Program Tanazul untuk Jemaah Risiko Tinggi

Bagi jemaah haji Indonesia yang mengalami gangguan kesehatan atau memiliki kondisi medis tertentu, tersedia program tanazul, yakni skema pemulangan lebih awal ke Tanah Air sebelum jadwal kelompok terbang (kloter) asalnya. Program ini diperuntukkan bagi jemaah yang dinilai layak terbang berdasarkan hasil pemeriksaan medis setelah menjalani perawatan di rumah sakit atau mengalami penurunan kondisi kesehatan selama di Arab Saudi. Seperti yang dialami Marwati, jemaah asal Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, yang harus menggunakan kursi roda usai dirawat di rumah sakit di Makkah. Setelah menjalani evaluasi kesehatan, ia dinyatakan memenuhi syarat mengikuti program tanazul. Hal serupa juga dialami pasangan Saminah dan Munarto yang mendapat izin pulang lebih awal karena alasan kesehatan. Hingga saat ini, sebanyak 145 jemaah haji Indonesia telah dipulangkan melalui program tanazul. Sementara itu, terdapat 334 jemaah yang mengajukan permohonan dan masih menjalani proses penilaian medis. Setiap jemaah akan diperiksa tingkat stabilitas kesehatannya serta dikonsultasikan kepada dokter spesialis sesuai penyakit yang diderita sebelum diputuskan layak atau tidak untuk terbang. Selama proses pemulangan, jemaah peserta tanazul mendapat pengawasan ketat dari petugas kesehatan, termasuk pemeriksaan ulang di bandara dan pendampingan dokter selama penerbangan guna memastikan kondisi mereka tetap aman hingga tiba di Indonesia.

Pemulangan Jemaah Haji Indonesia

Sahabat RTV, proses pemulangan jemaah haji Indonesia musim haji 2026 terus berlangsung. Saat ini, pemerintah masih melakukan pergeseran jemaah haji gelombang kedua dari Makkah menuju Madinah sebelum mereka diterbangkan kembali ke Indonesia. Pergeseran ini merupakan bagian dari tahapan akhir operasional haji yang telah berlangsung sejak selesainya rangkaian ibadah di Tanah Suci. Para jemaah gelombang kedua akan terlebih dahulu menjalani masa tinggal di Madinah untuk beribadah dan berziarah sebelum kembali ke Tanah Air. Ribuan Jemaah Sudah Tiba di Madinah Berdasarkan data terbaru, sebanyak 5.444 jemaah haji Indonesia telah bergeser dari Makkah menuju Madinah. Proses perpindahan dilakukan secara bertahap menggunakan armada bus yang telah disiapkan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Di salah satu sektor pemondokan, yakni sektor 9, petugas memberangkatkan sekitar tiga setengah kloter jemaah menuju Madinah dalam satu hari. Total jemaah yang diberangkatkan mencapai 1.111 orang. Petugas menjelaskan bahwa jumlah tersebut terdiri dari tiga kloter penuh dan sebagian jemaah dari kloter lain yang digabungkan dalam proses keberangkatan menuju Madinah. Seluruh proses dilakukan dengan pengawasan ketat untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan jemaah selama perjalanan. Menanti Kepulangan ke Tanah Air Sahabat RTV, setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji, banyak jemaah kini mulai menantikan momen kepulangan ke Indonesia. Kerinduan untuk kembali bertemu keluarga menjadi perasaan yang paling banyak dirasakan para jemaah. Meski demikian, tidak sedikit pula yang mengaku masih ingin berlama-lama berada di Tanah Suci. Beberapa jemaah bahkan berharap dapat kembali lagi ke Arab Saudi untuk menunaikan ibadah umrah maupun haji di masa mendatang. Salah seorang jemaah mengaku masih memiliki keinginan besar untuk kembali ke Tanah Suci setelah sebelumnya harus menunggu hingga 14 tahun untuk mendapatkan kesempatan berhaji. Ungkapan tersebut menggambarkan betapa berartinya perjalanan spiritual yang telah mereka jalani selama berada di Arab Saudi. Delapan Hari di Madinah Sebelum Pulang Sebelum dipulangkan ke Indonesia, jemaah haji gelombang kedua akan menjalani masa tinggal selama kurang lebih delapan hari di Madinah. Selama berada di kota yang menjadi tempat dimakamkannya Nabi Muhammad SAW tersebut, jemaah akan melaksanakan ibadah di Masjid Nabawi serta mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah Islam. Masa tinggal di Madinah juga menjadi kesempatan bagi jemaah untuk beristirahat setelah menjalani rangkaian ibadah haji yang cukup padat dan menguras tenaga. Setelah seluruh agenda ibadah dan ziarah selesai, jemaah akan diterbangkan ke Indonesia melalui Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz sesuai jadwal masing-masing kloter. Lebih dari 117 Ribu Jemaah Sudah Pulang Sementara itu, proses pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air terus menunjukkan perkembangan signifikan. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 117.171 jemaah telah kembali ke Indonesia. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 57,31 persen dari total jemaah haji Indonesia tahun ini dan berasal dari 302 kelompok terbang atau kloter yang telah menyelesaikan proses kepulangan. Pemerintah berharap seluruh tahapan pemulangan jemaah, baik yang masih berada di Makkah maupun Madinah, dapat berjalan lancar hingga akhir operasional haji. Dengan demikian, seluruh jemaah Indonesia dapat kembali ke kampung halaman dalam kondisi sehat, aman, dan membawa pengalaman spiritual yang berkesan dari Tanah Suci.

