Kemenhaj Akan Tindak Tegas ASN yang Terlibat Penipuan Dana Dam Jemaah Haji

Sahabat RTV, Kementerian Haji dan Umrah memastikan akan mengambil langkah tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam kasus dugaan penipuan pembayaran dam jemaah haji Indonesia yang belakangan menjadi perhatian publik. Tidak hanya pelaku utama, aparatur sipil negara (ASN) maupun lembaga yang terbukti terlibat juga terancam mendapatkan sanksi berat. Kasus ini mencuat setelah terungkap adanya dugaan penyalahgunaan dana pembayaran dam yang dilakukan terhadap sejumlah jemaah haji Indonesia. Dari hasil penelusuran awal, terdapat indikasi keterlibatan dua ASN yang berasal dari Purwakarta, Jawa Barat, dan Timika, Papua. Kementerian Siapkan Penyelidikan Menyeluruh Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah, Dendi Suryadi, menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengungkap pihak-pihak yang terlibat dalam kasus tersebut. Menurut Dendi, apabila nantinya ditemukan keterlibatan ASN, baik yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), maka proses penindakan akan dilakukan sesuai dengan mekanisme dan aturan disiplin aparatur sipil negara yang berlaku. Sahabat RTV, sanksi yang diberikan dapat beragam, mulai dari pembinaan, pemeriksaan khusus, hingga penjatuhan hukuman disiplin sesuai tingkat pelanggaran yang terbukti dilakukan. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk menjaga integritas penyelenggaraan ibadah haji sekaligus melindungi hak-hak jemaah Indonesia. KBIHU Terancam Dicabut Izinnya Tidak hanya ASN, Kementerian Haji dan Umrah juga menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) yang terbukti terlibat dalam praktik penipuan dana dam. Salah satu sanksi terberat yang dapat dijatuhkan adalah pencabutan izin operasional. Pemerintah menilai praktik-praktik yang merugikan jemaah tidak dapat ditoleransi karena berpotensi mencederai kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan ibadah haji. Sahabat RTV, sebelumnya pemerintah juga telah beberapa kali mengingatkan seluruh KBIHU untuk mematuhi aturan yang berlaku dan mengedepankan pelayanan kepada jemaah dibandingkan kepentingan pribadi maupun kelompok. Pergerakan Jemaah ke Madinah Terus Berlangsung Di tengah proses penyelidikan kasus tersebut, operasional haji Indonesia tetap berjalan. Saat ini, proses pergerakan jemaah dari Makkah menuju Madinah terus berlangsung secara bertahap. Pada hari keempat fase pergerakan, Kamis 10 Juni 2026, sebanyak 6.914 jemaah yang tergabung dalam 18 kelompok terbang dijadwalkan berangkat menuju Madinah. Proses keberangkatan dilakukan mulai pukul 08.00 hingga 18.00 waktu Arab Saudi menggunakan armada bus yang telah disiapkan petugas. Setibanya di Madinah, jemaah akan menjalani rangkaian ibadah dan ziarah sebelum nantinya dipulangkan ke Indonesia. Lebih dari 60 Ribu Jemaah Sudah Pulang ke Indonesia Sementara itu, proses pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air juga terus berlangsung melalui Bandara Internasional King Abdulaziz. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 60.954 jemaah telah kembali ke Indonesia melalui berbagai debarkasi di seluruh wilayah Tanah Air. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring berjalannya fase pemulangan jemaah gelombang pertama. Sahabat RTV, pemulangan jemaah gelombang pertama melalui Bandara King Abdulaziz dijadwalkan berlangsung hingga 15 Juni 2026. Setelah itu, mulai 16 Juni 2026, proses pemulangan jemaah gelombang kedua akan dilakukan langsung dari Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz. Pemerintah berharap seluruh proses pemulangan berjalan lancar dan seluruh jemaah dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat setelah menunaikan ibadah haji tahun ini.

