Sekolah Tatap Muka, Antara Rindu dan Ragu

Sebagian sekolah di berbagai daerah mulai menggelar pembelajaran tatap muka terbatas. Banyak orang tua yang menyambut baik hal ini, namun banyak juga orang tua yang masih ragu dan enggan mengizinkan anaknya ke sekolah. Lantas, apa alasannya??

Dilema Sekolah Campuran Tatap Muka dan Daring

Pembelajaran tatap muka yang digelar terbatas, membuat hanya sebagian siswa saja yang bisa masuk kelas, sisanya tetap belajar dari rumah. Namun hal ini lah yang menjadi kendala bagi guru dalam proses belajar mengajar. Selain melakukan proses belajar secara langsung di sekolah, di waktu bersamaan guru juga harus mengakomodir proses belajar mengajar secara daring, kepada siswanya yang belajar dari rumah.

Sekolah Buka Lagi, Seragam Diserbu Pembeli

Kembali digelarnya kegiatan pembelajaran tatap muka, menjadi angin segar bagi para penjual seragam sekolah di Pasar Mester Jatinegara, Jakarta Timur. Para pedagang senang, karena omset penjualan mereka berangsur naik, akibat banyaknya orang tua yang membeli seragam dan perlengkapan sekolah untuk anaknya. Tak hanya pedagang, sejumlah orang tua murid pun menyambut baik dan antusias digelarnya kembali sekolah tatap muka.

Hari Pertama Sekolah Tatap Muka Jakarta

Sebanyak 610 sekolah di Jakarta kembali melakukan kegiatan pembelajaran tatap muka. Pembelajaran tatap muka ini dilakukan secara terbatas, dengan maksimal 50% siswa di sekolah, dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Lalu bagaimana pelaksanaanya? Berikut laporan Reporter RTV Valencia Trixie dari SDN-02 Menteng Jakarta Pusat.

Seragam Sekolah Diburu Orang Tua Siswa Jelang Pembelajaran Tatap Muka

Dimulainya kegiatan pembelajaran tatap muka, membuat para orang tua siswa menyerbu toko seragam sekolah di Pasar Koneng, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Antusias para orang tua murid yang tinggi ini dikarenakan seragam anak mereka yang sudah tidak muat dikenakan, akibat satu tahun lebih belajar secara daring/online.

PPKM Level 4, Cianjur Tetap Gelar Sekolah Tatap Muka

Meski status PPKM di Kabupaten Cianjur naik ke level 4, sejumlah sekolah tetap nekat menggelar belajar tatap muka. Pihak sekolah beralasan, bahwa kegiatan belajar tatap muka terlanjur digelar sebeleum level PPKM dinaikkan. Selain itu para orangtua siswa juga mendesak segera digelarnya belajar tatap muka.

Ruang Kelas SD di Sukabumi Ambruk, Sekolah Tatap Muka Dihentikan

Lima ruang kelas Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kerenceng, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ambruk usai diterjang hujan deras dan angin kencang. Akibatnya kegiatan sekolah tatap muka yang baru saja digelar pasca PPKM, harus dihentikan kembali untuk sementara.

Langgar Aturan PPKM, Kegiatan Sekolah Di Maumere Dibubarkan

Petugas Satpol PP membubarkan kegiatan sekolah tatap muka di SMA Bhaktyarsa, Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Tindakan itu dilakukan, karena Maumere, NTT masih menerapkan PPKM Level 4 yang melarang kegiatan belajar tatap muka.

SMPN 1 Tambun Selatan Gelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Secara Daring

Sejumlah guru dan staf SMPN 1 Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menggelar acara masa pengenalan lingkungan sekolah secara online atau daring, pada Rabu pagi (21/7/2021). Sebanyak 440 siswa mengikuti kegiatan yang akan berlangsung selama tiga hari itu. Selain menggelar pertemuan secara online, pihak sekolah juga akan intens berkomunikasi dengan siswa, untuk membantu kesulitan para siswa selama belajar online.

Demi Konten Medsos, Dua Pemuda di Bekasi Bertaruh Nyawa

Hanya demi konten di media sosial, sekelompok remaja nekat membahayakan nyawa mereka, dengan menghadang truk yang melaju cepat di Jalan RE Martadinata, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Akibatnya, dua orang remaja tertabrak dan terlindas truk, hingga mengalami luka serius.

error: Content is protected !!