Presiden Apresiasi Penyelenggaraan Haji 2026, Kemenhaj Siapkan Peningkatan Layanan dan Percepatan Masa Tunggu Jemaah

BOGOR, Lensa Indonesia RTV – Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi atas penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M yang dinilai berjalan dengan baik. Apresiasi tersebut disampaikan saat menerima Menhaj beserta jajaran pimpinan DPR RI dan anggota Komisi VIII DPR RI di Hambalang, Bogor. Dalam pertemuan tersebut, Presiden menyoroti berbagai capaian penyelenggaraan haji tahun ini sekaligus memberikan arahan strategis untuk peningkatan kualitas layanan jemaah pada musim haji mendatang. Menhaj Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan bahwa penyelenggaraan haji 2026 menunjukkan berbagai kemajuan signifikan, mulai dari percepatan penerbitan visa, distribusi kartu Nusuk sebelum keberangkatan, hingga peningkatan kualitas layanan akomodasi dan mobilitas jemaah. “Alhamdulillah, Bapak Presiden memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan haji tahun ini. Berbagai perbaikan yang dilakukan mampu menghadirkan layanan yang lebih baik bagi jemaah Indonesia,” ujar Menhaj. Menurutnya, meski Kemenhaj baru mulai menjalankan tugas pada September 2025, berbagai persiapan yang sempat tertinggal dapat dikejar melalui kolaborasi lintas kementerian, lembaga, serta dukungan DPR RI melalui Tim Pengawas Haji. Salah satu capaian penting pada musim haji 2026 adalah percepatan penerbitan visa yang selesai lebih awal dibanding tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, distribusi Nusuk sejak di tanah air turut mendukung kelancaran layanan sehingga tidak lagi ditemukan kasus jemaah terpisah dari rombongan, kesulitan memperoleh akomodasi, maupun kendala layanan dasar lainnya saat berada di Arab Saudi. Kemenhaj juga mulai menerapkan skema kontrak layanan multiyears dengan sejumlah penyedia layanan di Arab Saudi. Skema tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan secara berkelanjutan sekaligus memberikan kepastian bagi mitra dalam melakukan investasi peningkatan fasilitas bagi jemaah Indonesia. Dalam arahannya, Presiden Prabowo meminta agar kualitas layanan haji terus ditingkatkan, terutama pada aspek konsumsi, akomodasi, dan persiapan layanan yang dilakukan lebih awal. “Presiden memberikan berbagai masukan agar layanan haji tahun depan semakin baik, mulai dari kualitas makanan, kesiapan layanan sejak dini, hingga peningkatan kualitas hotel dan akomodasi yang digunakan jemaah Indonesia,” kata Menhaj. Selain itu, Presiden juga menaruh perhatian terhadap pengembangan konsep Kampung Haji sebagai salah satu upaya jangka panjang untuk meningkatkan pelayanan sekaligus menekan biaya penyelenggaraan ibadah haji. Menurut Menhaj, konsep tersebut akan terus dikaji bersama DPR RI dengan mempertimbangkan berbagai tantangan yang memengaruhi biaya penyelenggaraan haji, seperti fluktuasi nilai tukar, kenaikan biaya avtur, dinamika global, serta penyesuaian tarif layanan dari Pemerintah Arab Saudi. Presiden Prabowo juga memberikan perhatian khusus terhadap upaya percepatan masa tunggu keberangkatan haji. Kemenhaj mencatat sejumlah daerah yang sebelumnya memiliki masa tunggu sangat panjang kini mulai mengalami penurunan secara signifikan. Meski demikian, Presiden meminta pemerintah terus menghadirkan terobosan agar masa tunggu jemaah dapat dipersingkat lebih jauh. MCH 2026, Dian Palupi, RTV.

