NEWS RTV Garis RTV

Meneropong Kesibukan Transportasi Jemaah Haji

Admin News RTV - newsrtv
14 May 2026, 16:51 WIB
f X W T

Sahabat RTV, padatnya terminal bus shalawat di Makkah kini menjadi pemandangan sehari-hari selama musim haji berlangsung. Sesaat setelah waktu salat, ribuan jemaah tampak memadati terminal untuk kembali ke hotel pemondokan masing-masing usai beribadah di Masjidil Haram.

Hiruk-pikuk bus angkutan perhajian yang datang dan pergi tanpa henti pun menjadi bagian dari rutinitas para petugas transportasi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tahun 2026. Di balik lancarnya mobilitas jemaah, ada sistem pengaturan dan pengawasan yang bekerja selama 24 jam penuh.

Terminal Ajyad Terapkan Sistem Buka Tutup

Salah satu titik tersibuk berada di Terminal Ajyad yang melayani jemaah dari kawasan Misfalah. Setelah salat Isya, antrean jemaah terlihat memenuhi area terminal sambil menunggu bus shalawat menuju hotel mereka.

Karena ukuran terminal yang relatif kecil dan lokasinya yang sangat dekat dengan Masjidil Haram, pengelola terminal menerapkan sistem buka tutup untuk menghindari penumpukan penumpang dan meminimalkan risiko kecelakaan.

Sahabat RTV, sistem ini membuat arus jemaah tetap terkendali meski ribuan orang datang hampir bersamaan setiap selesai waktu salat.

Terminal Jabal Ka’bah dan Syib Amir Tak Kalah Sibuk

Berbeda dengan Ajyad, Terminal Jabal Ka’bah melayani jemaah yang tinggal di kawasan Aziziyah sektor 10. Di terminal ini, jemaah juga harus bersabar mengantre sebelum masuk ke area Masjidil Haram ataupun kembali ke hotel pemondokan.

Sementara itu, Syib Amir menjadi terminal terbesar dibanding terminal lainnya. Terminal ini melayani jemaah yang tinggal di wilayah Syisyah dan Raudhah sekaligus menjadi terminal dengan jumlah rute bus terbanyak.

Aktivitas di terminal-terminal tersebut berlangsung nyaris tanpa henti, terutama menjelang dan setelah waktu salat wajib.

Seluruh Pergerakan Bus Dipantau dari Ruang Monitoring

Sahabat RTV, di balik padatnya aktivitas transportasi jemaah, seluruh pergerakan bus ternyata dikendalikan dari sebuah ruang monitoring berukuran sekitar 6 x 4 meter yang berada di kantor daerah kerja Makkah.

Dari ruangan ini, petugas memantau seluruh operasional bus shalawat maupun bus angkutan kota antarperhajian (AKAP) yang membawa jemaah dari Madinah menuju Makkah dan sebaliknya.

Melalui layar monitor besar, petugas dapat memantau posisi setiap armada secara real time menggunakan teknologi GPS yang terintegrasi.

Kepala Seksi Transportasi PPIH Arab Saudi Daker Makkah, M. Afifudin Zuhri, menjelaskan bahwa seluruh bus diwajibkan memiliki GPS agar perjalanan jemaah dapat dipantau dengan presisi.

Dengan sistem ini, petugas bisa mengetahui kapan bus mulai berangkat, posisi armada selama perjalanan, hingga perkiraan waktu tiba di tujuan. Sistem monitoring ini dinilai sangat penting untuk memastikan keamanan dan kelancaran mobilitas ribuan jemaah Indonesia selama musim haji.

Digitalisasi Jadi Kunci Pelayanan

Sahabat RTV, kesigapan petugas, koordinasi antar daerah kerja, serta pemanfaatan teknologi digital menjadi faktor penting dalam menjaga pelayanan transportasi haji tetap berjalan maksimal.

Dengan jumlah jemaah Indonesia yang terus bertambah setiap harinya, sistem transportasi yang tertata rapi menjadi salah satu penopang utama agar seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci dapat berjalan aman, nyaman, dan lancar bagi para jemaah.

error: Content is protected !!