Gelombang I Selesai, 95.178 Jemaah Tiba di Indonesia

MAKKAH, Lensa Indonesia RTV – Memasuki hari ke-56 penyelenggaraan Ibadah haji, sebanyak 95.178 jemaah telah tiba dengan selamat di tanah air.   Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaf, menyampaikan bahwa hingga Senin 15 Junin2026, sebanyak 245 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan dari Arab Saudi melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, dengan jumlah 95.178 jemaah dan 977 petugas. Dengan demikian, total yang telah diterbangkan menuju Indonesia mencapai 96.155 orang.   “Sampai hari ini, proses pemulangan jemaah haji Indonesia berjalan sesuai rencana. Seluruh layanan terus dioptimalkan agar jemaah dapat kembali ke tanah air dengan aman dan nyaman,” ujar Maria di Makkah   Dari jumlah tersebut, sebanyak 233 kloter telah tiba di Indonesia dengan membawa 90.709 jemaah dan 929 petugas, atau total 91.638 orang.   Sementara itu, pergerakan jemaah Gelombang II dari Makkah menuju Madinah juga terus berlangsung. Hingga hari ini, sebanyak 139 kloter yang terdiri atas 53.338 jemaah dan 556 petugas telah diberangkatkan menuju Kota Nabi, dengan total 53.894 orang.   Adapun jemaah haji khusus yang telah kembali ke Indonesia hingga saat ini berjumlah 15.802 orang, terdiri atas 15.066 jemaah dan 736 petugas.   Senin 15 Junin2026, menjadi hari terakhir proses pendorongan jemaah Gelombang I dari hotel-hotel di Makkah menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Penerbangan terakhir jemaah Gelombang I menuju Indonesia dijadwalkan berlangsung pada Selasa dini hari (16/6/2026) pukul 01.45 waktu Arab Saudi.   “Mulai besok, operasional pemulangan akan sepenuhnya berfokus pada jemaah Gelombang II yang telah berada di Madinah. Kepulangan mereka akan dilayani melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah menuju berbagai embarkasi di Indonesia,” jelasnya.   Kemenhaj mengimbau seluruh jemaah yang masih berada di Arab Saudi untuk menjaga kondisi kesehatan menjelang kepulangan.   MCH 2026, Dian Palupi, RTV.

[UPDATE HAJI] 85.290 Jemaah Telah Tiba di Tanah Air

MAKKAH, Lensa Indonesia RTV – Memasuki hari ke-55 operasional penyelanggaraan haji tahun 1447H/ 2026M berjalan dengan lancar. Hingga hari ketiga belas masa kepulangan jemaah haji Indonesia, 85.290 jemaah dan petugas atau sekitar 41,7 persen dari total jemaah haji Indonesia telah tiba kembali di tanah air. Juru Bicara Kemenhaj Ichsan Marsha, mengatakan bahwa proses pemulangan jemaah terus berjalan secara bertahap dengan mengedepankan aspek keselamatan, kenyamanan, dan kualitas layanan bagi seluruh jemaah. “Alhamdulillah, proses kepulangan jemaah hingga saat ini berlangsung dengan baik. Kami terus memastikan layanan pemulangan berjalan optimal agar seluruh jemaah dapat kembali ke tanah air dengan aman, nyaman, dan selamat hingga kloter terakhir,” ujar Ichsan Marsha Hingga hari ini, sebanyak 222 kloter telah diberangkatkan dari Arab Saudi melalui Bandara Jeddah dengan jumlah 86.378 jemaah dan 885 petugas. Dengan demikian, total yang telah dipulangkan dari Arab Saudi mencapai 87.263 orang. Sementara itu, jumlah jemaah dan petugas yang telah tiba di Indonesia mencapai 217 kloter, terdiri atas 84.425 jemaah dan 865 petugas, sehingga total kedatangan mencapai 85.290 orang. Adapun pergerakan jemaah Gelombang II dari Makkah menuju Madinah juga terus berlangsung. Hingga hari ini, sebanyak 120 kloter dengan 46.017 jemaah dan 480 petugas telah diberangkatkan ke Madinah. Total jemaah dan petugas yang telah bergerak dari Makkah ke Madinah mencapai 46.497 orang. Untuk jemaah haji khusus, hingga hari ini tercatat sebanyak 15.802 orang telah kembali ke tanah air, terdiri atas 15.066 jemaah dan 736 petugas. Pada kesempatan tersebut, Ichsan Marsha mengajak seluruh jemaah yang telah kembali ke Indonesia untuk menjaga semangat kepedulian dan kebersamaan yang tumbuh selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. MCH 2026, Dian Palupi, RTV.

