MAKKAH, Lensa Indonesia RTV – Saat melakukan kunjungan ke kota Taif, kami , anggota tim Media Center Haji, berkesemparan mengunjungi sebuah destinasi yang dikenal sebagai salah satu pusat pembuatan parfum terbaik di Arab Saudi, yakni Rashid Hussein Al-Qurashi atau مصنع راشد القرشي di kawasan Al-Hada, Taif. Ternyata, bukan hanya rombongan MCH yang datang sore itu. Sejumlah jemaah haji dari berbagai negara, termasuk Indonesia, lebih dulu memadati area pabrik. Sebagian tampak antusias menyaksikan proses penyulingan air mawar, sementara yang lain sibuk memilih aneka parfum khas Al-Qurashi yang tersusun rapi di etalase. Di sudut lain, beberapa pengunjung menikmati secangkir kopi dan es krim sambil bersantai, menjadikan tempat bersejarah ini bukan sekadar pusat produksi parfum, tetapi juga destinasi wisata yang menawarkan pengalaman khas Taif. Konon, tempat ini dikenal luas karena menghasilkan air mawar asli serta minyak mawar murni berkualitas tinggi dengan menggunakan teknik penyulingan tradisional yang telah diwariskan turun-temurun selama beberapa generasi. Setelah berkeliling melihat pabrik, tim MCH diterima oleh salah satu pegawai terbaiknya. Pria itu bernama Abdullah atau Dul, yang cukup fasih berbahasa Indonesia,bahkan bisa sedikit bicara dengan bahasa Jawa dan Sunda. Mengetahu tamunya dari Indonesia, Dul berusaha menjelaskan sedetail mungkin proses penyulingan air mawar menjadi parfum dengan Bahasa Melayu. Selanjutnya, tim MCH diajak berkeliling lagi ke tempat-tempat penyulingan mawar tradisional yang sudah berusia puluhan tahun. Sayangnya, tim MCH hanya bisa melihat alat peracikannya saja, tidak proses penyulingannya karena mawarnya sedang tidak musim. Menurut Abdullah, Mawar di Taif hanya panen pada bulan Ramadan dan Syawal. Makanya, proses pembuatan parfum pun banyak dilakukan di waktu tersebut. Dari Dul, kami mengetahui bahwa proses penyulingan mawar menjadi parfum membutuhkan waktu yang panjang. Ada yang 6 jam, ada juga yang 8 jam tanpa jeda. Semua proses harus dilakukan secara baik, alat penyulingan tidak boleh mati. Adapun bahan baku untuk membuat parfum mawar tersebut menurut Dul yaitu air dan bunga mawar rose yang diambil dari kebun mawar di Taif. “Nantinya kalau sudah mulai jadi, dia terpisah. Air di bawah kemudian parfum di atas,” ucap Dul kepada tim MCH. Dengan gayanya yang sedikit jenaka, Dul menjelaskan bahwa air mawar yang disuling di pabrik Al-Qurashi tersebut dibuat menjadi parfum, sabun, lotion, obat rambut, air arus dan skincare, bahkan teh. MCH 2026, Dian Palupi, RTV.
Author Archives: Admin News RTV
63.813 Jemaah Haji Telah Tiba di Tanah Air
MAKKAH, Lensa Indonesia RTV – Operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M memasuki hari ke-42. Proses pemulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi terus berlangsung secara bertahap. Juru Bicara Kemenhaj Ichsan Marsha mengatakan, hingga hari kesepuluh masa pemulangan, pergerakan jemaah berjalan sesuai rencana dan mayoritas jemaah telah menyelesaikan rangkaian ibadah haji dengan baik. “Alhamdulillah, proses pemulangan jemaah haji Indonesia terus berjalan lancar. Hingga hari ini, sebanyak 168 kloter telah diberangkatkan dari Arab Saudi melalui Bandara Jeddah dengan total 65.466 jemaah dan 671 petugas. Dengan demikian, jumlah yang telah dipulangkan mencapai 66.137 orang,” ujar Ichsan Marsha. Selain itu, proses pergerakan jemaah Gelombang II dari Makkah menuju Madinah juga terus berlangsung. Hingga hari ini, sebanyak 69 kloter dengan 26.550 jemaah dan 276 petugas telah diberangkatkan ke Madinah, atau total sebanyak 26.826 orang. Untuk jemaah haji khusus, hingga hari ini tercatat sebanyak 15.802 orang telah kembali ke Indonesia, terdiri atas 15.066 jemaah dan 736 petugas. Ichsan mengatakan, fase pemulangan menjadi momentum bagi para jemaah untuk membawa pulang nilai-nilai haji ke tengah keluarga dan masyarakat. Ichsan menyampaikan apresiasi kepada seluruh jemaah yang telah menjaga ketertiban dan mengikuti seluruh arahan petugas selama penyelenggaraan ibadah haji. MCH 2026, Dian Palupi, RTV.