Jemaah Haji Gelombang Kedua Berada di Puncak Kelelahan

MAKKAH, Lensa Indonesia RTV – Jemaah haji Indonesia gelombang kedua yang saat ini mulai tiba di Madinah menghadapi fase rawan kelelahan setelah menjalani rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, Enny Nuryanti, menjelaskan bahwa karakteristik jemaah gelombang kedua berbeda dari gelombang pertama. Selain menghadapi kelelahan fisik pascapuncak haji, sebagian jemaah haji gelombang kedua masih menjalani aktivitas tambahan seperti umrah sunnah maupun ziarah, sehingga rentan mengalami kelelahan. “Jemaah gelombang kedua ini berada pada puncak kelelahan. Setelah Armuzna [puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina], sebagian masih melakukan aktivitas ibadah tambahan sehingga kondisi fisiknya semakin menurun,” ujar Enny kepada tim Media Center Haji. KKHI Madinah mencatat bahwa infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi keluhan kesehatan yang paling banyak ditemukan pada fase ini di kalangan jemaah haji Indonesia yang berada di Kota Nabi. “Sementara ini penyakit terbanyak masih ISPA. Banyak jemaah maupun petugas yang masih membawa gangguan kesehatan pascaarmuzna,” katanya. Selain kasus ISPA, KKHI Madinah juga menerima sejumlah pasien dengan penyakit berat yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. KKHI menerima dua pasien rujukan dengan diagnosis gangguan jantung dan pneumonia. Enny menambahkan, tantangan yang dihadapi tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik. Banyak jemaah mulai mengalami tekanan psikologis karena sudah merindukan keluarga di Tanah Air, sementara mereka masih harus menjalani masa tinggal di Madinah sebelum kepulangan. Menghadapi kondisi tersebut, KKHI Madinah mengimbau jemaah haji Indonesia untuk lebih bijak mengatur aktivitas selama berada di Madinah. Enny menegaskan bahwa seluruh rangkaian ibadah wajib haji telah selesai dilaksanakan sehingga jemaah tidak perlu memaksakan diri melakukan aktivitas fisik berlebihan. Dia meminta jemaah haji lanjut usia (lansia) maupun yang memiliki penyakit penyerta (komorbid) untuk menyesuaikan kegiatan dengan kemampuan fisik masing-masing. MCH 2026, Dian Palupi, RTV.

Dokter Petugas Haji Asal Sulawesi Tenggara Wafat di Tanah Suci

Sahabat RTV, kabar duka datang dari penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 di Arab Saudi. Seorang dokter yang juga bertugas sebagai petugas haji Indonesia dilaporkan meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit akibat gangguan pernapasan. Dokter Fitri Reskiani, petugas yang tergabung dalam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026, wafat setelah menjalani perawatan selama kurang lebih tujuh hari di salah satu rumah sakit di Arab Saudi. Almarhumah diketahui bertugas mendampingi jemaah haji Indonesia yang tergabung dalam Kloter UPG 38 atau Embarkasi Ujung Pandang 38. Kepergian dokter asal Provinsi Sulawesi Tenggara tersebut meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan rekan sejawat, tetapi juga bagi para jemaah yang selama ini didampinginya selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Disalatkan di Masjidil Haram Sahabat RTV, sebelum dimakamkan, almarhumah terlebih dahulu disalatkan di Masjidil Haram bersama ribuan jemaah lainnya. Setelah itu, jenazah dimakamkan di salah satu pemakaman umum di Kota Makkah. Berbeda dengan tradisi pemakaman di Indonesia, makam di Arab Saudi umumnya tidak menggunakan batu nisan atau papan nama. Sebagai penanda identitas, lokasi makam hanya dicatat berdasarkan nomor blok dan nomor makam yang tersimpan dalam administrasi pemakaman setempat. Sahabat RTV, meninggal dunia di Tanah Suci saat menjalankan tugas pelayanan kepada jemaah menjadi sebuah pengabdian yang akan selalu dikenang oleh keluarga besar penyelenggaraan ibadah haji Indonesia. Pergeseran Jemaah ke Madinah Terus Berlangsung Di tengah kabar duka tersebut, proses operasional haji Indonesia terus berjalan. Saat ini, pergeseran jemaah haji gelombang kedua dari Makkah menuju Madinah masih berlangsung secara bertahap. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 13.229 jemaah Indonesia telah tiba di Madinah. Para jemaah tersebut diberangkatkan menggunakan armada bus dari Makkah setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. Pada hari ketiga proses pergeseran, Selasa 9 Juni 2026, sebanyak 6.650 jemaah yang tergabung dalam 17 kelompok terbang dijadwalkan berangkat menuju Madinah. Menjalani Ibadah dan Ziarah Sebelum Pulang Setibanya di Madinah, jemaah gelombang kedua akan menjalani berbagai rangkaian ibadah dan ziarah selama kurang lebih delapan hari. Selama berada di Kota Madinah, para jemaah akan melaksanakan salat di Masjid Nabawi serta mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah yang berkaitan dengan perjalanan dakwah Rasulullah SAW. Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan tersebut, jemaah akan dipulangkan ke Indonesia melalui Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz. Sementara itu, proses pemulangan jemaah haji gelombang kedua dijadwalkan mulai berlangsung pada 16 Juni 2026. Pemerintah berharap seluruh tahapan pemulangan dapat berjalan lancar sehingga seluruh jemaah dapat kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat dan selamat setelah menuntaskan ibadah hajinya.