Pemulangan Jemaah Haji Gelombang II dari Madinah Dimulai, 48 Persen Jemaah Telah Tiba di Tanah Air

MAKKAH, Lensa Indonesia RTV – Layanan kepulangan jemaah haji Indonwsia, kini memasuki babak baru dengan dimulainya penerbangan perdana jemaah Gelombang II dari Madinah menuju Indonesia. Hingga Selasa, 16 Juni 2026, sebanyak 261 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan dari Arab Saudi melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, dengan jumlah 101.391 jemaah dan 1.042 petugas. Dengan demikian, total jemaah dan petugas yang telah diterbangkan menuju Indonesia mencapai 102.433 orang. Sementara itu, sebanyak 253 kloter telah tiba di tanah air dengan jumlah 98.487 jemaah dan 1.010 petugas. Total kedatangan jemaah dan petugas haji Indonesia yang telah tiba di berbagai embarkasi mencapai 99.497 orang. Untuk pergerakan jemaah Gelombang II dari Makkah menuju Madinah, hingga hari ini telah diberangkatkan sebanyak 157 kloter yang terdiri atas 60.242 jemaah dan 628 petugas. Total jemaah dan petugas yang telah tiba di Madinah mencapai 60.870 orang. Adapun jemaah haji khusus yang telah kembali ke Indonesia sampai hari ini berjumlah 15.802 orang, terdiri atas 15.066 jemaah dan 736 petugas. Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff, menjelaskan bahwa dimulainya penerbangan Gelombang II dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah menjadi tonggak penting dalam fase pemulangan jemaah tahun ini. “Hari ini menjadi penanda dimulainya fase kepulangan jemaah Gelombang II dari Madinah menuju Indonesia. Kami memastikan seluruh jemaah dapat kembali ke tanah air dengan aman, nyaman, dan sehat,” ujar Maria. Kemenhaj bersama seluruh petugas haji di Daerah Kerja Madinah terus mengoptimalkan layanan akomodasi, transportasi, konsumsi, kesehatan, hingga layanan bandara guna memastikan proses kepulangan berjalan lancar hingga kloter terakhir. MCH 2026, Dian Palupi, RTV.

