Perjuangan berat harus dilakukan sejumlah pelajar di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Setiap harinya, mereka harus berjibaku dengan jalanan rusak dan berlumpur untuk bisa menuntut ilmu. Selain itu mereka juga harus menempuh perjalanan selama 2 jam agar bisa sampai di sekolah.
Tag Archives: tatap muka
Jembatan Rusak, Siswa Gelantungan Menantang Maut Demi Bersekolah
Akibat jembatan penghubung rusak, para siswa di Desa Datahu, Gorontalo, nekat bergelantungan untuk bisa menyeberangi sungai demi bersekolah. Menurut warga, jembatan tersebut rusak karena diterjang bencana banjir bandang. Warga pun berharap pemerintah segera memperbaiki jembatan, agar aktivitas warga kembali berjalan normal.
Lentera Pandemi: Tiara Yogiarni Beri Pendidikan Gratis Untuk Anak-Anak
Tiara Yogiarni, seorang tenaga honorer di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, tergerak hatinya untuk menyumbangkan tenaga dan waktu demi memberikan pendidikan gratis kepada anak-anak. Ia pun rela menempuh jarak yang cukup jauh, agar anak-anak bisa tetap mendapatkan pendidikan formal. Hal ini dilakukan untuk membantu para siswa yang kesulitan mengikuti pembelajaran daring di tengah pandemi covid-19.
Proyek Renovasi Kelas Mangkrak, Puluhan Siswa Belajar di Kolong Rumah
Puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 042 Pandang Pandang, Kecamatan Campalagiang, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, terpaksa belajar di kolong rumah warga. Hal itu dilakukan sejak sebulan terakhir, karena proyek renovasi kelas mereka yang terbengkalai. Pihak sekolah berharap agar pemerintah dan dinas terkait, segera menyelesaikan sisa pembangunan kelas, agar para siswa bisa kembali belajar di sekolah.
Kisah Pendidikan Anak-Anak Perbatasan di Bengkayang Kalbar
Di tengah pandemi sekarang ini, para siswa sekolah diharuskan belajar secara daring atau online, untuk mencegah penyebaran virus corona. Namun, permasalahan pun muncul, karena tidak semua wilayah di Indonesia, memiliki jaringan internet yang optimal. Terlebih lagi tidak semua siswa sekolah memiliki gawai untuk belajar daring. Seperti di daerah Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Sejumlah siswa terpaksa harus menempuh perjalanan jauh menanjak bukit demi mendapatkan pelajaran tambahan dan belajar daring.
Keren! Siswa SD di Klaten Bikin Alat Pembasmi Kuman
Adiyatma Faturohman dan Muhammad Eko Pujianto, Siswa kelas V SDN 2 Butuhan, Desa Butuhan, Kecamatan Delanggu, Klaten, Jawa Tengah, berinovasi membuat sebuah alat yang dapat mensterilkan udara dalam ruangan. Alat tersebut dapat digunakan untuk membersihakan udara dari virus, kuman, dan ancaman covid-19. Nantinya, alat pembasmi kuman itu diharapkan bisa mengatasi kekhawatiran terjadinya klaster penyebaran corona saat pembelajaran tatap muka.
Sekolah Gratis Sambil Beternak Sapi di Ponorogo Jatim
Peduli terhadap siswa putus sekolah dan kelestarian alam, sebuah yayasan di Ponorogo, Jawa Timur, membuka sekolah gratis. Selain mendapatkan pelajaran akademis, di sekolah ini siswa juga diajarkan untuk beternak dan mengolah kotoran sapi menjadi pupuk. Puluhan siswa pun sangat antusias mengikuti sekolah gratis ini.
Bukannya Belajar, Sejumlah Pelajar di Jakarta dan Nias Malah Tawuran
Pembelajaran tatap muka (PTM) yang mulai diberlakukan oleh pemerintah, banyak disalahgunakan oleh sejumlah oknum pelajar. Para pelajar di Jakarta dan Nias, Sumatera Utara, justru melakukan aksi tawuran setelah proses PTM dimulai. Menanggapi kejadian ini, Polsek Jagakarsa melakukan penyuluhan ke sejumlah sekolah, termasuk SMK yang terlibat tawuran. Polisi mengimbau adanya jeratan hukum jika mereka masih lakukan aksi tersebut.
Petaka Sekolah Dikepung Corona
Meski telah sebulan dilaksanakan, kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) masih menuai pro dan kontra, setelah muncul klaster penyebaran corona di sekolah. Para orang tua pun dihadapkan pada pilihan sulit antara mengizinkan anak ke sekolah dengan resiko tertular corona, atau menahan anak di rumah namun proses belajar tidak maksimal. Bagaimanakah orang tua, guru, dan pemerintah menghadapi masalah ini?
Corona Picu Banyak Siswa Putus Sekolah Menikah
Tidak hanya ketertinggalan akademis pendidikan, sekolah jarak jauh juga memicu banyaknya siswa putus sekolah. Bahkan terbatasanya akses pendidikan dan masalah ekonomi selama pandemi, membuat pernikahan anak putus sekolah banyak terjadi.