47.012 Jemaah Tiba di Tanah Air, Menhaj Fokus Perbaikan Layanan Haji 1448 H

MAKKAH, Lensa Indonesia RTV – Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf menegaskan bahwa berakhirnya puncak ibadah haji tidak berarti berakhir pula tugas pelayanan kepada jemaah. Fokus Kementerian Haji dan Umrah bersama Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) adalah memastikan seluruh proses pemulangan jemaah ke Tanah Air berjalan aman, nyaman, dan lancar hingga kloter terakhir tiba di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan Menhaj setibanya di Tanah Air bersama sebagian Tim Amirul Hajj. “Hingga hari ini, sebanyak 120 kloter atau 47.012 jemaah haji Indonesia telah kembali ke Tanah Air. Alhamdulillah seluruh tahapan penyelenggaraan haji secara umum berjalan sesuai harapan. Tentu masih ada sejumlah kekurangan yang menjadi bahan evaluasi, namun itu akan menjadi bagian dari upaya perbaikan layanan ke depan,” ujar Menhaj di Bandara Soekarno-Hatta Menhaj menambahkan, fase pemulangan melalui Bandara Jeddah akan berlangsung hingga 15 Juni 2026. Sementara itu, jemaah gelombang kedua mulai bergerak dari Makkah menuju Madinah untuk melanjutkan rangkaian ibadah sebelum dipulangkan ke Indonesia mulai 16 Juni 2026. Adapun kloter terakhir dijadwalkan tiba di Tanah Air pada 1 Juli 2026. “Puncak haji memang telah selesai, tetapi pelayanan kepada jemaah belum berakhir. Seluruh petugas tetap bekerja sesuai tugas dan fungsinya masing-masing sampai kloter terakhir tiba di Indonesia. Fokus kami sekarang adalah memastikan proses pemulangan berlangsung aman, nyaman, tertib, dan lancar,” tegasnya. Menhaj menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji Indonesia yang terus bekerja tanpa mengenal waktu dalam memberikan pelayanan kepada jemaah. Ia menilai dedikasi para petugas menjadi salah satu faktor penting yang membuat penyelenggaraan haji tahun ini berjalan dengan baik. Selain melakukan evaluasi internal, Kemenhaj juga menerima berbagai masukan dan rekomendasi dari Tim Amirul Hajj sebagai bahan penyempurnaan penyelenggaraan haji pada tahun mendatang. Salah satu perhatian utama adalah peningkatan layanan di Mina yang menjadi titik layanan paling kompleks selama puncak haji karena jutaan jemaah berkumpul dalam area yang relatif terbatas. Selain itu, rekomendasi juga mencakup peningkatan kualitas fasilitas tenda dan sanitasi, pengurangan penggunaan sampah plastik dalam operasional haji, penyempurnaan timeline penyelenggaraan haji, hingga penguatan tata kelola kontrak layanan agar lebih efektif, transparan, dan akuntabel. Menhaj mengungkapkan bahwa Otoritas Arab Saudi turut memberikan apresiasi atas peningkatan kualitas penyelenggaraan haji Indonesia. MCH 2026, Dian Palupi, RTV.