Gelombang I Selesai, 95.178 Jemaah Tiba di Indonesia

MAKKAH, Lensa Indonesia RTV – Memasuki hari ke-56 penyelenggaraan Ibadah haji, sebanyak 95.178 jemaah telah tiba dengan selamat di tanah air.   Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaf, menyampaikan bahwa hingga Senin 15 Junin2026, sebanyak 245 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan dari Arab Saudi melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, dengan jumlah 95.178 jemaah dan 977 petugas. Dengan demikian, total yang telah diterbangkan menuju Indonesia mencapai 96.155 orang.   “Sampai hari ini, proses pemulangan jemaah haji Indonesia berjalan sesuai rencana. Seluruh layanan terus dioptimalkan agar jemaah dapat kembali ke tanah air dengan aman dan nyaman,” ujar Maria di Makkah   Dari jumlah tersebut, sebanyak 233 kloter telah tiba di Indonesia dengan membawa 90.709 jemaah dan 929 petugas, atau total 91.638 orang.   Sementara itu, pergerakan jemaah Gelombang II dari Makkah menuju Madinah juga terus berlangsung. Hingga hari ini, sebanyak 139 kloter yang terdiri atas 53.338 jemaah dan 556 petugas telah diberangkatkan menuju Kota Nabi, dengan total 53.894 orang.   Adapun jemaah haji khusus yang telah kembali ke Indonesia hingga saat ini berjumlah 15.802 orang, terdiri atas 15.066 jemaah dan 736 petugas.   Senin 15 Junin2026, menjadi hari terakhir proses pendorongan jemaah Gelombang I dari hotel-hotel di Makkah menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Penerbangan terakhir jemaah Gelombang I menuju Indonesia dijadwalkan berlangsung pada Selasa dini hari (16/6/2026) pukul 01.45 waktu Arab Saudi.   “Mulai besok, operasional pemulangan akan sepenuhnya berfokus pada jemaah Gelombang II yang telah berada di Madinah. Kepulangan mereka akan dilayani melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah menuju berbagai embarkasi di Indonesia,” jelasnya.   Kemenhaj mengimbau seluruh jemaah yang masih berada di Arab Saudi untuk menjaga kondisi kesehatan menjelang kepulangan.   MCH 2026, Dian Palupi, RTV.

[UPDATE HAJI] 85.290 Jemaah Telah Tiba di Tanah Air

MAKKAH, Lensa Indonesia RTV – Memasuki hari ke-55 operasional penyelanggaraan haji tahun 1447H/ 2026M berjalan dengan lancar. Hingga hari ketiga belas masa kepulangan jemaah haji Indonesia, 85.290 jemaah dan petugas atau sekitar 41,7 persen dari total jemaah haji Indonesia telah tiba kembali di tanah air. Juru Bicara Kemenhaj Ichsan Marsha, mengatakan bahwa proses pemulangan jemaah terus berjalan secara bertahap dengan mengedepankan aspek keselamatan, kenyamanan, dan kualitas layanan bagi seluruh jemaah. “Alhamdulillah, proses kepulangan jemaah hingga saat ini berlangsung dengan baik. Kami terus memastikan layanan pemulangan berjalan optimal agar seluruh jemaah dapat kembali ke tanah air dengan aman, nyaman, dan selamat hingga kloter terakhir,” ujar Ichsan Marsha Hingga hari ini, sebanyak 222 kloter telah diberangkatkan dari Arab Saudi melalui Bandara Jeddah dengan jumlah 86.378 jemaah dan 885 petugas. Dengan demikian, total yang telah dipulangkan dari Arab Saudi mencapai 87.263 orang. Sementara itu, jumlah jemaah dan petugas yang telah tiba di Indonesia mencapai 217 kloter, terdiri atas 84.425 jemaah dan 865 petugas, sehingga total kedatangan mencapai 85.290 orang. Adapun pergerakan jemaah Gelombang II dari Makkah menuju Madinah juga terus berlangsung. Hingga hari ini, sebanyak 120 kloter dengan 46.017 jemaah dan 480 petugas telah diberangkatkan ke Madinah. Total jemaah dan petugas yang telah bergerak dari Makkah ke Madinah mencapai 46.497 orang. Untuk jemaah haji khusus, hingga hari ini tercatat sebanyak 15.802 orang telah kembali ke tanah air, terdiri atas 15.066 jemaah dan 736 petugas. Pada kesempatan tersebut, Ichsan Marsha mengajak seluruh jemaah yang telah kembali ke Indonesia untuk menjaga semangat kepedulian dan kebersamaan yang tumbuh selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. MCH 2026, Dian Palupi, RTV.

