Semua Jemaah yang Meninggal Sebelum Puncak Haji akan Dibadalkan oleh Petugas

MAKKAH, Lensa Indonesia RTV – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan jemaah yang meninggal sebelum wukuf di Arafah akan dibadalkan. PPIH sudah menyiapkan daftar petugas yang akan melakukan badal haji ini. Kepala Seksi Pembimbing Ibadah dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (Bimbad dan KBIHU) Daerah Kerja Makkah, Erti Herlina, mengatakan, teknis ini sudah diatur dalam Keputusan Menteri Haji dan Umrah (KMHU) Nomor 68 terkait Safari Wukuf dan Badal Haji. Regulasi ini sebagai acuan bagi PPIH dalam mengatur badal haji ini. “Di sana [KMHU 68] ditentukan kriteria persyaratan dan yang lain-lain, baik itu untuk pembadal maupun yang dibadalkan,” kata Erti kepada Tim Media Center Haji (MCH) di Makkah. Erti menambahkan, KMHU 68 ini telah diturunkan dalam Surat Keputusan (SK) PPIH Arab Saudi Nomor 21 tentang Tim Pelaksana Badal Haji. Tim pelaksana ini terdiri dari bimbad, kesehatan, serta tim lansia dan dusabilitas (landis). “Jadi tim ini tidak hanya dari pembimbing ibadah. Nah, di situ nanti tim ini yang akan mengajukan calon-calon pembadal dan itu di SK-kan oleh ketua PPIH,” kata Erti. Selanjutnya, kata Erti, setelah nama-nama ini di-SK-kan, maka akan diberikan surat tugas oleh Kepala Daerah Kerja Makkah untuk melaksanakan badal haji. Dalam suret tersebut sudah didetailkan, siapa membadalkan siapa. “Sehingga nanti ada kepastian siapa yang bertanggung jawab berkait dengan jemaah yang dibadalkan,” kata Erti. Erti menegaskan, setidaknya ada dua syarat yang harus dipenuhi oleh calon pembadal. Pertama, si pembadal sudah pernah berhaji. Bagi yang belum pernah berhaji, tidak bisa menjadi pembadal. Syarat kedua, kata Erti, si pembadal harus paham manasik haji. Hal ini penting agar bisa memberikan kenyamanan dan kepercayaan kepada keluarga almarhum yang dibadalkan. Lalu, siapa saja yang akan dibadalkan? Menurut Erti, ada beberapa kriteria jemaah yang akan dibadal-hajikan. Pertama, jemaah yang meninggal di Arab Saudi, baik di Madinah maupun Makkah. Kedua, jemaah yang meninggal di embarkasi maupun embarkasi antara. Berdasarkan data per Sabtu (23/5/2026), jumlah jemaah yang akan dibadalkan ada 79 orang. Rinciannya, 75 orang meninggal di Madinah dan Makkah, sementara 4 orang lainnya meninggal saat di embarkasi. Selain jemaah yang meninggal, kata Erti, jemaah yang dirawat di rumah sakit dan kemungkinan prediksi sembuhnya kecil, juga akan dibadalkan. Sejauh ini, kata Erti, petugas yang sudah di-SK-kan bisa menjadi pembadal, jumlah total mencapai 585 orang. MCH 2026, Dian Palupi, RTV.

Suasana Pemakaman Bapak Firdaus, Jemaah Haji yang Sempat Hilang di Makkah

Setelah sebelumnya dinyatakan hilang dan kemudian ditemukan meninggal dunia, jemaah haji Indonesia asal Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) Kloter 27, Muhammad Firdaus Akhlan, telah dimakamkan di Pemakaman Umum Al Sharayea, Makkah, tepatnya di Blok 14 Nomor 342. Prosesi pemakaman dihadiri oleh istri almarhum serta sejumlah petugas PPIH Arab Saudi 2026. Pemerintah melalui PPIH juga memastikan hak-hak almarhum sebagai jemaah haji tetap dipenuhi, termasuk pelaksanaan badal haji oleh petugas yang telah ditunjuk.

Almarhum Muhammad Firdaus Disalatkan di Masjidil Haram

MAKKAH, Lensa Indonesia RTV – Jemaah haji Indonesia yang sempat dinyatakan hilang, dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, disalatkan di Masjidil Haram pada Sabtu (23/5/2026) subuh. Ditemani 3 jurnalis dari tim Media Center, berkesempatan mengantarkan almarhum, dari ambilans ke area tempat sholat jenazah. Jenazah almarhum Muhammad Firdaus Akhlan, dibawa ke Masjidil Haram dengan buddy car sekitar pukul 03.00 waktu Arab Saudi. Almarhum Firdaus disalatkan bersama 7 jenazah lainnya. Usai salat, jenazah almarhum langsung dibawa ke pemakaman di Makkah untuk dikebumikan. Istri almarhum, Nasfiah Nawan menguvapkan banyak terima kasih atas bantuan semua pihak, terutama pihak Pemerintah Indonesia, melalui PPIH Aeab Saudi, yang membantu sejak pencarian, hingga pemakaman almarhum. Muhammad Firdaus Akhlan, 73 tahun, dinyatakan hilang pada Jumat 15 Mei 2026 lalu. Jenazah almarhum ditemukan pihak Kepolisian Arab Saudi, di kawasan perbukitan Jabal Kudai, Makkah, 2,5 kilometer dari hotel tempatnya menginap. MCH 2026, Dian Palupi, RTV.