Kemenhaj Sidak Dapur Jemaah Haji di Madinah
Sahabat RTV, meski proses pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air sudah berlangsung, pemerintah memastikan kualitas pelayanan bagi jemaah yang masih berada di Arab Saudi tetap menjadi prioritas utama. Berbagai layanan pendukung mulai dari akomodasi, transportasi, kesehatan hingga konsumsi terus diawasi agar tetap berjalan optimal hingga akhir operasional haji 2026. Salah satu aspek yang mendapat perhatian khusus adalah layanan konsumsi. Pemerintah ingin memastikan seluruh jemaah Indonesia mendapatkan makanan yang layak, bergizi, higienis, dan didistribusikan tepat waktu selama menjalani masa tinggal di Madinah. Inspektur Jenderal Sidak Dapur Penyedia Konsumsi Untuk memastikan kualitas layanan tersebut, Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah, Dendi Suryadi, melakukan inspeksi mendadak ke salah satu dapur penyedia konsumsi jemaah haji Indonesia di Madinah. Dapur yang dikunjungi merupakan satu dari 23 dapur yang ditunjuk untuk melayani kebutuhan makanan jemaah Indonesia selama berada di Kota Nabi. Dalam inspeksi tersebut, Dendi memeriksa sejumlah aspek mulai dari proses pengolahan makanan, kebersihan dapur, kualitas bahan baku, hingga mekanisme distribusi makanan ke hotel-hotel tempat jemaah menginap. Menurut Dendi, pengawasan dilakukan untuk memastikan seluruh layanan konsumsi berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah. Tidak hanya kualitas makanan, pemerintah juga memantau ketepatan waktu distribusi serta kesesuaian jumlah porsi yang diterima jemaah. Sahabat RTV, layanan konsumsi menjadi salah satu komponen penting dalam penyelenggaraan ibadah haji karena berhubungan langsung dengan kondisi kesehatan dan kebugaran jemaah, terutama setelah mereka menjalani rangkaian puncak ibadah haji yang cukup menguras tenaga. Perpindahan Jemaah ke Madinah Terus Berjalan Sementara itu, proses perpindahan jemaah haji gelombang kedua dari Makkah menuju Madinah juga terus berlangsung secara bertahap. Pada hari kelima fase perpindahan, Kamis 11 Juni 2026, sebanyak 7.716 jemaah yang tergabung dalam 20 kelompok terbang dijadwalkan diberangkatkan dari Makkah menuju Madinah. Setibanya di Madinah, para jemaah akan melaksanakan berbagai rangkaian ibadah dan ziarah, termasuk beribadah di Masjid Nabawi, sebelum akhirnya kembali ke Indonesia. Pemerintah memastikan seluruh proses perpindahan dilakukan dengan memperhatikan kenyamanan dan keselamatan jemaah, termasuk penyediaan armada transportasi yang memadai dan pendampingan petugas selama perjalanan. Lebih dari 67 Ribu Jemaah Sudah Kembali ke Indonesia Di sisi lain, proses pemulangan jemaah haji gelombang pertama ke Tanah Air juga terus berjalan melalui Bandara Internasional King Abdulaziz. Berdasarkan data terbaru hingga Kamis pagi, sebanyak 67.967 jemaah Indonesia yang tergabung dalam 174 kelompok terbang telah kembali ke Indonesia melalui berbagai embarkasi di seluruh daerah. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 33,02 persen dari total jemaah haji reguler Indonesia pada musim haji tahun 2026. Sahabat RTV, pemerintah menargetkan seluruh operasional pemulangan jemaah haji Indonesia dapat selesai pada 1 Juli 2026 mendatang. Setelah proses pemulangan gelombang pertama berakhir, pemulangan jemaah gelombang kedua dari Madinah akan terus dilaksanakan secara bertahap hingga seluruh jemaah kembali ke Tanah Air dengan selamat, sehat, dan membawa predikat haji yang mabrur.