Salat Jumat di Masjid Nabawi

Sahabat RTV, jika di Indonesia salat Jumat umumnya identik dengan jemaah laki-laki, suasana yang berbeda dapat ditemui di Arab Saudi. Di Masjid Nabawi, jemaah perempuan juga dapat mengikuti pelaksanaan salat Jumat dengan fasilitas dan area khusus yang telah disediakan. Pemandangan ini menjadi salah satu hal yang menarik perhatian jemaah Indonesia yang berkunjung ke Kota Madinah. Ribuan jemaah perempuan dari berbagai negara tampak turut memadati area Masjid Nabawi setiap hari Jumat untuk mengikuti khutbah dan salat Jumat bersama. Jemaah Perempuan Ikut Salat Jumat Pada hari Jumat, kawasan Masjid Nabawi terlihat jauh lebih ramai dibanding hari-hari biasa. Sejak pagi, jemaah mulai berdatangan untuk mendapatkan tempat terbaik di dalam maupun di pelataran masjid. Salah satu ciri khas Masjid Nabawi adalah deretan payung raksasa yang terbuka di area pelataran. Selain menjadi ikon arsitektur yang terkenal di dunia Islam, payung-payung tersebut juga berfungsi melindungi jemaah dari panas matahari yang cukup terik di Madinah. Di tengah ramainya jemaah, kehadiran perempuan yang mengikuti salat Jumat menjadi pemandangan yang lumrah. Berbeda dengan beberapa negara yang umumnya tidak banyak perempuan menghadiri salat Jumat di masjid, di Masjid Nabawi fasilitas untuk jemaah perempuan tersedia dengan baik. Area ibadah antara laki-laki dan perempuan diatur secara terpisah dan tertib sehingga seluruh jemaah dapat beribadah dengan nyaman. Terlebih pada musim haji seperti saat ini, ketika Madinah dipadati jemaah dari berbagai negara dengan budaya dan tradisi yang beragam. Madinah Jadi Kota yang Selalu Ramai Sahabat RTV, setelah menunaikan salat di Masjid Nabawi, banyak jemaah memanfaatkan waktu untuk berkeliling kawasan sekitar masjid. Di sepanjang jalan menuju pelataran dan area sekitarnya, terdapat berbagai pertokoan yang menjual oleh-oleh khas Arab Saudi, perlengkapan ibadah, hingga aneka makanan. Kawasan ini menjadi salah satu destinasi favorit jemaah Indonesia selama berada di Madinah. Selain dekat dengan Masjid Nabawi, pilihan barang dan kuliner yang tersedia juga cukup beragam. Tidak sedikit jemaah yang menghabiskan waktu bersama keluarga atau rombongan untuk berbelanja sebelum kembali ke hotel pemondokan. Obati Rindu dengan Masakan Indonesia Menariknya, di sekitar Masjid Nabawi juga terdapat sejumlah restoran yang menyajikan makanan khas Indonesia. Salah satunya adalah restoran bernama Jawa yang cukup dikenal di kalangan jemaah Indonesia. Di tempat ini, jemaah dapat menikmati berbagai hidangan Nusantara yang sulit ditemukan di tempat lain. Salah satu menu favorit yang banyak dicari adalah sego pecel atau nasi pecel. Hidangan sederhana yang terdiri dari sayuran rebus segar dengan siraman sambal kacang khas Jawa tersebut menjadi pelepas rindu bagi banyak jemaah yang sudah berminggu-minggu berada jauh dari kampung halaman. Bagi sebagian jemaah, menikmati makanan Indonesia di Tanah Suci bukan sekadar mengisi perut, tetapi juga menghadirkan suasana rumah dan kenangan akan keluarga yang sedang menunggu di Indonesia. Sahabat RTV, keunikan suasana salat Jumat di Masjid Nabawi, ramainya kawasan pertokoan, hingga keberadaan kuliner khas Indonesia menunjukkan bagaimana Madinah menjadi kota yang tidak hanya memiliki nilai spiritual yang tinggi, tetapi juga menghadirkan kenyamanan bagi jutaan jemaah yang datang dari berbagai penjuru dunia setiap tahunnya.