Salat Jumat di Masjid Nabawi

Sahabat RTV, jika di Indonesia salat Jumat umumnya identik dengan jemaah laki-laki, suasana yang berbeda dapat ditemui di Arab Saudi. Di Masjid Nabawi, jemaah perempuan juga dapat mengikuti pelaksanaan salat Jumat dengan fasilitas dan area khusus yang telah disediakan. Pemandangan ini menjadi salah satu hal yang menarik perhatian jemaah Indonesia yang berkunjung ke Kota Madinah. Ribuan jemaah perempuan dari berbagai negara tampak turut memadati area Masjid Nabawi setiap hari Jumat untuk mengikuti khutbah dan salat Jumat bersama. Jemaah Perempuan Ikut Salat Jumat Pada hari Jumat, kawasan Masjid Nabawi terlihat jauh lebih ramai dibanding hari-hari biasa. Sejak pagi, jemaah mulai berdatangan untuk mendapatkan tempat terbaik di dalam maupun di pelataran masjid. Salah satu ciri khas Masjid Nabawi adalah deretan payung raksasa yang terbuka di area pelataran. Selain menjadi ikon arsitektur yang terkenal di dunia Islam, payung-payung tersebut juga berfungsi melindungi jemaah dari panas matahari yang cukup terik di Madinah. Di tengah ramainya jemaah, kehadiran perempuan yang mengikuti salat Jumat menjadi pemandangan yang lumrah. Berbeda dengan beberapa negara yang umumnya tidak banyak perempuan menghadiri salat Jumat di masjid, di Masjid Nabawi fasilitas untuk jemaah perempuan tersedia dengan baik. Area ibadah antara laki-laki dan perempuan diatur secara terpisah dan tertib sehingga seluruh jemaah dapat beribadah dengan nyaman. Terlebih pada musim haji seperti saat ini, ketika Madinah dipadati jemaah dari berbagai negara dengan budaya dan tradisi yang beragam. Madinah Jadi Kota yang Selalu Ramai Sahabat RTV, setelah menunaikan salat di Masjid Nabawi, banyak jemaah memanfaatkan waktu untuk berkeliling kawasan sekitar masjid. Di sepanjang jalan menuju pelataran dan area sekitarnya, terdapat berbagai pertokoan yang menjual oleh-oleh khas Arab Saudi, perlengkapan ibadah, hingga aneka makanan. Kawasan ini menjadi salah satu destinasi favorit jemaah Indonesia selama berada di Madinah. Selain dekat dengan Masjid Nabawi, pilihan barang dan kuliner yang tersedia juga cukup beragam. Tidak sedikit jemaah yang menghabiskan waktu bersama keluarga atau rombongan untuk berbelanja sebelum kembali ke hotel pemondokan. Obati Rindu dengan Masakan Indonesia Menariknya, di sekitar Masjid Nabawi juga terdapat sejumlah restoran yang menyajikan makanan khas Indonesia. Salah satunya adalah restoran bernama Jawa yang cukup dikenal di kalangan jemaah Indonesia. Di tempat ini, jemaah dapat menikmati berbagai hidangan Nusantara yang sulit ditemukan di tempat lain. Salah satu menu favorit yang banyak dicari adalah sego pecel atau nasi pecel. Hidangan sederhana yang terdiri dari sayuran rebus segar dengan siraman sambal kacang khas Jawa tersebut menjadi pelepas rindu bagi banyak jemaah yang sudah berminggu-minggu berada jauh dari kampung halaman. Bagi sebagian jemaah, menikmati makanan Indonesia di Tanah Suci bukan sekadar mengisi perut, tetapi juga menghadirkan suasana rumah dan kenangan akan keluarga yang sedang menunggu di Indonesia. Sahabat RTV, keunikan suasana salat Jumat di Masjid Nabawi, ramainya kawasan pertokoan, hingga keberadaan kuliner khas Indonesia menunjukkan bagaimana Madinah menjadi kota yang tidak hanya memiliki nilai spiritual yang tinggi, tetapi juga menghadirkan kenyamanan bagi jutaan jemaah yang datang dari berbagai penjuru dunia setiap tahunnya.

