Perajin Mogok Produksi, Tahu & Tempe Menghilang dari Pasaran

Aksi mogok massal para perajin tahu-tempe, membuat tahu dan tempe kini menghilang dari pasaran. Hal itu pun berimbas kepada para pedagang yang berhenti berjualan, selama aksi mogok itu berlangsung. Warga pun mulai mengeluhkan sulitnya mendapatkan persediaan tahu dan tempe untuk kebutuhan dapur mereka.

Hindari Penimbunan, Pedagang Bikin Syarat Khusus Beli Minyak Goreng

Minyak goreng kemasan yang kini langka, membuat para pedagang bikin syarat khusus agar tidak terjadi penimbunan. Untuk bisa membawa pulang minyak goreng murah, pembeli wajib mempunyai kartu vaksin, membawa kartu keluarga dan KTP, hingga harus membeli barang sembako lainnya.

Minyak Goreng Murah jadi Buruan, Warga Rela Antre Berdesakan Hingga Saling Dorong

Sejumlah warga rela berlarian, berebut, hingga saling dorong demi mendapatkan minyak goreng murah, di salah satu swalayan di Jember, Jawa Timur. Hal ini terjadi lantaran stok minyak yang terbatas, hingga warga pun melakukan ‘panic buying’. Selain di Jember, perburuan minyak goreng murah juga terjadi di Kuningan, Jawa Barat. Ribuan warga menyerbu operasi pasar murah yang digelar oleh Pemkab Kuningan.

Kedelai Mahal, Perajin Tahu/Tempe Lakukan Aksi Mogok Produksi

Akibat kelangkaan dan mahalnya harga kedelai, perajin tahu dan tempe disejumlah wilayah lakukan mogok produksi, sebagai bentuk protes. Tak hanya kacang kedelai, harga produksi tahu/tempe lainnya seperti kunyit dan garam juga ikut naik, yang membuat biaya produksi membengkak, tak sebanding dengan pendapatan yang didapat.

Satgas Pangan Temukan Timbunan 1,1 Juta Kg Minyak Goreng di Sumatera Utara

Disaat harga minyak goreng mahal, dan juga langka di pasaran, ada 3 gudang di Sumatera Utara, justru menimbun 1,1 juta kilogram minyak goreng kemasan. Saat Satgas Pangan melakukan sidak, petugas gudang memberikan alasan mereka tak berani menyalurkan minyak goreng karena belum ada perintah dari atasan.

Demi Minyak Goreng, Emak-Emak di Polewali Mandar Rela Berdesakan

Sejumlah Emak-emak ini rela mengantre dan berdesakan demi membeli minyak goreng di Pasar Wonomulyo, Polewali Mandar, Sulawesi Hal itu dikarenakan mulai langkanya minyak goreng di Polewali Mandar. Menurut pedagang, kelangkaan terjadi karena kendala pembayaran subsidi.

Minyak Goreng Jadi Buruan, Warga Rela Berebut

Tidak hanya di Ibu Kota, stok minyak goreng di sejumlah daerah kian langka, dan kerap kosong. Bahkan, warga harus relan berebut saat pasokan minyak goreng datang. Pedagang pun dibuat kewalahan atas kelangkaan ini.

Distribusi Belum Merata, Minyak Goreng Langka

Diturunkannya harga minyak goreng menjadi Rp. 14 ribu per liter, justru membuat keberadaan minyak goreng kini semakin sulit dicari. Di sejumlah minimarket, stok minyak goreng kemasan kerap kosong dan langka. Menurut petugas minimarket, pasokan minyak goreng berjalan lancar, namun jumlah stoknya lebih sedikit. Berbeda dengan toko ritel modern, sejumlah toko sembako justru memilih untuk tidak menjual minyak goreng.

Harga Kedelai Tinggi, Pedagang Tahu-Tempe Merugi

Harga kedelai impor yang terus meroket, tak hanya membuat perajin tahu dan tempe merugi. Para pedagang pasar pun juga mengeluh rugi, lantaran harga kulakan naik sementara ukuran tahu dan tempe mengecil.

Kedelai Mahal, Perajin Tahu-Tempe Ancam Mogok

Tidak hanya minyak goreng, warga kini juga dipusingkan dengan tingginya harga kedelai. Bahkan, meroketnya harga kedelai membuat para perajin tahu dan tempe akan mengancam mogok massal, jika pemerintah tidak segera turun tangan mengatasi permasalahan tersebut.

error: Content is protected !!