Nanik Bungkam Saat Ditanya Soal ‘Hadiah Indah’ di Surat Sony Sonjaya

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru dilantik, Nanik S. Deyang, memilih meninggalkan wartawan saat ditanya mengenai isi surat dari mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya. Nanik tidak memberikan tanggapan terkait pertanyaan mengenai “hadiah indah” yang disebut dalam surat tersebut. Perhatian publik mengarah kepada Nanik setelah beredarnya surat tulisan tangan Sony Sonjaya yang berisi ucapan selamat atas jabatan barunya. Dalam surat itu, Sony juga menyampaikan terima kasih atas sesuatu yang disebutnya sebagai “hadiah indah”. Sebelumnya, Sony telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung dalam kasus dugaan korupsi terkait tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). #nanikdeyang #sonysonjaya #mbg #bgn #hadiahindah

Jemaah Haji Gelombang Kedua Mulai Bergerak ke Madinah

Sahabat RTV, operasional haji Indonesia memasuki fase baru setelah rangkaian puncak ibadah haji selesai dilaksanakan. Jemaah haji Indonesia gelombang kedua kini mulai diberangkatkan dari Kota Makkah menuju Madinah, sementara proses pemulangan jemaah gelombang pertama ke Tanah Air juga terus berlangsung melalui Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah. Keberangkatan perdana jemaah gelombang kedua menuju Madinah dimulai pada Minggu, 7 Juni 2026. Sebanyak 14 kelompok terbang (kloter) dijadwalkan berangkat pada hari pertama perpindahan tersebut. Kloter pertama yang diberangkatkan adalah JKG 18 atau Kloter 18 Embarkasi Jakarta Pondok Gede dengan jumlah 439 jemaah yang diangkut menggunakan 11 armada bus. Skema Khusus Perjalanan Makkah-Madinah Kepala Daerah Kerja Makkah, Ihsan Faisal, menjelaskan bahwa proses perpindahan jemaah dari Makkah ke Madinah dilakukan dengan skema khusus untuk mempermudah mobilitas jemaah. Dalam perjalanan tersebut, jemaah hanya diperbolehkan membawa koper kabin yang berisi kebutuhan pribadi selama berada di Madinah. Sementara koper bagasi besar akan dikirim secara terpisah menggunakan sistem logistik yang telah disiapkan oleh petugas haji. Menurut Ihsan, skema ini diterapkan untuk mempercepat proses keberangkatan sekaligus memberikan kenyamanan bagi jemaah selama perjalanan yang memakan waktu sekitar enam hingga tujuh jam melalui jalur darat. Jemaah Harus Dalam Kondisi Sehat Sahabat RTV, pemerintah juga memastikan bahwa seluruh jemaah yang diberangkatkan ke Madinah berada dalam kondisi kesehatan yang baik. Jemaah yang masih menjalani perawatan atau belum dinyatakan layak melakukan perjalanan akan tetap berada di Makkah hingga kondisi kesehatannya membaik. Setelah seluruh jemaah gelombang kedua selesai diberangkatkan, para jemaah yang sebelumnya dirawat akan diberangkatkan secara bertahap menuju Madinah untuk melanjutkan rangkaian ibadah dan ziarah. Hingga Minggu malam waktu Arab Saudi, tercatat sebanyak 5.499 jemaah Indonesia telah tiba di Madinah. Jemaah Reguler Tempati Hotel Bintang Lima Ada hal menarik dalam penyelenggaraan haji tahun ini, sahabat RTV. Jemaah haji reguler Indonesia mendapatkan fasilitas pemondokan yang lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sebagian jemaah reguler kini menempati hotel-hotel bintang lima yang berada di sekitar kawasan Masjid Nabawi. Hotel-hotel tersebut sebelumnya lebih banyak digunakan oleh jemaah haji khusus. Kebijakan ini disambut positif oleh para jemaah karena memberikan kemudahan akses menuju Masjid Nabawi, terutama bagi jemaah lansia dan penyandang disabilitas. Pemulangan Jemaah ke Indonesia Terus Berjalan Di sisi lain, proses pemulangan jemaah haji gelombang pertama ke Indonesia juga terus berlangsung. Berdasarkan data terbaru hingga Senin pagi waktu Arab Saudi, sebanyak 119 kloter telah diterbangkan kembali ke Indonesia melalui Bandara Internasional King Abdulaziz. Total jemaah yang telah kembali ke Tanah Air mencapai 46.657 orang atau sekitar 22,58 persen dari keseluruhan jemaah haji reguler gelombang pertama. Mereka telah kembali ke berbagai embarkasi di Indonesia sesuai daerah asal masing-masing. Sahabat RTV, pemerintah berharap seluruh proses perpindahan jemaah dari Makkah ke Madinah maupun pemulangan jemaah ke Indonesia dapat berjalan lancar hingga akhir operasional haji tahun 2026. Dengan koordinasi yang terus dilakukan antara petugas haji Indonesia dan otoritas Arab Saudi, seluruh jemaah diharapkan dapat menyelesaikan perjalanan ibadahnya dengan aman, nyaman, dan penuh keberkahan.