Wamenhaj Takziah ke Rumah Duka Istri Petugas Haji, Sampaikan Duka dan Penghormatan

MALANG, Lensa Indonesia RTV – Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mendatangi rumah duka almarhumah Diana Maf’ulla di Kota Malang, Jawa Timur, untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Muhaimin, yang tengah bertugas di Tanah Suci. Kehadiran Wamenhaj menjadi bentuk empati dan dukungan Kemenhaj kepada keluarga yang sedang berduka, sekaligus penghormatan atas keteguhan Muhaimin dalam menjalankan amanah pelayanan haji di tengah cobaan yang sangat berat. Almarhumah Diana Maf’ulla merupakan istri Muhaimin, salah satu petugas haji Indonesia yang saat ini masih bertugas di Arab Saudi. Meski Kemenhaj telah memberikan keringanan agar dapat segera kembali ke Indonesia setelah menerima kabar duka, Muhaimin memilih menuntaskan tugas pelayanan jemaah hingga masa penugasannya berakhir pada 2 Juli 2026. “Atas nama keluarga besar Kemenhaj serta seluruh petugas haji Indonesia, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhumah Ibu Diana Maf’ulla. Semoga Allah SWT mengampuni segala khilafnya, menerima amal ibadahnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya,” ujar Wamenhaj. Dalam kunjungan tersebut, Dahnil bertemu dengan putri almarhumah, Mia, beserta keluarga besar yang mendampingi. Ia menyampaikan apresiasi atas ketegaran keluarga, khususnya Mia yang tetap kuat menghadapi kehilangan sosok ibunda tercinta. Menurut Wamenhaj, keputusan Muhaimin untuk tetap melanjutkan tugas bukanlah pilihan yang mudah. Namun, sikap tersebut menunjukkan dedikasi dan komitmen tinggi seorang petugas dalam mengemban amanah melayani ratusan ribu jemaah haji Indonesia. “Kami sebenarnya memberikan kesempatan kepada beliau untuk kembali ke Tanah Air. Namun beliau memilih menyelesaikan tugas pelayanan di Tanah Suci hingga akhir masa penugasan. Ini adalah keputusan yang lahir dari rasa tanggung jawab yang besar terhadap amanah yang sedang diembannya,” tegasnya. Ia menegaskan, pengabdian petugas haji sering kali berlangsung di balik layar dan tidak jarang menuntut pengorbanan pribadi yang besar. Karena itu, Kemenhaj memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada seluruh petugas yang terus bekerja melayani jemaah, termasuk Muhaimin yang tetap menjalankan tugas di tengah duka keluarga. MCH 2026, Dian Palupi, RTV.

