Polisi Gagalkan Pengiriman Tenaga Kerja Ilegal

SHARE :

Lensa Indonesia RTV- 18 tenaga kerja nonprosedural diamankan pihak kepolisian Polres Sikka, Nusa Tenggara Timur. 18 tenaga kerja ilegal ini diamankan oleh pihak Kepolisian dari rumah warga yang dijadikan sebagai tempat penampungan, di desa Kokowahor, Kecamatan Kangai, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Rencananya, mereka akan diberangkatkan menuju sebuah perusahaan di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Mereka dijanjikan dengan upah borongan serta kebutuhan sembakonya saat bekerja. 18 orang ini diduga menjadi korban perdagangan orang dan 5 diantaranya masih di bawah umur.

Di tempat yang sama, Polisi juga mengamankan tersangka pelaku berinsial L, yang menjadi perekrut calon tenaga kerja ilegal. Polisi mengamankan barang bukti dari tangan tersangka berupa 20 tiket pesawat, 1 unit ponsel, dan 1 kartu ATM. Kompol Ruliyanto J.P. Pahroen selaku Wakapolres Sikka memberikan pernyataannya terhadap kasus tenaga kerja ilegal ini.

“Saat dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan, ditemukan terduga pelaku ini tidak dilengkapi oleh dokumen perekrutan calon tenaga kerja dan pelaku berinisial L, memberikan keterangan telah melakukan perekrutan,” ujar Ruliyanto.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat undang-undang pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara.

BERITA LAINNYA

error: Content is protected !!