Kemenhaj Tindak Tegas Oknum KBIHU Nakal Demi Lindungi Jemaah
MAKKAH, Lensa Indonesia RTV – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengambil langkah tegas dalam menertibkan berbagai praktik pelanggaran penyelenggaraan ibadah haji. Langkah ini mencakup penertiban dan pembinaan terhadap sejumlah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) serta oknum petugas yang terindikasi melakukan penyimpangan dan dugaan penipuan terkait pengelolaan Dam, badal haji fiktif, kurban, hingga penyusupan jemaah non-prosedural. Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, menegaskan bahwa tindakan penertiban dan pembinaan ini merupakan bentuk komitmen mutlak pemerintah dalam menjaga tata kelola haji yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Selain itu, tindakan ini dilakukan dalam rangka melindungi hak jemaah dan memberantas praktik mencari keuntungan dari jemaah. “Kami tidak akan menoleransi segala bentuk praktik yang merugikan jemaah dan mencederai kekhusyukan ibadah haji. Penertiban ini dilakukan demi memberikan pelindungan menyeluruh kepada jemaah haji Indonesia agar terhindar dari unsur penipuan dan transaksi di luar ketentuan resmi,” ujar Ichsan Marsha. Ichsan menambahkan, tim pengawas telah membongkar jaringan penipuan badal haji fiktif dan penggelapan uang kurban. Salah satu kasus berat melibatkan seorang mukimin bernama Muhtar yang diduga menggelapkan uang badal dan kurban milik jemaah asal Merauke (Kloter UPG-29), sebanyak Rp306,8 juta. Laporan terkait kasus tersebut disampaikan langsung oleh jemaah kepada Menteri Haji dan Umrah pada Selasa, 2 Juni 2026 di Hotel Safwat Alsharooq, Makkah. “Untuk kasus penggelapan oleh mukimin atas nama Muhtar, kami telah berkoordinasi secara intensif dengan Divhubinter Polri, Konjen RI Jeddah, Atase Kepolisian, serta otoritas keamanan Arab Saudi. Saat ini, yang bersangkutan telah berhasil ditangkap dan ditahan,” tegas Ichsan. Kasus serupa terkait indikasi badal haji fiktif dan kurban juga ditemukan dalam kesempatan lain, yakni sebagai berikut: Kamis, 4 Juni 2026, dengan terduga bernama MH seorang Bimbad Kloter UPG-29 dan juga ASN Kemenag Kab. Timika yang bekerjasama dengan mukimin diduga menggelapkan uang badal haji dan kurban jemaah haji asal Papua. Setelah dilakukan pembinaan, yang bersangkutan bersedia mengembalikan uang yang diterimanya kepada jemaah sejumlah 25.500 SAR atau sekitar Rp122 juta. Minggu, 7 Juni 2026, terdapat KBIHU MB di Kloter BPN-09 yang dipimpin oleh saudara M, terkait dengan pembayaran kurban (Rp75 juta) dan badal haji (Rp2,5 juta x 25 orang = Rp62,5 juta). Sehingga totalnya sebanyak Rp137,5 juta. Setelah dilakukan pembinaan, yang bersangkutan bersedia mengembalikan uang yang diterimanya kepada jemaah. Minggu, 7 Juni 2026, terdapat temuan pelanggaran dilakukan oleh terduga AB yang merupakan Bimbad Kloter BPN-10 terhadap 6 orang jemaah asal Sulteng, yang diduga tidak melaksanakan badal haji dan mendapat keuntungan tidak sah sebesar Rp15.000.000. Setelah dilakukan pembinaan, yang bersangkutan bersedia mengembalikan uang yang diterimanya kepada jemaah. Senin, 8 Juni 2026, terdapat KBIHU AF Kab. Purwakarta di Kloter KJT-12 yang dipimpin oleh saudara NF, terkait dengan pembayaran badal haji sebanyak 140 orang dengan biaya per orang sebesar Rp10.000.000. Total keuntungan sebesar Rp1,4 milyar (badal haji fiktif). Ichsan menjelaskan bahwa Pemerintah Arab Saudi telah mengatur mekanisme pembayaran Dam di Tanah Suci bagi jemaah haji melalui lembaga resmi yang ditunjuk, yaitu Adahi. Namun, di lapangan masih ditemukan