Pasar Kakiyah, “Tanah Abang”-nya Saudi, Favorit Jemaah Haji di Kota Makkah

Sahabat RTV, selain menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci, berburu oleh-oleh juga menjadi salah satu agenda yang paling dinantikan jemaah haji Indonesia sebelum kembali ke kampung halaman. Tidak sedikit jemaah yang sengaja meluangkan waktu untuk berbelanja buah tangan bagi keluarga, tetangga, hingga kerabat yang menanti kepulangan mereka dari Arab Saudi. Di Kota Makkah, salah satu lokasi yang paling populer untuk berburu oleh-oleh adalah Souq Al Kakiyah atau yang lebih dikenal oleh jemaah Indonesia sebagai Pasar Kakiyah. Bahkan, karena ukuran dan kelengkapan barang dagangannya, pasar ini kerap dijuluki sebagai “Tanah Abangnya Arab Saudi”. Surga Belanja Jemaah Haji Indonesia Pasar Kakiyah berjarak sekitar delapan kilometer dari Masjidil Haram dan menjadi salah satu pusat perdagangan terbesar di Makkah. Setiap hari, ribuan pengunjung dari berbagai negara datang ke pasar ini untuk mencari berbagai kebutuhan maupun suvenir khas Arab Saudi. Begitu memasuki kawasan pasar, pengunjung akan disambut deretan toko dan kios yang menjual aneka produk dengan harga yang bervariasi. Tidak hanya jemaah asal Indonesia, pasar ini juga menjadi tujuan favorit jemaah dari negara-negara Asia, Afrika, hingga Timur Tengah. Dengan jumlah sekitar 180 kios yang beroperasi, Pasar Kakiyah menawarkan pilihan barang yang sangat beragam. Mulai dari perlengkapan ibadah, pakaian muslim, hingga makanan khas Arab Saudi tersedia hampir di setiap sudut pasar. Gamis hingga Cokelat Jadi Buruan Sahabat RTV, beberapa jenis oleh-oleh yang paling banyak dicari jemaah Indonesia antara lain gamis, mukena, tasbih, sajadah, parfum khas Timur Tengah, gantungan kunci, hingga aneka aksesori bernuansa Islami. Selain itu, berbagai produk makanan juga menjadi favorit untuk dibawa pulang. Cokelat khas Arab Saudi, kurma, kacang-kacangan, dan beragam camilan Timur Tengah menjadi pilihan utama karena praktis dibawa dalam perjalanan pulang ke Indonesia. Menariknya, pasar ini juga menjual berbagai mainan anak-anak yang sedang populer, termasuk boneka unta yang identik dengan budaya Arab Saudi. Tidak sedikit jemaah yang membeli mainan tersebut sebagai hadiah untuk cucu dan anggota keluarga di rumah. Jangan Lupa Menawar Berbeda dengan pusat perbelanjaan modern, transaksi di Pasar Kakiyah masih sangat kental dengan budaya tawar-menawar. Karena itu, sahabat RTV yang berkunjung ke pasar ini disarankan untuk tidak langsung menerima harga pertama yang ditawarkan pedagang. Kemampuan menawar sering kali menjadi kunci mendapatkan harga yang lebih murah, terutama jika membeli barang dalam jumlah banyak. Bahkan, beberapa pedagang memberikan potongan harga khusus bagi jemaah yang membeli secara grosir untuk dibagikan kepada keluarga atau tetangga setibanya di Indonesia. Kondisi ini membuat pengalaman berbelanja di Pasar Kakiyah terasa lebih menarik dan memberikan sensasi tersendiri bagi para jemaah. Jadi Destinasi Favorit Menjelang Kepulangan Sahabat RTV, seiring dimulainya fase pemulangan jemaah haji Indonesia, kawasan Pasar Kakiyah terlihat semakin ramai. Banyak jemaah memanfaatkan waktu luang setelah menyelesaikan rangkaian ibadah untuk membeli oleh-oleh sebelum kembali ke Tanah Air. Dengan pilihan barang yang lengkap, harga yang relatif terjangkau, serta suasana pasar yang khas, tidak heran jika Pasar Kakiyah terus menjadi salah satu destinasi belanja favorit jemaah Indonesia setiap musim haji. Bagi banyak jemaah, oleh-oleh yang dibawa pulang bukan sekadar buah tangan, melainkan juga simbol kebahagiaan dan rasa syukur setelah berhasil menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Karena itu, Pasar Kakiyah selalu menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi sebelum meninggalkan Makkah dan kembali ke Indonesia.

