Turki Kembali Diguncang Gempa Besar

Turki kembali diguncang gempa M 6,4 Senin (20/2) malam. Tiga orang dilaporkan tewas dan 680 orang luka-luka. Gempa berpusat di dekat kota Antakya di Turki selatan dan dirasakan hingga Suriah, Mesir, dan Lebanon.

Dua WNI Ditemukan Meninggal Akibat Gempa Turki

Dua Warga Negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya sempat hilang kontak, ditemukan tewas di bawah reruntuhan Apartemen Galeria di Kota Dyarbakir, Turki, Jumat (17/2). Hasil pemeriksaan tim Disaster Victim Identification (DVI) menyatakan, korban adalah Irma Lestari asal Lombok dan Ni Wayan Supini asal Bali.

RS Lapangan Indonesia Rawat 130 Warga Turki

Rumah Sakit Lapangan Emergency Medical Team dari Indonesia telah beroperasi di Turki. Hingga saat ini, 130 warga Hassa, Provinsi Hatay, Turki, telah berobat di rumah sakit milik Indonesia. Sebagian besar keluhan warga usai gempa M 7.8 adalah gangguan saluran pernafasan, radang tenggorokan, nyeri kepala, luka ringan dan juga stres. Rencananya, rumah sakit lapangan milik Indonesia, akan beroperasi hingga akhir Februari 2023.

Rumah Sakit Kewalahan Cocokkan Identitas Korban Gempa Turki

Rumah sakit di sejumlah di Turki tengah disibukkan dengan proses identifikasi korban tewas, akibat gempa berkekuatan 7,8 magnitudo, Kamis (9/2/2023). Sementara tim penyelamat berjibaku dengan kondisi cuaca yang semakin mendekati titik beku.

2 WNI Tewas Dalam Tragedi Gempa Turki

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) menyampaikan klarifikasi, bahwa 2 warga negara Indonesia (WNI), meninggal dunia dalam gempa yang terjadi di Turki. Kedua korban merupakan ibu dan anak, yang ditemukan tewas tertimbun reruntuhan bangunan.

Presiden Turki Akui Sejumlah Masalah dalam Penanganan Awal Gempa

Korban jiwa akibat gempa M 7.8, yang mengguncang Turki dan Suriah kini telah mencapai 11 ribu lebih. Presiden Turki, Tayyip Erdogan, mengakui adanya sejumlah masalah dan kekurangan dalam penanganan awal hari pertama gempa.

KBRI Evakuasi 123 WNI dan 3 WN Asing dari Wilayah Terdampak Gempa Turki

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ankara, berhasil mengevakuasi ratusan warga negara Indonesia (WNI), dari beberapa wilayah paling terdampak gempa Turki-Suriah. Jumlah yang dievakuasi sebanyak 123 orang, dari target semula 104 orang, termasuk di dalamnya 2 WN Malaysia, dan 1 WN Myanmar.

Indonesia Segera Kirim Bantuan ke Turki

Pemerintah Indonesia segera mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Turki dan Suriah. Hal itu diungkapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/2). Kementerian Luar Negeri RI menyatakan, hingga saat ini 10 WNI dilaporkan terluka. Empat orang dilaporkan sudah mendapat perawatan di rumah sakit, sementara 6 lainnya akan dievakuasi ke Ankara untuk mendapat perawatan.

Pelabuhan Iskenderun Turki Terbakar

Ratusan peti kemas di Pelabuhan Iskenderun, Turki terbakar, Senin (6/2) sore. Menurut petugas, kebakaran terjadi akibat peti kemas yang terjatuh karena gempa susulan. Kondisi itu membuat, operasional pelabuhan dihentikan dan dialihkan ke pelabuhan lain.

Kemlu Evakuasi WNI yang Terdampak Gempa Turki

Kementerian Luar Negeri RI mengevakuasi para pelajar yang tinggal di Kahramanmara, Turki. Kahramanmaras adalah salah satu wilayah yang terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8, Senin (6/2). Saat ini mereka sudah berada di Kayseri, Turki. Duta Besar RI untuk Turki Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, ada 104 warga negara Indonesia (WNI) yang harus segera dievakuasi. Mereka berada di Gaziantep, Kahramanmara, Adana, Hatay, dan Diyarbakr. Semua WNI itu akan dievakuasi ke Ankara. Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, para WNI tersebut harus dievakuasi karena mereka sudah tidak memiliki tempat tinggal yang layak.

error: Content is protected !!