di kota yang menjadi tempat dimakamkannya Nabi Muhammad SAW tersebut, jemaah akan melaksanakan ibadah di Masjid Nabawi serta mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah Islam. Masa tinggal di Madinah juga menjadi kesempatan bagi jemaah untuk beristirahat setelah menjalani rangkaian ibadah haji yang cukup padat dan menguras tenaga. Setelah seluruh agenda ibadah dan ziarah selesai, jemaah akan diterbangkan ke Indonesia melalui Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz sesuai jadwal masing-masing kloter. Lebih dari 117 Ribu Jemaah Sudah Pulang Sementara itu, proses pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air terus menunjukkan perkembangan signifikan. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 117.171 jemaah telah kembali ke Indonesia. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 57,31 persen dari total jemaah haji Indonesia tahun ini dan berasal dari 302 kelompok terbang atau kloter yang telah menyelesaikan proses kepulangan. Pemerintah berharap seluruh tahapan pemulangan jemaah, baik yang masih berada di Makkah maupun Madinah, dapat berjalan lancar hingga akhir operasional haji. Dengan demikian, seluruh jemaah Indonesia dapat kembali ke kampung halaman dalam kondisi sehat, aman, dan membawa pengalaman spiritual yang berkesan dari Tanah Suci.

Presiden Apresiasi Penyelenggaraan Haji 2026, Kemenhaj Siapkan Peningkatan Layanan dan Percepatan Masa Tunggu Jemaah

BOGOR, Lensa Indonesia RTV – Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi atas penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M yang dinilai berjalan dengan baik. Apresiasi tersebut disampaikan saat menerima Menhaj beserta jajaran pimpinan DPR RI dan anggota Komisi VIII DPR RI di Hambalang, Bogor. Dalam pertemuan tersebut, Presiden menyoroti berbagai capaian penyelenggaraan haji tahun ini sekaligus memberikan arahan strategis untuk peningkatan kualitas layanan jemaah pada musim haji mendatang. Menhaj Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan bahwa penyelenggaraan haji 2026 menunjukkan berbagai kemajuan signifikan, mulai dari percepatan penerbitan visa, distribusi kartu Nusuk sebelum keberangkatan, hingga peningkatan kualitas layanan akomodasi dan mobilitas jemaah. “Alhamdulillah, Bapak Presiden memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan haji tahun ini. Berbagai perbaikan yang dilakukan mampu menghadirkan layanan yang lebih baik bagi jemaah Indonesia,” ujar Menhaj. Menurutnya, meski Kemenhaj baru mulai menjalankan tugas pada September 2025, berbagai persiapan yang sempat tertinggal dapat dikejar melalui kolaborasi lintas kementerian, lembaga, serta dukungan DPR RI melalui Tim Pengawas Haji. Salah satu capaian penting pada musim haji 2026 adalah percepatan penerbitan visa yang selesai lebih awal dibanding tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, distribusi Nusuk sejak di tanah air turut mendukung kelancaran layanan sehingga tidak lagi ditemukan kasus jemaah terpisah dari rombongan, kesulitan memperoleh akomodasi, maupun kendala layanan dasar lainnya saat berada di Arab Saudi. Kemenhaj juga mulai menerapkan skema kontrak layanan multiyears dengan sejumlah penyedia layanan di Arab Saudi. Skema tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan secara berkelanjutan sekaligus memberikan kepastian bagi mitra dalam melakukan investasi peningkatan fasilitas bagi jemaah Indonesia. Dalam arahannya, Presiden Prabowo meminta agar kualitas layanan haji terus ditingkatkan, terutama pada aspek konsumsi, akomodasi, dan persiapan layanan yang dilakukan lebih awal. “Presiden memberikan berbagai masukan agar layanan haji tahun depan semakin baik, mulai dari kualitas makanan, kesiapan layanan sejak dini, hingga peningkatan kualitas hotel dan akomodasi yang digunakan jemaah Indonesia,” kata Menhaj. Selain itu, Presiden juga menaruh perhatian terhadap pengembangan konsep Kampung Haji sebagai salah satu upaya jangka panjang untuk meningkatkan pelayanan sekaligus menekan biaya penyelenggaraan ibadah haji. Menurut Menhaj, konsep tersebut akan terus dikaji bersama DPR RI dengan mempertimbangkan berbagai tantangan yang memengaruhi biaya penyelenggaraan haji, seperti fluktuasi nilai tukar, kenaikan biaya avtur, dinamika global, serta penyesuaian tarif layanan dari Pemerintah Arab Saudi. Presiden Prabowo juga memberikan perhatian khusus terhadap upaya percepatan masa tunggu keberangkatan haji. Kemenhaj mencatat sejumlah daerah yang sebelumnya memiliki masa tunggu sangat panjang kini mulai mengalami penurunan secara signifikan. Meski demikian, Presiden meminta pemerintah terus menghadirkan terobosan agar masa tunggu jemaah dapat dipersingkat lebih jauh. MCH 2026, Dian Palupi, RTV.

Pemulangan Jemaah Haji Gelombang II dari Madinah Dimulai, 48 Persen Jemaah Telah Tiba di Tanah Air

MAKKAH, Lensa Indonesia RTV – Layanan kepulangan jemaah haji Indonwsia, kini memasuki babak baru dengan dimulainya penerbangan perdana jemaah Gelombang II dari Madinah menuju Indonesia. Hingga Selasa, 16 Juni 2026, sebanyak 261 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan dari Arab Saudi melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, dengan jumlah 101.391 jemaah dan 1.042 petugas. Dengan demikian, total jemaah dan petugas yang telah diterbangkan menuju Indonesia mencapai 102.433 orang. Sementara itu, sebanyak 253 kloter telah tiba di tanah air dengan jumlah 98.487 jemaah dan 1.010 petugas. Total kedatangan jemaah dan petugas haji Indonesia yang telah tiba di berbagai embarkasi mencapai 99.497 orang. Untuk pergerakan jemaah Gelombang II dari Makkah menuju Madinah, hingga hari ini telah diberangkatkan sebanyak 157 kloter yang terdiri atas 60.242 jemaah dan 628 petugas. Total jemaah dan petugas yang telah tiba di Madinah mencapai 60.870 orang. Adapun jemaah haji khusus yang telah kembali ke Indonesia sampai hari ini berjumlah 15.802 orang, terdiri atas 15.066 jemaah dan 736 petugas. Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff, menjelaskan bahwa dimulainya penerbangan Gelombang II dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah menjadi tonggak penting dalam fase pemulangan jemaah tahun ini. “Hari ini menjadi penanda dimulainya fase kepulangan jemaah Gelombang II dari Madinah menuju Indonesia. Kami memastikan seluruh jemaah dapat kembali ke tanah air dengan aman, nyaman, dan sehat,” ujar Maria. Kemenhaj bersama seluruh petugas haji di Daerah Kerja Madinah terus mengoptimalkan layanan akomodasi, transportasi, konsumsi, kesehatan, hingga layanan bandara guna memastikan proses kepulangan berjalan lancar hingga kloter terakhir. MCH 2026, Dian Palupi, RTV.

error: Content is protected !!