Menyusuri Jejak Aroma Mawar di Al Hada, Taif

MAKKAH, Lensa Indonesia RTV – Saat melakukan kunjungan ke kota Taif, kami , anggota tim Media Center Haji, berkesemparan mengunjungi sebuah destinasi yang dikenal sebagai salah satu pusat pembuatan parfum terbaik di Arab Saudi, yakni Rashid Hussein Al-Qurashi atau مصنع راشد القرشي di kawasan Al-Hada, Taif. Ternyata, bukan hanya rombongan MCH yang datang sore itu. Sejumlah jemaah haji dari berbagai negara, termasuk Indonesia, lebih dulu memadati area pabrik. Sebagian tampak antusias menyaksikan proses penyulingan air mawar, sementara yang lain sibuk memilih aneka parfum khas Al-Qurashi yang tersusun rapi di etalase. Di sudut lain, beberapa pengunjung menikmati secangkir kopi dan es krim sambil bersantai, menjadikan tempat bersejarah ini bukan sekadar pusat produksi parfum, tetapi juga destinasi wisata yang menawarkan pengalaman khas Taif. Konon, tempat ini dikenal luas karena menghasilkan air mawar asli serta minyak mawar murni berkualitas tinggi dengan menggunakan teknik penyulingan tradisional yang telah diwariskan turun-temurun selama beberapa generasi. Setelah berkeliling melihat pabrik, tim MCH diterima oleh salah satu pegawai terbaiknya. Pria itu bernama Abdullah atau Dul, yang cukup fasih berbahasa Indonesia,bahkan bisa sedikit bicara dengan bahasa Jawa dan Sunda. Mengetahu tamunya dari Indonesia, Dul berusaha menjelaskan sedetail mungkin proses penyulingan air mawar menjadi parfum dengan Bahasa Melayu. Selanjutnya, tim MCH diajak berkeliling lagi ke tempat-tempat penyulingan mawar tradisional yang sudah berusia puluhan tahun. Sayangnya, tim MCH hanya bisa melihat alat peracikannya saja, tidak proses penyulingannya karena mawarnya sedang tidak musim. Menurut Abdullah, Mawar di Taif hanya panen pada bulan Ramadan dan Syawal. Makanya, proses pembuatan parfum pun banyak dilakukan di waktu tersebut. Dari Dul, kami mengetahui bahwa proses penyulingan mawar menjadi parfum membutuhkan waktu yang panjang. Ada yang 6 jam, ada juga yang 8 jam tanpa jeda. Semua proses harus dilakukan secara baik, alat penyulingan tidak boleh mati. Adapun bahan baku untuk membuat parfum mawar tersebut menurut Dul yaitu air dan bunga mawar rose yang diambil dari kebun mawar di Taif. “Nantinya kalau sudah mulai jadi, dia terpisah. Air di bawah kemudian parfum di atas,” ucap Dul kepada tim MCH. Dengan gayanya yang sedikit jenaka, Dul menjelaskan bahwa air mawar yang disuling di pabrik Al-Qurashi tersebut dibuat menjadi parfum, sabun, lotion, obat rambut, air arus dan skincare, bahkan teh. MCH 2026, Dian Palupi, RTV.

63.813 Jemaah Haji Telah Tiba di Tanah Air

MAKKAH, Lensa Indonesia RTV – Operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M memasuki hari ke-42. Proses pemulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi terus berlangsung secara bertahap. Juru Bicara Kemenhaj Ichsan Marsha mengatakan, hingga hari kesepuluh masa pemulangan, pergerakan jemaah berjalan sesuai rencana dan mayoritas jemaah telah menyelesaikan rangkaian ibadah haji dengan baik. “Alhamdulillah, proses pemulangan jemaah haji Indonesia terus berjalan lancar. Hingga hari ini, sebanyak 168 kloter telah diberangkatkan dari Arab Saudi melalui Bandara Jeddah dengan total 65.466 jemaah dan 671 petugas. Dengan demikian, jumlah yang telah dipulangkan mencapai 66.137 orang,” ujar Ichsan Marsha. Selain itu, proses pergerakan jemaah Gelombang II dari Makkah menuju Madinah juga terus berlangsung. Hingga hari ini, sebanyak 69 kloter dengan 26.550 jemaah dan 276 petugas telah diberangkatkan ke Madinah, atau total sebanyak 26.826 orang. Untuk jemaah haji khusus, hingga hari ini tercatat sebanyak 15.802 orang telah kembali ke Indonesia, terdiri atas 15.066 jemaah dan 736 petugas. Ichsan mengatakan, fase pemulangan menjadi momentum bagi para jemaah untuk membawa pulang nilai-nilai haji ke tengah keluarga dan masyarakat. Ichsan menyampaikan apresiasi kepada seluruh jemaah yang telah menjaga ketertiban dan mengikuti seluruh arahan petugas selama penyelenggaraan ibadah haji. MCH 2026, Dian Palupi, RTV.

