NEWS RTV Garis RTV

Warga Pandeglang Perbaiki Jalan Rusak Secara Swadaya, Sudah Hampir 30 Tahun Tak Tersentuh

Admin Redaksi 1 - newsrtv
06 Aug 2026, 12:48 WIB
f X W T

Puluhan warga Desa Mogana dan Desa Pasir Awi, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, bergotong royong memperbaiki jalan penghubung antardesa yang telah mengalami kerusakan selama hampir 30 tahun. Perbaikan dilakukan secara swadaya sebagai bentuk kepedulian sekaligus kekecewaan warga karena akses utama tersebut belum mendapatkan perbaikan permanen dari pemerintah.

Jalan sepanjang sekitar 385 meter itu menjadi jalur penting bagi aktivitas masyarakat sehari-hari. Selain digunakan untuk mobilitas warga, jalan tersebut juga menjadi akses bagi para pelajar yang setiap hari melintas menuju sekolah. Kondisinya yang berlubang, licin, dan tidak rata membuat perjalanan menjadi lebih sulit, terutama ketika hujan turun.

Kerusakan jalan yang berlangsung dalam waktu panjang membuat warga akhirnya mengambil inisiatif untuk melakukan perbaikan sendiri. Mereka bergotong royong menggunakan material dan tenaga yang tersedia untuk menutup bagian jalan yang rusak. Langkah tersebut dilakukan agar akses masyarakat tetap dapat digunakan sembari menunggu adanya perhatian dari pemerintah.

Hampir 30 Tahun Rusak, Warga Pilih Bergerak Sendiri

Kerusakan jalan yang tidak kunjung diperbaiki menjadi alasan utama warga melakukan aksi swadaya. Kondisi jalan yang semakin memburuk dinilai sudah mengganggu aktivitas sehari-hari dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Saat musim hujan, permukaan jalan menjadi semakin licin dan lubang-lubang yang tergenang air sulit terlihat. Kondisi tersebut meningkatkan risiko warga terjatuh, terutama pengendara sepeda motor dan anak-anak sekolah yang menggunakan jalur tersebut setiap hari.

Salah seorang warga, Yuki, mengatakan kecelakaan di lokasi tersebut bukan sesuatu yang jarang terjadi.

“Sering di sini ada yang berjatuhan, apalagi anak sekolah. Sering ada yang berjatuhan maka dari itu kami menyikapi hal ini,” ujar Yuki.

Pernyataan tersebut menggambarkan keresahan warga yang selama bertahun-tahun harus menghadapi kondisi jalan yang tidak layak. Bagi masyarakat, persoalan tersebut bukan hanya mengenai kenyamanan berkendara, tetapi juga menyangkut keselamatan.

Aksi Swadaya Jadi Solusi Sementara

Dalam aksi tersebut, warga bersama-sama memperbaiki bagian jalan yang mengalami kerusakan. Gotong royong menjadi bentuk respons masyarakat terhadap kondisi infrastruktur yang dinilai membutuhkan penanganan segera.

Meski demikian, perbaikan secara swadaya tidak dapat menjadi solusi jangka panjang. Material yang digunakan warga dan metode perbaikan sederhana hanya mampu memperbaiki kondisi jalan untuk sementara. Tanpa pembangunan yang lebih permanen, kerusakan berpotensi kembali terjadi, terlebih jika jalan terus dilalui kendaraan dan terkena air hujan.

Karena itu, warga berharap aksi yang dilakukan dapat menjadi perhatian pemerintah daerah agar segera dilakukan peninjauan dan pembangunan jalan secara menyeluruh.

Persoalan Infrastruktur Bukan Hanya Soal Pembangunan

Di sisi lain, pembangunan fasilitas jalan juga membutuhkan pemahaman dan keterlibatan masyarakat. Jalan yang telah dibangun dengan kualitas baik tetap berpotensi cepat rusak apabila penggunaannya tidak sesuai dengan kapasitas maupun fungsi jalan.

Kurangnya pemahaman sebagian masyarakat mengenai pemeliharaan infrastruktur dapat menjadi salah satu faktor yang membuat usia jalan tidak bertahan lama. Misalnya, penggunaan kendaraan dengan beban berlebih, pembuangan air yang tidak terarah, hingga kurangnya kepedulian terhadap drainase di sekitar jalan dapat mempercepat kerusakan.

Karena itu, pembangunan jalan idealnya tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik. Pemerintah juga perlu memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara menjaga dan merawat fasilitas umum setelah pembangunan selesai.

Keterlibatan warga dapat dilakukan melalui pengawasan lingkungan, menjaga saluran drainase tetap bersih, tidak menggunakan jalan di luar kapasitasnya, serta segera melaporkan kerusakan kepada pemerintah agar dapat ditangani sebelum semakin parah.

Warga Harap Ada Pembangunan Permanen

Warga Desa Mogana dan Desa Pasir Awi berharap pemerintah segera memberikan kepastian mengenai pembangunan jalan tersebut. Perbaikan permanen dinilai penting karena jalur tersebut menjadi akses utama masyarakat dan digunakan oleh pelajar maupun warga untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Masyarakat juga berharap pembangunan nantinya dilakukan dengan memperhatikan kualitas konstruksi, sistem drainase, serta kondisi lingkungan sekitar. Dengan begitu, jalan tidak hanya terlihat baik setelah selesai dibangun, tetapi juga mampu bertahan dalam jangka panjang.

Aksi gotong royong yang dilakukan warga menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap akses jalan yang aman dan layak. Di tengah keterbatasan, warga berusaha menjaga akses tersebut tetap dapat digunakan. Namun, tanggung jawab pembangunan infrastruktur publik tetap membutuhkan peran pemerintah.

Perbaikan jalan secara permanen diharapkan dapat mengakhiri persoalan yang telah berlangsung selama puluhan tahun sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat, khususnya para pelajar yang setiap hari menggunakan jalur tersebut.

Pada akhirnya, kondisi jalan di Desa Mogana dan Desa Pasir Awi menjadi pengingat bahwa pembangunan infrastruktur tidak berhenti ketika jalan selesai dibangun. Pemerintah, masyarakat, dan pengguna jalan perlu memiliki peran bersama agar fasilitas yang telah tersedia dapat dijaga, dirawat, dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Penulis – Safira Aqsha Mun’ima

error: Content is protected !!