sejumlah KBIHU yang memobilisasi pembayaran Dam melalui mukimin (warga lokal). Beberapa temuan pelanggaran pembayaran Dam kepada mukimin yang telah ditindak dan diberikan pembinaan antara lain dilakukan oleh: KBIHU UH (asal Malang), melakukan pelanggaran dalam bentuk pembayaran Dam kepada mukimin sebanyak 117 jemaah. Setelah dilakukan pembinaan, uang tersebut bisa ditarik kembali dari mukimin dan dibayarkan oleh KBIHU kepada Adahi. KBIHU AH (asal Kota Tegal), telah membayarkan Dam sebanyak 17 jemaah kepada mukimin, namun setelah dilakukan pembinaan, uang tersebut bisa ditarik kembali dari mukimin dan dibayarkan oleh KBIHU kepada Adahi. KBIHU NUP (asal Kabupaten Pati), telah membayarkan Dam sebanyak 40 jemaah SOC 50 kepada mukimin, namun setelah dilakukan pembinaan, uang tersebut bisa ditarik kembali dari mukimin dan dibayarkan oleh KBIHU kepada Adahi. KBIHU AU, HW, WD (asal NTB), telah membayarkan Dam kepada mukimin. Setelah dilakukan pembinaan, KBIHU HW dan KBIHU WD dapat ditarik kembali uangnya dari mukimin dan dibayarkan kepada Adahi, sedangkan KBIHU AU tidak mau mengembalikan dan siap menerima risiko. KBIHU MB (Kloter BPN-09), yang memiliki 245 jemaah. Sebanyak 122 jemaah pembayaran Damnya telah dibayarkan ke Adahi. Sedangkan 123 jemaah dibayarkan melalui mukimin sejumlah Rp246.000.000 (Rp2.000.000 x 123 jemaah). Sehingga saudara M mendapatkan keuntungan sekitar (Rp1.500.000/jemaah x 123 jemaah) dengan total Rp184.500.000. Setelah dilakukan pembinaan saudara M bersedia mengembalikan keuntungan kepada jemaah. KBIHU AF (Kloter KJT-12 Purwakarta), terkait dengan pembayaran Dam bekerjasama dengan mukimin atas nama ADN dan mendapatkan keuntungan sebesar Rp103.584.000, dan juga KBIHU AR di Kloter yang sama yang dipimpin oleh saudara END sekaligus Bimbad kloter, terkait dengan pembayaran Dam bekerjasama dengan mukimin atas nama ADN dan mendapatkan keuntungan sebesar Rp87.360.000. Ichsan menambahkan, ditemukan pula pelanggaran yang dilakukan oleh terduga AB yang merupakan Bimbad Kloter BPN-10 terhadap jemaah KBIHU ARF asal Kab. Donggala, Sulteng, dimana dam dari 98 jemaah dibayarkan kepada mukimin dengan keuntungan sebesar Rp98.000.000. Setelah dilakukan pembinaan, yang bersangkutan bersedia mengembalikan uang yang diterimanya kepada jemaah. “Melalui upaya pembinaan dan penegasan aturan oleh petugas di lapangan, sebagian besar KBIHU tersebut telah bersedia menarik kembali uang jemaah dari mukimin untuk kemudian disetorkan secara resmi ke lembaga Adahi, serta mengembalikan sisa keuntungan tidak sah kepada jemaah,” jelas Ichsan. Lebih lanjut, tim pengawas juga menemukan adanya upaya penyusupan jemaah non-prosedural (tanpa visa haji resmi) yang difasilitasi oleh oknum KBIHU, seperti temuan jemaah non-prosedural yang menggunakan identitas KBIHU AA (Kab. Lebak) dan ketua KBIHU AMR (Jakarta Timur) yang mencoba memasuki Arafah menggunakan bus masyair untuk melaksanakan badal fiktif bagi 50 orang dengan total keuntungan sebesar Rp500.000.000. Penanganan jemaah non-prosedural ini telah diserahkan dan diselesaikan secara hukum oleh KJRI Jeddah. Terkait kasus ini, Kementerian Haji dan Umrah mengimbau kepada seluruh jemaah haji Indonesia agar tetap waspada dan tidak mudah tergiur oleh tawaran paket Dam, kurban, atau badal haji murah dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. “Pastikan seluruh ibadah dan transaksi keuangan disalurkan melalui jalur resmi pemerintah dan lembaga yang telah ditunjuk sah oleh otoritas Arab Saudi demi keamanan dalam beribadah,” tutup Ichsan. MCH 2026, Dian Palupi, RTV.