Kemenhaj Sidak Dapur Jemaah Haji di Madinah

Sahabat RTV, meski proses pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air sudah berlangsung, pemerintah memastikan kualitas pelayanan bagi jemaah yang masih berada di Arab Saudi tetap menjadi prioritas utama. Berbagai layanan pendukung mulai dari akomodasi, transportasi, kesehatan hingga konsumsi terus diawasi agar tetap berjalan optimal hingga akhir operasional haji 2026. Salah satu aspek yang mendapat perhatian khusus adalah layanan konsumsi. Pemerintah ingin memastikan seluruh jemaah Indonesia mendapatkan makanan yang layak, bergizi, higienis, dan didistribusikan tepat waktu selama menjalani masa tinggal di Madinah. Inspektur Jenderal Sidak Dapur Penyedia Konsumsi Untuk memastikan kualitas layanan tersebut, Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah, Dendi Suryadi, melakukan inspeksi mendadak ke salah satu dapur penyedia konsumsi jemaah haji Indonesia di Madinah. Dapur yang dikunjungi merupakan satu dari 23 dapur yang ditunjuk untuk melayani kebutuhan makanan jemaah Indonesia selama berada di Kota Nabi. Dalam inspeksi tersebut, Dendi memeriksa sejumlah aspek mulai dari proses pengolahan makanan, kebersihan dapur, kualitas bahan baku, hingga mekanisme distribusi makanan ke hotel-hotel tempat jemaah menginap. Menurut Dendi, pengawasan dilakukan untuk memastikan seluruh layanan konsumsi berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah. Tidak hanya kualitas makanan, pemerintah juga memantau ketepatan waktu distribusi serta kesesuaian jumlah porsi yang diterima jemaah. Sahabat RTV, layanan konsumsi menjadi salah satu komponen penting dalam penyelenggaraan ibadah haji karena berhubungan langsung dengan kondisi kesehatan dan kebugaran jemaah, terutama setelah mereka menjalani rangkaian puncak ibadah haji yang cukup menguras tenaga. Perpindahan Jemaah ke Madinah Terus Berjalan Sementara itu, proses perpindahan jemaah haji gelombang kedua dari Makkah menuju Madinah juga terus berlangsung secara bertahap. Pada hari kelima fase perpindahan, Kamis 11 Juni 2026, sebanyak 7.716 jemaah yang tergabung dalam 20 kelompok terbang dijadwalkan diberangkatkan dari Makkah menuju Madinah. Setibanya di Madinah, para jemaah akan melaksanakan berbagai rangkaian ibadah dan ziarah, termasuk beribadah di Masjid Nabawi, sebelum akhirnya kembali ke Indonesia. Pemerintah memastikan seluruh proses perpindahan dilakukan dengan memperhatikan kenyamanan dan keselamatan jemaah, termasuk penyediaan armada transportasi yang memadai dan pendampingan petugas selama perjalanan. Lebih dari 67 Ribu Jemaah Sudah Kembali ke Indonesia Di sisi lain, proses pemulangan jemaah haji gelombang pertama ke Tanah Air juga terus berjalan melalui Bandara Internasional King Abdulaziz. Berdasarkan data terbaru hingga Kamis pagi, sebanyak 67.967 jemaah Indonesia yang tergabung dalam 174 kelompok terbang telah kembali ke Indonesia melalui berbagai embarkasi di seluruh daerah. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 33,02 persen dari total jemaah haji reguler Indonesia pada musim haji tahun 2026. Sahabat RTV, pemerintah menargetkan seluruh operasional pemulangan jemaah haji Indonesia dapat selesai pada 1 Juli 2026 mendatang. Setelah proses pemulangan gelombang pertama berakhir, pemulangan jemaah gelombang kedua dari Madinah akan terus dilaksanakan secara bertahap hingga seluruh jemaah kembali ke Tanah Air dengan selamat, sehat, dan membawa predikat haji yang mabrur.

