Indonesia Kirim Bantuan Makanan Ke Pusat Gempa

Duta Besar Indonesia untuk Turki Lalu Muhammad Iqbal ikut mengantar bantuan makanan dan selimut ke Gaziantep, salah satu wilayah yang terdampak gempa magnitudo 7,8. Iqbal menunjukkan dirinya tengah terjebak kemacetan di tengah cuaca salju dengan suhu minus 7 derajat celsius. Menurutnya, perjalanan dari Ankara ke Gaziantep biasanya dapat ditempuh enam jam. “Gara-gara gempa, kemungkinan kami harus menempuh sembilan jam,” kata Iqbal. Iqbal mengatakan, 40 warga negara Indonesia (WNI) di Gaziantep akan mulai dievakuasi malam ini. Mereka dijadwalkan tiba di Ankara esok pagi. Wisma KBRI Ankara telah disiapkan untuk menampung 100 WNI.

Nasib WNI di Turki Pascagempa

Gempa M 7,8 yang mengguncang wilayah Turki membuat sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang mempunyai sanak saudara atau yang tinggal di Turki, khawatir. Pascagempa, Kedutaan Besar Republik Indonesai di Turki pun, banyak mendapat telepon dari WNI yang menanyakan kabar sanak saudara mereka.

Kondisi Mahasiswa Indonesia di Turki

Sahabat RTV, Turki menjadi salah satu negara yang banyak dituju mahasiswa asal Indonesia. Untuk mengetahui kondisi mahasiswa asal Indonesia di Turki pascagempa yang melanda, simak laporan Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Turki, Muhammad Fawwaz Syafiq Rizqullah.

Pencarian dan Penyelamatan Korban Gempa Turki Terus Berlanjut

Upaya pencarian dan penyelamatan korban gempa M 7.8 yang melanda Turki terus dilakukan. Lebih dari 2.300 orang dilaporkan tewas dan ribuan lainnya terluka, akibat gempa yang terjadi pada Senin (6/2) waktu setempat.

error: Content is protected !!