Kemenhaj Akan Tindak Tegas ASN yang Terlibat Penipuan Dana Dam Jemaah Haji
Sahabat RTV, Kementerian Haji dan Umrah memastikan akan mengambil langkah tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam kasus dugaan penipuan pembayaran dam jemaah haji Indonesia yang belakangan menjadi perhatian publik. Tidak hanya pelaku utama, aparatur sipil negara (ASN) maupun lembaga yang terbukti terlibat juga terancam mendapatkan sanksi berat. Kasus ini mencuat setelah terungkap adanya dugaan penyalahgunaan dana pembayaran dam yang dilakukan terhadap sejumlah jemaah haji Indonesia. Dari hasil penelusuran awal, terdapat indikasi keterlibatan dua ASN yang berasal dari Purwakarta, Jawa Barat, dan Timika, Papua. Kementerian Siapkan Penyelidikan Menyeluruh Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah, Dendi Suryadi, menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengungkap pihak-pihak yang terlibat dalam kasus tersebut. Menurut Dendi, apabila nantinya ditemukan keterlibatan ASN, baik yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), maka proses penindakan akan dilakukan sesuai dengan mekanisme dan aturan disiplin aparatur sipil negara yang berlaku. Sahabat RTV, sanksi yang diberikan dapat beragam, mulai dari pembinaan, pemeriksaan khusus, hingga penjatuhan hukuman disiplin sesuai tingkat pelanggaran yang terbukti dilakukan. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk menjaga integritas penyelenggaraan ibadah haji sekaligus melindungi hak-hak jemaah Indonesia. KBIHU Terancam Dicabut Izinnya Tidak hanya ASN, Kementerian Haji dan Umrah juga menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) yang terbukti terlibat dalam praktik penipuan dana dam. Salah satu sanksi terberat yang dapat dijatuhkan adalah pencabutan izin operasional. Pemerintah menilai praktik-praktik yang merugikan jemaah tidak dapat ditoleransi karena berpotensi mencederai kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan ibadah haji. Sahabat RTV, sebelumnya pemerintah juga telah beberapa kali mengingatkan seluruh KBIHU untuk mematuhi aturan yang berlaku dan mengedepankan pelayanan kepada jemaah dibandingkan kepentingan pribadi maupun kelompok. Pergerakan Jemaah ke Madinah Terus Berlangsung Di tengah proses penyelidikan kasus tersebut, operasional haji Indonesia tetap berjalan. Saat ini, proses pergerakan jemaah dari Makkah menuju Madinah terus berlangsung secara bertahap. Pada hari keempat fase pergerakan, Kamis 10 Juni 2026, sebanyak 6.914 jemaah yang tergabung dalam 18 kelompok terbang dijadwalkan berangkat menuju Madinah. Proses keberangkatan dilakukan mulai pukul 08.00 hingga 18.00 waktu Arab Saudi menggunakan armada bus yang telah disiapkan petugas. Setibanya di Madinah, jemaah akan menjalani rangkaian ibadah dan ziarah sebelum nantinya dipulangkan ke Indonesia. Lebih dari 60 Ribu Jemaah Sudah Pulang ke Indonesia Sementara itu, proses pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air juga terus berlangsung melalui Bandara Internasional King Abdulaziz. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 60.954 jemaah telah kembali ke Indonesia melalui berbagai debarkasi di seluruh wilayah Tanah Air. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring berjalannya fase pemulangan jemaah gelombang pertama. Sahabat RTV, pemulangan jemaah gelombang pertama melalui Bandara King Abdulaziz dijadwalkan berlangsung hingga 15 Juni 2026. Setelah itu, mulai 16 Juni 2026, proses pemulangan jemaah gelombang kedua akan dilakukan langsung dari Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz. Pemerintah berharap seluruh proses pemulangan berjalan lancar dan seluruh jemaah dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat setelah menunaikan ibadah haji tahun ini.