Kemenhaj Tindak Tegas Oknum KBIHU Nakal Demi Lindungi Jemaah

MAKKAH, Lensa Indonesia RTV – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengambil langkah tegas dalam menertibkan berbagai praktik pelanggaran penyelenggaraan ibadah haji. Langkah ini mencakup penertiban dan pembinaan terhadap sejumlah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) serta oknum petugas yang terindikasi melakukan penyimpangan dan dugaan penipuan terkait pengelolaan Dam, badal haji fiktif, kurban, hingga penyusupan jemaah non-prosedural. Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, menegaskan bahwa tindakan penertiban dan pembinaan ini merupakan bentuk komitmen mutlak pemerintah dalam menjaga tata kelola haji yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Selain itu, tindakan ini dilakukan dalam rangka melindungi hak jemaah dan memberantas praktik mencari keuntungan dari jemaah. “Kami tidak akan menoleransi segala bentuk praktik yang merugikan jemaah dan mencederai kekhusyukan ibadah haji. Penertiban ini dilakukan demi memberikan pelindungan menyeluruh kepada jemaah haji Indonesia agar terhindar dari unsur penipuan dan transaksi di luar ketentuan resmi,” ujar Ichsan Marsha. Ichsan menambahkan, tim pengawas telah membongkar jaringan penipuan badal haji fiktif dan penggelapan uang kurban. Salah satu kasus berat melibatkan seorang mukimin bernama Muhtar yang diduga menggelapkan uang badal dan kurban milik jemaah asal Merauke (Kloter UPG-29), sebanyak Rp306,8 juta. Laporan terkait kasus tersebut disampaikan langsung oleh jemaah kepada Menteri Haji dan Umrah pada Selasa, 2 Juni 2026 di Hotel Safwat Alsharooq, Makkah. “Untuk kasus penggelapan oleh mukimin atas nama Muhtar, kami telah berkoordinasi secara intensif dengan Divhubinter Polri, Konjen RI Jeddah, Atase Kepolisian, serta otoritas keamanan Arab Saudi. Saat ini, yang bersangkutan telah berhasil ditangkap dan ditahan,” tegas Ichsan. Kasus serupa terkait indikasi badal haji fiktif dan kurban juga ditemukan dalam kesempatan lain, yakni sebagai berikut: Kamis, 4 Juni 2026, dengan terduga bernama MH seorang Bimbad Kloter UPG-29 dan juga ASN Kemenag Kab. Timika yang bekerjasama dengan mukimin diduga menggelapkan uang badal haji dan kurban jemaah haji asal Papua. Setelah dilakukan pembinaan, yang bersangkutan bersedia mengembalikan uang yang diterimanya kepada jemaah sejumlah 25.500 SAR atau sekitar Rp122 juta. Minggu, 7 Juni 2026, terdapat KBIHU MB di Kloter BPN-09 yang dipimpin oleh saudara M, terkait dengan pembayaran kurban (Rp75 juta) dan badal haji (Rp2,5 juta x 25 orang = Rp62,5 juta). Sehingga totalnya sebanyak Rp137,5 juta. Setelah dilakukan pembinaan, yang bersangkutan bersedia mengembalikan uang yang diterimanya kepada jemaah. Minggu, 7 Juni 2026, terdapat temuan pelanggaran dilakukan oleh terduga AB yang merupakan Bimbad Kloter BPN-10 terhadap 6 orang jemaah asal Sulteng, yang diduga tidak melaksanakan badal haji dan mendapat keuntungan tidak sah sebesar Rp15.000.000. Setelah dilakukan pembinaan, yang bersangkutan bersedia mengembalikan uang yang diterimanya kepada jemaah. Senin, 8 Juni 2026, terdapat KBIHU AF Kab. Purwakarta di Kloter KJT-12 yang dipimpin oleh saudara NF, terkait dengan pembayaran badal haji sebanyak 140 orang dengan biaya per orang sebesar Rp10.000.000. Total keuntungan sebesar Rp1,4 milyar (badal haji fiktif). Ichsan menjelaskan bahwa Pemerintah Arab Saudi telah mengatur mekanisme pembayaran Dam di Tanah Suci bagi jemaah haji melalui lembaga resmi yang ditunjuk, yaitu Adahi. Namun, di lapangan masih ditemukan sejumlah KBIHU