Video Terkini
Sidak Arafah, Amirul Hajj Temukan Jumlah Tempat Tidur Tidak Sesuai dengan Jumlah Jemaah
MAKKAH, Lensa Indonesia RTV – Rombongan Amirul Hajj yang dipimpin Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf, meninjau kesiapan tenda jemaah haji untuk wukuf di Arafah. Rombongan Amirul Hajj menemukan sejumlah temuan, yang tidak sesuai dan berpotensi merugikan.
Gus Irfan ini mengatakan, salah satu temuan yang menonjol adalah jumlah bed di tenda tidak sesuai dengan lis yang ditempel di pintu masuk. Misalnya, di lis tertulis 360, tapi beda yang ada di dalam tenda ternyata hanya 320.
“Ini salah satu temuan dan saya khawatir ada temuan-temuan lain, yang mudah-mudahan tidak harus terjadi. Tapi satu persatu kita selesaikan,” kata Gus Irfan
Gus Irfan menegaskan, dirinya telah meminta Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kemenhaj, Ian Heryawan, untuk tinggal di tenda Arafah menyelesaikan masalah ini. Meski syarikah menjanjikan ada tenda cadangan, tapi Gus Irfan minta tetap harus diawasi langsung di lapangan, agar kasus yang sama seperti tahun lalu, tidak terjadi lagi.
Gus Irfan mengatakan bahwa tahun kemarin banyak jemaah yang tidak dapat tempat, akhirnya Pemerintah Arab Saudi memberikan bantuan tambahan tenda.
“Mudah-mudahan nanti dalam lima hari kita bisa kejar semuanya yang kekurangan-kekurangannya,” kata Gus Irfan berharap.
Gus Irfan juga memastikan, tim Kemenhaj akan memastikan agar jumlah bed dan jemaah sesuai, sehingga semua jemaah dapat tenda.
Selain di Arafah, pihaknya juga akan mengecek secara detail tenda-tenda di Mina. Sebab, di jemaah haji akan tinggal lebih lama di Mina, yakni dua hingga tiga malam, sementara di Arafah hanya semalam.
Gus Irfan menegaskan, tim Kemenaj masih punya waktu lima hari hingga pendorong jemaah haji pada 25 Mei atau 8 Dzulhijjah.
“Tim kita akan bekerja keras, tim kita kerjanya tidak melihat jam. Jadi mereka akan serius menangani,” kata Gus Irfan.
Rombongan Amirulhaj juga meninjau fasilitas toilet. Meski lengkap dan bersih, tapi jumlahnya masih kurang karena 1 berbanding 50. Secara teknis, kata dia, belum standar.
MCH 2026, Dian Palupi, RTV.