Jemaah Haji Gelombang Kedua Berada di Puncak Kelelahan
MAKKAH, Lensa Indonesia RTV – Jemaah haji Indonesia gelombang kedua yang saat ini mulai tiba di Madinah menghadapi fase rawan kelelahan setelah menjalani rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, Enny Nuryanti, menjelaskan bahwa karakteristik jemaah gelombang kedua berbeda dari gelombang pertama. Selain menghadapi kelelahan fisik pascapuncak haji, sebagian jemaah haji gelombang kedua masih menjalani aktivitas tambahan seperti umrah sunnah maupun ziarah, sehingga rentan mengalami kelelahan. “Jemaah gelombang kedua ini berada pada puncak kelelahan. Setelah Armuzna [puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina], sebagian masih melakukan aktivitas ibadah tambahan sehingga kondisi fisiknya semakin menurun,” ujar Enny kepada tim Media Center Haji. KKHI Madinah mencatat bahwa infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi keluhan kesehatan yang paling banyak ditemukan pada fase ini di kalangan jemaah haji Indonesia yang berada di Kota Nabi. “Sementara ini penyakit terbanyak masih ISPA. Banyak jemaah maupun petugas yang masih membawa gangguan kesehatan pascaarmuzna,” katanya. Selain kasus ISPA, KKHI Madinah juga menerima sejumlah pasien dengan penyakit berat yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. KKHI menerima dua pasien rujukan dengan diagnosis gangguan jantung dan pneumonia. Enny menambahkan, tantangan yang dihadapi tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik. Banyak jemaah mulai mengalami tekanan psikologis karena sudah merindukan keluarga di Tanah Air, sementara mereka masih harus menjalani masa tinggal di Madinah sebelum kepulangan. Menghadapi kondisi tersebut, KKHI Madinah mengimbau jemaah haji Indonesia untuk lebih bijak mengatur aktivitas selama berada di Madinah. Enny menegaskan bahwa seluruh rangkaian ibadah wajib haji telah selesai dilaksanakan sehingga jemaah tidak perlu memaksakan diri melakukan aktivitas fisik berlebihan. Dia meminta jemaah haji lanjut usia (lansia) maupun yang memiliki penyakit penyerta (komorbid) untuk menyesuaikan kegiatan dengan kemampuan fisik masing-masing. MCH 2026, Dian Palupi, RTV.
Dokter Petugas Haji Asal Sulawesi Tenggara Wafat di Tanah Suci
Sahabat RTV, kabar duka datang dari penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 di Arab Saudi. Seorang dokter yang juga bertugas sebagai petugas haji Indonesia dilaporkan meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit akibat gangguan pernapasan. Dokter Fitri Reskiani, petugas yang tergabung dalam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026, wafat setelah menjalani perawatan selama kurang lebih tujuh hari di salah satu rumah sakit di Arab Saudi. Almarhumah diketahui bertugas mendampingi jemaah haji Indonesia yang tergabung dalam Kloter UPG 38 atau Embarkasi Ujung Pandang 38. Kepergian dokter asal Provinsi Sulawesi Tenggara tersebut meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan rekan sejawat, tetapi juga bagi para jemaah yang selama ini didampinginya selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Disalatkan di Masjidil Haram Sahabat RTV, sebelum dimakamkan, almarhumah terlebih dahulu disalatkan di Masjidil Haram bersama ribuan jemaah lainnya. Setelah itu, jenazah dimakamkan di salah satu pemakaman umum di Kota Makkah. Berbeda dengan tradisi pemakaman di Indonesia, makam di Arab Saudi umumnya tidak menggunakan batu nisan atau papan nama. Sebagai penanda identitas, lokasi makam hanya dicatat berdasarkan nomor blok dan nomor makam yang tersimpan dalam administrasi pemakaman setempat. Sahabat RTV, meninggal dunia di Tanah Suci saat menjalankan tugas pelayanan kepada jemaah menjadi sebuah pengabdian yang akan selalu dikenang oleh keluarga besar penyelenggaraan ibadah haji Indonesia. Pergeseran Jemaah ke Madinah Terus Berlangsung Di tengah kabar duka tersebut, proses operasional haji Indonesia terus berjalan. Saat ini, pergeseran jemaah haji gelombang kedua dari Makkah menuju Madinah masih berlangsung secara bertahap. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 13.229 jemaah Indonesia telah tiba di Madinah. Para jemaah tersebut diberangkatkan menggunakan armada bus dari Makkah setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. Pada hari ketiga proses pergeseran, Selasa 9 Juni 2026, sebanyak 6.650 jemaah yang tergabung dalam 17 kelompok terbang dijadwalkan berangkat menuju Madinah. Menjalani Ibadah dan Ziarah Sebelum Pulang Setibanya di Madinah, jemaah gelombang kedua akan menjalani berbagai rangkaian ibadah dan ziarah selama kurang lebih delapan hari. Selama berada di Kota Madinah, para jemaah akan melaksanakan salat di Masjid Nabawi serta mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah yang berkaitan dengan perjalanan dakwah Rasulullah SAW. Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan tersebut, jemaah akan dipulangkan ke Indonesia melalui Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz. Sementara itu, proses pemulangan jemaah haji gelombang kedua dijadwalkan mulai berlangsung pada 16 Juni 2026. Pemerintah berharap seluruh tahapan pemulangan dapat berjalan lancar sehingga seluruh jemaah dapat kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat dan selamat setelah menuntaskan ibadah hajinya.