Wamenhaj Takziah ke Rumah Duka Istri Petugas Haji, Sampaikan Duka dan Penghormatan

MALANG, Lensa Indonesia RTV – Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mendatangi rumah duka almarhumah Diana Maf’ulla di Kota Malang, Jawa Timur, untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Muhaimin, yang tengah bertugas di Tanah Suci. Kehadiran Wamenhaj menjadi bentuk empati dan dukungan Kemenhaj kepada keluarga yang sedang berduka, sekaligus penghormatan atas keteguhan Muhaimin dalam menjalankan amanah pelayanan haji di tengah cobaan yang sangat berat. Almarhumah Diana Maf’ulla merupakan istri Muhaimin, salah satu petugas haji Indonesia yang saat ini masih bertugas di Arab Saudi. Meski Kemenhaj telah memberikan keringanan agar dapat segera kembali ke Indonesia setelah menerima kabar duka, Muhaimin memilih menuntaskan tugas pelayanan jemaah hingga masa penugasannya berakhir pada 2 Juli 2026. “Atas nama keluarga besar Kemenhaj serta seluruh petugas haji Indonesia, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhumah Ibu Diana Maf’ulla. Semoga Allah SWT mengampuni segala khilafnya, menerima amal ibadahnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya,” ujar Wamenhaj. Dalam kunjungan tersebut, Dahnil bertemu dengan putri almarhumah, Mia, beserta keluarga besar yang mendampingi. Ia menyampaikan apresiasi atas ketegaran keluarga, khususnya Mia yang tetap kuat menghadapi kehilangan sosok ibunda tercinta. Menurut Wamenhaj, keputusan Muhaimin untuk tetap melanjutkan tugas bukanlah pilihan yang mudah. Namun, sikap tersebut menunjukkan dedikasi dan komitmen tinggi seorang petugas dalam mengemban amanah melayani ratusan ribu jemaah haji Indonesia. “Kami sebenarnya memberikan kesempatan kepada beliau untuk kembali ke Tanah Air. Namun beliau memilih menyelesaikan tugas pelayanan di Tanah Suci hingga akhir masa penugasan. Ini adalah keputusan yang lahir dari rasa tanggung jawab yang besar terhadap amanah yang sedang diembannya,” tegasnya. Ia menegaskan, pengabdian petugas haji sering kali berlangsung di balik layar dan tidak jarang menuntut pengorbanan pribadi yang besar. Karena itu, Kemenhaj memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada seluruh petugas yang terus bekerja melayani jemaah, termasuk Muhaimin yang tetap menjalankan tugas di tengah duka keluarga. MCH 2026, Dian Palupi, RTV.