yang memobilisasi pembayaran Dam melalui mukimin (warga lokal). Beberapa temuan pelanggaran pembayaran Dam kepada mukimin yang telah ditindak dan diberikan pembinaan antara lain dilakukan oleh: KBIHU UH (asal Malang), melakukan pelanggaran dalam bentuk pembayaran Dam kepada mukimin sebanyak 117 jemaah. Setelah dilakukan pembinaan, uang tersebut bisa ditarik kembali dari mukimin dan dibayarkan oleh KBIHU kepada Adahi. KBIHU AH (asal Kota Tegal), telah membayarkan Dam sebanyak 17 jemaah kepada mukimin, namun setelah dilakukan pembinaan, uang tersebut bisa ditarik kembali dari mukimin dan dibayarkan oleh KBIHU kepada Adahi. KBIHU NUP (asal Kabupaten Pati), telah membayarkan Dam sebanyak 40 jemaah SOC 50 kepada mukimin, namun setelah dilakukan pembinaan, uang tersebut bisa ditarik kembali dari mukimin dan dibayarkan oleh KBIHU kepada Adahi. KBIHU AU, HW, WD (asal NTB), telah membayarkan Dam kepada mukimin. Setelah dilakukan pembinaan, KBIHU HW dan KBIHU WD dapat ditarik kembali uangnya dari mukimin dan dibayarkan kepada Adahi, sedangkan KBIHU AU tidak mau mengembalikan dan siap menerima risiko. KBIHU MB (Kloter BPN-09), yang memiliki 245 jemaah. Sebanyak 122 jemaah pembayaran Damnya telah dibayarkan ke Adahi. Sedangkan 123 jemaah dibayarkan melalui mukimin sejumlah Rp246.000.000 (Rp2.000.000 x 123 jemaah). Sehingga saudara M mendapatkan keuntungan sekitar (Rp1.500.000/jemaah x 123 jemaah) dengan total Rp184.500.000. Setelah dilakukan pembinaan saudara M bersedia mengembalikan keuntungan kepada jemaah. KBIHU AF (Kloter KJT-12 Purwakarta), terkait dengan pembayaran Dam bekerjasama dengan mukimin atas nama ADN dan mendapatkan keuntungan sebesar Rp103.584.000, dan juga KBIHU AR di Kloter yang sama yang dipimpin oleh saudara END sekaligus Bimbad kloter, terkait dengan pembayaran Dam bekerjasama dengan mukimin atas nama ADN dan mendapatkan keuntungan sebesar Rp87.360.000. Ichsan menambahkan, ditemukan pula pelanggaran yang dilakukan oleh terduga AB yang merupakan Bimbad Kloter BPN-10 terhadap jemaah KBIHU ARF asal Kab. Donggala, Sulteng, dimana dam dari 98 jemaah dibayarkan kepada mukimin dengan keuntungan sebesar Rp98.000.000. Setelah dilakukan pembinaan, yang bersangkutan bersedia mengembalikan uang yang diterimanya kepada jemaah. “Melalui upaya pembinaan dan penegasan aturan oleh petugas di lapangan, sebagian besar KBIHU tersebut telah bersedia menarik kembali uang jemaah dari mukimin untuk kemudian disetorkan secara resmi ke lembaga Adahi, serta mengembalikan sisa keuntungan tidak sah kepada jemaah,” jelas Ichsan. Lebih lanjut, tim pengawas juga menemukan adanya upaya penyusupan jemaah non-prosedural (tanpa visa haji resmi) yang difasilitasi oleh oknum KBIHU, seperti temuan jemaah non-prosedural yang menggunakan identitas KBIHU AA (Kab. Lebak) dan ketua KBIHU AMR (Jakarta Timur) yang mencoba memasuki Arafah menggunakan bus masyair untuk melaksanakan badal fiktif bagi 50 orang dengan total keuntungan sebesar Rp500.000.000. Penanganan jemaah non-prosedural ini telah diserahkan dan diselesaikan secara hukum oleh KJRI Jeddah. Terkait kasus ini, Kementerian Haji dan Umrah mengimbau kepada seluruh jemaah haji Indonesia agar tetap waspada dan tidak mudah tergiur oleh tawaran paket Dam, kurban, atau badal haji murah dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. “Pastikan seluruh ibadah dan transaksi keuangan disalurkan melalui jalur resmi pemerintah dan lembaga yang telah ditunjuk sah oleh otoritas Arab Saudi demi keamanan dalam beribadah,” tutup Ichsan. MCH 2026, Dian Palupi, RTV.

error: Content is protected !!