47.012 Jemaah Tiba di Tanah Air, Menhaj Fokus Perbaikan Layanan Haji 1448 H
MAKKAH, Lensa Indonesia RTV – Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf menegaskan bahwa berakhirnya puncak ibadah haji tidak berarti berakhir pula tugas pelayanan kepada jemaah. Fokus Kementerian Haji dan Umrah bersama Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) adalah memastikan seluruh proses pemulangan jemaah ke Tanah Air berjalan aman, nyaman, dan lancar hingga kloter terakhir tiba di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan Menhaj setibanya di Tanah Air bersama sebagian Tim Amirul Hajj. “Hingga hari ini, sebanyak 120 kloter atau 47.012 jemaah haji Indonesia telah kembali ke Tanah Air. Alhamdulillah seluruh tahapan penyelenggaraan haji secara umum berjalan sesuai harapan. Tentu masih ada sejumlah kekurangan yang menjadi bahan evaluasi, namun itu akan menjadi bagian dari upaya perbaikan layanan ke depan,” ujar Menhaj di Bandara Soekarno-Hatta Menhaj menambahkan, fase pemulangan melalui Bandara Jeddah akan berlangsung hingga 15 Juni 2026. Sementara itu, jemaah gelombang kedua mulai bergerak dari Makkah menuju Madinah untuk melanjutkan rangkaian ibadah sebelum dipulangkan ke Indonesia mulai 16 Juni 2026. Adapun kloter terakhir dijadwalkan tiba di Tanah Air pada 1 Juli 2026. “Puncak haji memang telah selesai, tetapi pelayanan kepada jemaah belum berakhir. Seluruh petugas tetap bekerja sesuai tugas dan fungsinya masing-masing sampai kloter terakhir tiba di Indonesia. Fokus kami sekarang adalah memastikan proses pemulangan berlangsung aman, nyaman, tertib, dan lancar,” tegasnya. Menhaj menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji Indonesia yang terus bekerja tanpa mengenal waktu dalam memberikan pelayanan kepada jemaah. Ia menilai dedikasi para petugas menjadi salah satu faktor penting yang membuat penyelenggaraan haji tahun ini berjalan dengan baik. Selain melakukan evaluasi internal, Kemenhaj juga menerima berbagai masukan dan rekomendasi dari Tim Amirul Hajj sebagai bahan penyempurnaan penyelenggaraan haji pada tahun mendatang. Salah satu perhatian utama adalah peningkatan layanan di Mina yang menjadi titik layanan paling kompleks selama puncak haji karena jutaan jemaah berkumpul dalam area yang relatif terbatas. Selain itu, rekomendasi juga mencakup peningkatan kualitas fasilitas tenda dan sanitasi, pengurangan penggunaan sampah plastik dalam operasional haji, penyempurnaan timeline penyelenggaraan haji, hingga penguatan tata kelola kontrak layanan agar lebih efektif, transparan, dan akuntabel. Menhaj mengungkapkan bahwa Otoritas Arab Saudi turut memberikan apresiasi atas peningkatan kualitas penyelenggaraan haji Indonesia. MCH 2026, Dian Palupi, RTV.