Pasar Kakiyah, “Tanah Abang”-nya Saudi, Favorit Jemaah Haji di Kota Makkah

Sahabat RTV, selain menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci, berburu oleh-oleh juga menjadi salah satu agenda yang paling dinantikan jemaah haji Indonesia sebelum kembali ke kampung halaman. Tidak sedikit jemaah yang sengaja meluangkan waktu untuk berbelanja buah tangan bagi keluarga, tetangga, hingga kerabat yang menanti kepulangan mereka dari Arab Saudi. Di Kota Makkah, salah satu lokasi yang paling populer untuk berburu oleh-oleh adalah Souq Al Kakiyah atau yang lebih dikenal oleh jemaah Indonesia sebagai Pasar Kakiyah. Bahkan, karena ukuran dan kelengkapan barang dagangannya, pasar ini kerap dijuluki sebagai “Tanah Abangnya Arab Saudi”. Surga Belanja Jemaah Haji Indonesia Pasar Kakiyah berjarak sekitar delapan kilometer dari Masjidil Haram dan menjadi salah satu pusat perdagangan terbesar di Makkah. Setiap hari, ribuan pengunjung dari berbagai negara datang ke pasar ini untuk mencari berbagai kebutuhan maupun suvenir khas Arab Saudi. Begitu memasuki kawasan pasar, pengunjung akan disambut deretan toko dan kios yang menjual aneka produk dengan harga yang bervariasi. Tidak hanya jemaah asal Indonesia, pasar ini juga menjadi tujuan favorit jemaah dari negara-negara Asia, Afrika, hingga Timur Tengah. Dengan jumlah sekitar 180 kios yang beroperasi, Pasar Kakiyah menawarkan pilihan barang yang sangat beragam. Mulai dari perlengkapan ibadah, pakaian muslim, hingga makanan khas Arab Saudi tersedia hampir di setiap sudut pasar. Gamis hingga Cokelat Jadi Buruan Sahabat RTV, beberapa jenis oleh-oleh yang paling banyak dicari jemaah Indonesia antara lain gamis, mukena, tasbih, sajadah, parfum khas Timur Tengah, gantungan kunci, hingga aneka aksesori bernuansa Islami. Selain itu, berbagai produk makanan juga menjadi favorit untuk dibawa pulang. Cokelat khas Arab Saudi, kurma, kacang-kacangan, dan beragam camilan Timur Tengah menjadi pilihan utama karena praktis dibawa dalam perjalanan pulang ke Indonesia. Menariknya, pasar ini juga menjual berbagai mainan anak-anak yang sedang populer, termasuk boneka unta yang identik dengan budaya Arab Saudi. Tidak sedikit jemaah yang membeli mainan tersebut sebagai hadiah untuk cucu dan anggota keluarga di rumah. Jangan Lupa Menawar Berbeda dengan pusat perbelanjaan modern, transaksi di Pasar Kakiyah masih sangat kental dengan budaya tawar-menawar. Karena itu, sahabat RTV yang berkunjung ke pasar ini disarankan untuk tidak langsung menerima harga pertama yang ditawarkan pedagang. Kemampuan menawar sering kali menjadi kunci mendapatkan harga yang lebih murah, terutama jika membeli barang dalam jumlah banyak. Bahkan, beberapa pedagang memberikan potongan harga khusus bagi jemaah yang membeli secara grosir untuk dibagikan kepada keluarga atau tetangga setibanya di Indonesia. Kondisi ini membuat pengalaman berbelanja di Pasar Kakiyah terasa lebih menarik dan memberikan sensasi tersendiri bagi para jemaah. Jadi Destinasi Favorit Menjelang Kepulangan Sahabat RTV, seiring dimulainya fase pemulangan jemaah haji Indonesia, kawasan Pasar Kakiyah terlihat semakin ramai. Banyak jemaah memanfaatkan waktu luang setelah menyelesaikan rangkaian ibadah untuk membeli oleh-oleh sebelum kembali ke Tanah Air. Dengan pilihan barang yang lengkap, harga yang relatif terjangkau, serta suasana pasar yang khas, tidak heran jika Pasar Kakiyah terus menjadi salah satu destinasi belanja favorit jemaah Indonesia setiap musim haji. Bagi banyak jemaah, oleh-oleh yang dibawa pulang bukan sekadar buah tangan, melainkan juga simbol kebahagiaan dan rasa syukur setelah berhasil menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Karena itu, Pasar Kakiyah selalu menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi sebelum meninggalkan Makkah dan kembali ke Indonesia.

error: Content is protected !!