Jemaah Haji Gelombang II Mulai Diberangkatkan ke Madinah Hari Ini

MAKKAH, Lensa Indonesia RTV – Jemaah haji Indonesia gelombang kedua mulai diberangkatkan ke Madinah dari Makkah hari Minggu, 7 Juni 2026. Tahap pertama ada 14 kloter dengan perkiraan jemaah sebanyak 5.499 orang. Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Ihsan Faisal, mengatakan, fase pendorongan jemaah haji dari Makkah ke Madinah dilakukan secara terjadwal, mulai jam 7:00 pagi Waktu Arab Saudi hingga terakhir pemberangkatan pukul 18.00 sore WAS. “Tidak ada perjalanan malam. Kecuali kalau  waktu sampai ke Madinah mungkin malam. Kalau yang start dari sininya sore gitu,” kata Ihsan kepada Tim Media Center Haji (MCH). Ihsan menambahkan terdapat prosedur standar atau SOP yang sudah ditetapkan, misalnya terkait semua dokumen jemaah yang sudah harus disiapkan terlebih dahulu. Petugas sektor nanti akan koordinasi dengan pengurus markaz atau syarikah. “Modelnya sama, seperti halnya kedatangan jemaah dari Madinah ke Makkah pada saat kedatangan,” kata Faisal. Menurut Ihsan, sehari sebelum pemberangkatan, dokumen jemaah, terutama kloter-kloter awal yang dijadwalkan berangkat sudah menyiapkan dokumen-dokumen yang ada di syarikah. Sama seperti saat jemaah gelombang pertama dari Madinah ke Mekkah, koper jemaah pun dikirim terpisah. Untuk koper besar, akan diberangkatkan bareng dengan jemaah pakai kendaraan berbeda. Setelah dokumen dan koper beres semua, maka jemaah akan diberangkatkan dari hotel sesuai jadwal yang telah disusun. MCH 2026, Dian Palupi, RTV.

Menhaj Apresiasi Stakeholder Penyelenggaraan Haji dan Dorong Peningkatan Layanan Tahun Depan