Nanik Bungkam Saat Ditanya Soal ‘Hadiah Indah’ di Surat Sony Sonjaya
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru dilantik, Nanik S. Deyang, memilih meninggalkan wartawan saat ditanya mengenai isi surat dari mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya. Nanik tidak memberikan tanggapan terkait pertanyaan mengenai “hadiah indah” yang disebut dalam surat tersebut. Perhatian publik mengarah kepada Nanik setelah beredarnya surat tulisan tangan Sony Sonjaya yang berisi ucapan selamat atas jabatan barunya. Dalam surat itu, Sony juga menyampaikan terima kasih atas sesuatu yang disebutnya sebagai “hadiah indah”. Sebelumnya, Sony telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung dalam kasus dugaan korupsi terkait tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). #nanikdeyang #sonysonjaya #mbg #bgn #hadiahindah
Jemaah Haji Gelombang Kedua Mulai Bergerak ke Madinah
Sahabat RTV, operasional haji Indonesia memasuki fase baru setelah rangkaian puncak ibadah haji selesai dilaksanakan. Jemaah haji Indonesia gelombang kedua kini mulai diberangkatkan dari Kota Makkah menuju Madinah, sementara proses pemulangan jemaah gelombang pertama ke Tanah Air juga terus berlangsung melalui Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah. Keberangkatan perdana jemaah gelombang kedua menuju Madinah dimulai pada Minggu, 7 Juni 2026. Sebanyak 14 kelompok terbang (kloter) dijadwalkan berangkat pada hari pertama perpindahan tersebut. Kloter pertama yang diberangkatkan adalah JKG 18 atau Kloter 18 Embarkasi Jakarta Pondok Gede dengan jumlah 439 jemaah yang diangkut menggunakan 11 armada bus. Skema Khusus Perjalanan Makkah-Madinah Kepala Daerah Kerja Makkah, Ihsan Faisal, menjelaskan bahwa proses perpindahan jemaah dari Makkah ke Madinah dilakukan dengan skema khusus untuk mempermudah mobilitas jemaah. Dalam perjalanan tersebut, jemaah hanya diperbolehkan membawa koper kabin yang berisi kebutuhan pribadi selama berada di Madinah. Sementara koper bagasi besar akan dikirim secara terpisah menggunakan sistem logistik yang telah disiapkan oleh petugas haji. Menurut Ihsan, skema ini diterapkan untuk mempercepat proses keberangkatan sekaligus memberikan kenyamanan bagi jemaah selama perjalanan yang memakan waktu sekitar enam hingga tujuh jam melalui jalur darat. Jemaah Harus Dalam Kondisi Sehat Sahabat RTV, pemerintah juga memastikan bahwa seluruh jemaah yang diberangkatkan ke Madinah berada dalam kondisi kesehatan yang baik. Jemaah yang masih menjalani perawatan atau belum dinyatakan layak melakukan perjalanan akan tetap berada di Makkah hingga kondisi kesehatannya membaik. Setelah seluruh jemaah gelombang kedua selesai diberangkatkan, para jemaah yang sebelumnya dirawat akan diberangkatkan secara bertahap menuju Madinah untuk melanjutkan rangkaian ibadah dan ziarah. Hingga Minggu malam waktu Arab Saudi, tercatat sebanyak 5.499 jemaah Indonesia telah tiba di Madinah. Jemaah Reguler Tempati Hotel Bintang Lima Ada hal menarik dalam penyelenggaraan haji tahun ini, sahabat RTV. Jemaah haji reguler Indonesia mendapatkan fasilitas pemondokan yang lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sebagian jemaah reguler kini menempati hotel-hotel bintang lima yang berada di sekitar kawasan Masjid Nabawi. Hotel-hotel tersebut sebelumnya lebih banyak digunakan oleh jemaah haji khusus. Kebijakan ini disambut positif oleh para jemaah karena memberikan kemudahan akses menuju Masjid Nabawi, terutama bagi jemaah lansia dan penyandang disabilitas. Pemulangan Jemaah ke Indonesia Terus Berjalan Di sisi lain, proses pemulangan jemaah haji gelombang pertama ke Indonesia juga terus berlangsung. Berdasarkan data terbaru hingga Senin pagi waktu Arab Saudi, sebanyak 119 kloter telah diterbangkan kembali ke Indonesia melalui Bandara Internasional King Abdulaziz. Total jemaah yang telah kembali ke Tanah Air mencapai 46.657 orang atau sekitar 22,58 persen dari keseluruhan jemaah haji reguler gelombang pertama. Mereka telah kembali ke berbagai embarkasi di Indonesia sesuai daerah asal masing-masing. Sahabat RTV, pemerintah berharap seluruh proses perpindahan jemaah dari Makkah ke Madinah maupun pemulangan jemaah ke Indonesia dapat berjalan lancar hingga akhir operasional haji tahun 2026. Dengan koordinasi yang terus dilakukan antara petugas haji Indonesia dan otoritas Arab Saudi, seluruh jemaah diharapkan dapat menyelesaikan perjalanan ibadahnya dengan aman, nyaman, dan penuh keberkahan.
