Tawuran Pelajar di Pulogebang Cakung, Satu Orang Alami Luka Bacok

Dua kelompok pelajar terlibat tawuran menggunakan senjata tajam di kawasan Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur. Aksi tawuran ini terjadi pada siang hari, saat kondisi jalanan sedang ramai. Warga yang geram, langsung menangkap beberapa pelajar yang terlibat tawuran. Bahkan, seorang pelajar alami luka di punggung akibat sabetan senjata tajam.

Atap Sekolah SD Dicuri, Siswa Gagal Belajar Tatap Muka

Atap seng di Sekolah Dasar (SD) 005 Siak Hulu, Kampar, Riau, hilang dicuri. Tercatat, ada 30 lembar atap seng yang digondol maling. Akibat kejadian itu, kegiatan belajar mengajar pun terganggu, karena ruangan kelas tidak bisa digunakan untuk sementara waktu.

PLN Segel Aliran Listrik 4 SMP di Bekasi

Aliran sumber listrik di SMPN 20 Kota Bekasi, Jawa Barat, disegel oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN). Hal itu terjadi akibat urusan tunggakan dan peralihan pembayaran yang belum terselesaikan. Imbasnya, proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM), pun terganggu. Selain SMPN 20, ada 3 sekolah lain yang juga disegel oleh PLN, yaitu SMPN 28, SMPN 35 dan SMPN 6. Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Lensa Indonesia RTV (@lensaindonesiartv)

Pemkot Depok Izinkan Anak Kembali Bersekolah Daring

Bertambahnya klaster penyebaran Covid-19 di sekolah, membuat Pemerintah Kota Depok akhirnya mengizinkan orang tua untuk mengajukan keberatan, jika ingin anaknya belajar di rumah. Namun sebagian orang tua justru menginginkan anaknya untuk sekolah tatap muka, karena dinilai lebih efektif dalam menerima pelajaran.

Bima Arya : Hentikan PTM Kota Bogor Sementara Waktu

Wali Kota Bogor, Jawa Barat, Bima Arya menghentikan pembelajaran tatap muka (PTM) sementara waktu, mulai Rabu, 2 Februari 2022. Penghentian PTM sementara dilakukan usai 45 siswa dan guru terkonfirmasi positif Covid-19. Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Lensa Indonesia RTV (@lensaindonesiartv)

Wapres : Waspada Omicron di Sekolah

Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin, meminta semua pihak mengantisipasi penyebaran Omicron, termasuk di sekolah. Dirinya meminta pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM), mengikuti perkembangan level PPKM yang ditetapkan pemerintah. “Walaupun PTM itu masih 100 persen, tetapi ketika dia sudah melampaui (batas infeksi), levelnya sudah bisa naik mungkin bukan 100 persen tapi 50 persen, itu sudah otomatis,” kata Wapres RI, Ma’ruf Amin. Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Lensa Indonesia RTV (@lensaindonesiartv)

Siswa Positif Covid-19, Sekolah Ditutup Kembali

Seorang siswa di SMPN 252 Pondok Kelapa, Jakarta Timur dinyatakan positif Covid-19. Kepala SMPN 252 Jakarta Misto menyatakan bahwa sesuai regulasi SKB 4 Menteri, kalau ada satu siswa yang terpapar, maka PTM dihentikan sementara selama 5 hari. Hingga kini belum diketahui apakah siswa tersebut terpapar varian Omicron atau tidak. Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Lensa Indonesia RTV (@lensaindonesiartv)

Prof. Zubairi : Tinjau Ulang PTM 100%

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof Zubairi Djoerban meminta pemerintah meninjau ulang pelaksanaan sekolah tatap muka 100 persen. “Tatap muka 100 persen, perlu ditinjau kembali, perlu disesuaikan dengan kondisi pandemi pada hari-hari terakhir ini,” ungkap Prof. Zubairi. Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Lensa Indonesia RTV (@lensaindonesiartv)

Gubernur Jatim Tinjau PTM 100% di Gresik

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen di beberapa sekolah di Gresik, Jawa Timur. Hal itu dilakukan untuk memastikan pihak sekolah telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat saat PTM. Di Jawa Timur terdapat 24 kabupaten/kota yang masuk level 1, dan melaksanakan PTM secara 100 persen.

PTM Kembali, Bisnis Seragam Sekolah ‘Hidup’ Lagi

Kembali digelarnya pembelajaran tatap muka penuh, tidak hanya disambut gembira oleh orang tua dan murid, para pedagang seragam dan perlengkapan sekolah pun ikut senang. Setelah 2 tahun lesu, bisnis mereka kini mulai bangkit lagi sedikit demi sedikit.

error: Content is protected !!