MAKKAH, Lensa Indonesia RTV – Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf menghadiri agenda Exit Meeting Amirul Hajj 2026 yang digelar di Kantor Urusan Haji Jeddah. Pertemuan ini menjadi forum evaluasi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 sekaligus penyampaian sejumlah rekomendasi perbaikan layanan untuk tahun mendatang. Menhaj menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan haji tahun ini, yang dinilai berjalan baik dan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Menhaj menambahkan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja sama banyak pihak, mengingat jemaah haji Indonesia datang dari berbagai daerah dengan latar belakang, karakter, dan kebutuhan yang beragam. “Penyelenggaraan haji tahun ini tidak mudah. Jemaah kita datang dari seluruh Indonesia dengan berbagai macam latar belakang dan keberagaman. Alhamdulillah, dengan kerja sama semua pihak, prosesnya dapat terlaksana dengan baik,” ujar Menhaj. Menhaj menegaskan, Kementerian Haji dan Umrah tidak dapat bekerja sendiri dalam menyelenggarakan layanan haji. Karena itu, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah bekerja keras sejak fase persiapan, operasional, puncak haji, hingga pemulangan jemaah. Sementara itu, Ketua PPIH Arab Saudi, Ian Heriyawan, menyampaikan sejumlah capaian dan catatan operasional haji 2026, diantaranya, penyerapan kuota haji Indonesia yang mencapai 99,6 persen, dengan sekitar 600 kuota yang tidak terserap. Dari sisi pemulangan, sebanyak 78 kloter atau sekitar 30.500 jemaah telah kembali ke Tanah Air. Ian menekankan, pada pelaksanaan haji tahun depan, harus lebih menekankan pada penguatan kerja sama antara petugas haji Indonesia dan syarikah. Ian menambahkan, pemerintah perlu menyiapkan mitigasi terhadap kebijakan Arab Saudi, terutama terkait penunjukan syarikah sebagai mitra layanan jemaah. Sementara itu, Sekretaris Amirul Hajj, Ilfi Nurdiana, menyampaikan 10 poin rekomendasi untuk peningkatan layanan haji ke depan. Pertama, peningkatan layanan di Mina, khususnya terkait kapasitas tenda dan penyediaan ruang privasi bagi jemaah perempuan agar tetap dapat menjaga aurat dengan nyaman. Kedua, peningkatan ketepatan waktu layanan transportasi pra dan pasca-Armuzna. Ketiga, percepatan operasional bus shalawat pasca-Armuzna dengan dasar persetujuan dari Kerajaan Arab Saudi agar jemaah dapat melaksanakan tawaf ifadah dan tawaf wada dengan lebih lancar. Keempat, efisiensi layanan berbasis kedekatan hotel dengan Masjidil Haram. Kelima, peningkatan pemanfaatan produk dalam negeri dalam layanan katering jemaah, baik melalui dapur milik Indonesia maupun bahan makanan yang diimpor dari Indonesia. Keenam, peningkatan pelatihan bagi petugas kloter dan petugas daerah agar kualitas layanan di lapangan semakin seragam dan sesuai standar. Ketujuh, penguatan standar layanan petugas sesuai tugas dan fungsi masing-masing, termasuk penambahan jumlah pembimbing ibadah laki-laki agar layanan tetap berjalan ketika petugas perempuan berhalangan. Delapan, penguatan diplomasi layanan kesehatan dan akomodasi Armuzna, terutama peningkatan fasilitas tenda, penambahan jumlah toilet bagi perempuan dan lansia, serta izin safari wukuf bagi jemaah yang sakit parah. Kesembilan, penguatan layanan haji ramah lingkungan, khususnya di kawasan Armuzna, dengan mengurangi sampah plastik melalui penyediaan tumbler dan dispenser air minum. Kesepiluh, perlu layanan jasa dorong yang terintegrasi, nyaman, dan aman bagi lansia dan jemaah risiko tinggi, sehingga tidak terjadi fluktuasi harga. Selain itu, temuan audit internal maupun eksternal juga menurun, menunjukkan tata kelola penyelenggaraan haji yang semakin transparan dan akuntabel. Standar layanan atau Service Level Agreement (SLA) yang semakin jelas dan terukur, serta indikator kesehatan jemaah yang membaik, menjadi catatan positif untuk memperkuat kualitas pelayanan haji pada tahun berikutnya. MCH 2026, Dian Palupi, RTV.

Kemenhaj Soroti Penempatan Maktab, Jemaah Haji Khusus, Jalan Hingga 7 Kilometer di Mina

MAKKAH, Lensa Indonesia RTV – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menyoroti penempatan maktab jemaah haji khusus di Mina yang dinilai kurang menguntungkan pada penyelenggaraan haji khusus tahun ini. Sejumlah jemaah harus menempuh jarak lebih jauh setelah melaksanakan lempar jumrah karena lokasi tenda tidak berada di kawasan yang strategis. Direktur Pelayanan Haji Khusus Kemenhaj RI, Tuti Rianingrum, mengatakan perubahan sistem layanan yang diterapkan syarikah memengaruhi penempatan jemaah haji khusus Indonesia di Mina. Tuti mengatakan, pada tahun-tahun sebelumnya, Indonesia dapat memperoleh blok penempatan yang berdekatan sehingga jemaah berada dalam satu kawasan yang relatif strategis. Namun, kondisi tersebut tidak terjadi pada musim haji tahun ini. “Kalau tahun-tahun sebelumnya Indonesia itu bisa ngeblok. Blok yang dekat sekali dengan jamarat itu bisa diberikan kepada jemaah haji Indonesia,” sebut Tuti pada tim Media Center Haji. Pada sistem yang berlaku tahun ini membuat penempatan maktab haji khusus tersebar di beberapa lokasi. Sebagian jemaah mendapatkan posisi yang cukup dekat dengan area jamarat, sementara sebagian lainnya menempati lokasi yang lebih jauh. “Untuk Mina, maktab haji khusus itu terpisah. Jadi ada yang dapat di tengah dan ada yang dapat di pinggir,” ujarnya. Kondisi tersebut memunculkan kendala saat puncak pelaksanaan ibadah di Mina. Jemaah memang dapat mencapai lokasi lempar jumrah dengan relatif mudah, tapi harus menempuh perjalanan yang lebih panjang saat kembali ke tenda. “Jemaah ketika lempar jumrah dekat bisa melakukan pelemparan, tapi begitu pulang itu harus memutar dan jaraknya sangat jauh, sampai tujuh kilometer,” ucap Tuti. Selain persoalan jarak, jemaah juga menghadapi pembatasan akses di sejumlah jalur menuju tenda. Tuti menyebut, petugas mengarahkan sebagian jemaah untuk memutar karena tidak dapat melewati rute tertentu. Masukan mengenai penempatan maktab menjadi salah satu evaluasi yang disampaikan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) pada pemerintah. PIHK berharap, Indonesia dapat memperoleh kembali lokasi yang lebih terkonsentrasi dan dekat dengan area utama aktivitas jemaah di Mina pada musim haji mendatang. MCH 2026, Dian Palupi, RTV.

Wamenhaj Minta Layanan Kesehatan Siaga Hadapi Kedatangan Jemaah Gelombang Kedua di Madinah

MAKKAH, Lensa Indonesia RTV – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, meminta layanan kesehatan haji di Madinah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kedatangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua. Dahnil mengatakan, jemaah gelombang kedua perlu mendapatkan perhatian khusus karena mereka tiba di Madinah setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji di Makkah dan Armuzna. Kondisi tersebut berpotensi membuat jemaah mengalami kelelahan fisik yang cukup tinggi. “Hati-hati, ini gelombang kedua. Mereka pasti sudah capek di sana, sudah berat. Apalagi setelah puncak haji, kemudian nanti kembali ke sini, ada yang menjalankan arbain dan aktivitas lainnya. Itu bisa akumulatif,” ujar Dahnil di KKHI Madinah. Wamen meminta petugas KKHI Madinah dan tim kesehatan di sektor memperkuat koordinasi agar kondisi jemaah dapat terpantau sejak awal. “Harus standby dan harus aktif. Selain layanan di sini, tim visitasi ke sektor juga harus berjalan,” katanya. Dalam kunjungan inj, Wamenhaj juga meninjau kesiapan layanan, ketersediaan obat, serta dukungan distribusi kebutuhan kesehatan untuk sektor-sektor di Madinah. Wamenhaj juga mengapresiasi petugas kesehatan haji yang terus bersiaga melayani jemaah selama masa operasional haji. Ia meminta seluruh petugas menjaga stamina dan terus bekerja dengan semangat pelayanan. Pemerintah Indonesia, melalui Kemenhaj memastikan penguatan layanan kesehatan di Madinah menjadi bagian penting dalam fase pasca-Armuzna dan pergerakan jemaah gelombang kedua. MCH 2026, Dian Palupi, RTV.

error: Content is protected !!