Dahnil Pastikan Semua Jemaah Dapat Tempat di Arafah, Cabut Izin KBIHU Bandel

MAKKAH, Lensa Indonesia RTV – Menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah terus memperketat penataan tenda jemaah di Arafah agar seluruh jemaah mendapatkan hak layanan secara adil dan tertib. Wakil Menteri Haji dan Umrah menegaskan bahwa masa Armuzna merupakan titik paling krusial dalam operasional haji. Karena itu, berbagai langkah mitigasi terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi persoalan di lapangan. “Kami sedang mempersiapkan secara maksimal berbagai upaya antisipasi dan mitigasi masalah yang mungkin muncul, termasuk penertiban tenda agar semua jemaah mendapatkan tempat sesuai kebutuhan,” ujarnya kepada Tim Media Center Haji. Ia menjelaskan, petugas saat ini terus bekerja melakukan pengecekan detail hingga berbasis by name by address. Penempatan tenda disesuaikan dengan asal daerah jemaah agar memudahkan mobilisasi saat puncak haji berlangsung. Dahnil menambahkan, seluruh petugas dikerahkan hingga malam hari demi memastikan kesiapan tenda benar-benar rampung sebelum pergerakan jemaah dimulai. Pemerintah juga memperingatkan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) agar tidak melakukan pergerakan di luar koordinasi resmi Kementerian Haji dan Umrah. “Tidak boleh ada gerakan-gerakan di luar koordinasi Kementerian Haji dan Umrah. Semua harus tertib karena pelaksanaannya harus mengikuti komando pemerintah,” katanya. Ia menegaskan, pemerintah tidak akan segan mencabut izin KBHU atau pihak lain yang dinilai melanggar aturan dan berpotensi merugikan jemaah. “Kalau ada KBHU atau oknum yang tetap bandel, kami pastikan izinnya akan dicabut. Kami tidak mau jemaah dikorbankan. jemaah dirugikan,” tegasnya. Pemerintah menyebut penyelenggaraan haji 2026 menjadi momentum kebangkitan layanan haji Indonesia. Dahnil menambahkan, fokus utama pemerintah, adalah memberikan pelayanan terbaik kepada para tamu Allah. MCH 2026, Dian Palupi RTV.

Lebih dari 90.000 Jemaah Haji Indonesia Bayar Dam di Arab Saudi

MAKKAH, Lensa Indonesia RTV – Jemaah haji Indonesia, mendapatkan kebebasan memilih untuk membayarkan dam hajinya di Tanah Suci, Indonesia, atau berpuasa. Hal itu disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI Dahnil Anzar Simanjuntak, kepada tim Media Center Haji (MCH), di Makkah. Bila jamaah haji menunaikan di Tanah Suci, wajib membayarkan dam, melalui Adahi Project. Sedangkan jika dibayarkan di Indonesia, bisa melalui lembaga amil zakat resmi atau ditunaikan secara pribadi. Berdasarkan data sementara tahun ini, sampai Jumat 22 Mei 2026, tercatat ada 126.832 jamaah yang telah jelas pembayaran dam hajinya. Yang membayar dam haji di Tanah Suci melalui Adahi sebanyak 90.956 orang jamaah dan yang membayar dam di Tanah Air 32.691 orang jamaah. “Tetapi, ada juga yang membayar damnya dengan puasa, yaitu 3.195 orang dan yang haji ifrad (tidak perlu membayar dam, Red.) 1.076 orang,” kata Dahnil. Data tersebut, kata dia, sangat mungkin akan terus berkembang dan akan diperbarui secara berkala oleh Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI. Pendataan yang tahun ini dilakukan, menurut Dahnil, merupakan momen bersajarah dalam tata kelola haji, termasuk di dalamnya mengenai dam haji. Sebab, tahun lalu jamaah haji yang menunaikan dam hanya terdeteksi sekitar 10 ribu orang, dari 221 ribu jamaah yang berhaji. Yaitu, sekitar 8 ribu membayar dam di Adahi dan 2 ribu lainnya di Tanah Air. MCH 2026, Dian Palupi, RTV.

Jemaah Haji Indonesia yang Hilang di Makkah Ditemukan Meninggal Dunia

PPIH Arab Saudi memastikan jemaah haji Indonesia asal Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) Kloter 27, Muhammad Firdaus Akhlan, yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak 15 Mei lalu, telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Pemerintah melalui PPIH Arab Saudi akan menyiapkan pelaksanaan badal haji oleh petugas haji untuk almarhum. PPIH juga mengimbau seluruh jemaah untuk saling peduli, terutama terhadap jemaah lansia yang terlihat berjalan sendiri, terpisah dari rombongan, kebingungan, atau kelelahan. Jika menemukan kondisi tersebut, jemaah diminta segera menghubungi petugas terdekat agar dapat segera diberikan bantuan dan pendampingan. #haji2026 #hajiindonesia #jemaahhaji

Sidak Arafah, Amirul Hajj Temukan Jumlah Tempat Tidur Tidak Sesuai dengan Jumlah Jemaah

MAKKAH, Lensa Indonesia RTV – Rombongan Amirul Hajj yang dipimpin Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf, meninjau kesiapan tenda jemaah haji untuk wukuf di Arafah. Rombongan Amirul Hajj menemukan sejumlah temuan, yang tidak sesuai dan berpotensi merugikan. Gus Irfan ini mengatakan, salah satu temuan yang menonjol adalah jumlah bed di tenda tidak sesuai dengan lis yang ditempel di pintu masuk. Misalnya, di lis tertulis 360, tapi beda yang ada di dalam tenda ternyata hanya 320. “Ini salah satu temuan dan saya khawatir ada temuan-temuan lain, yang mudah-mudahan tidak harus terjadi. Tapi satu persatu kita selesaikan,” kata Gus Irfan Gus Irfan menegaskan, dirinya telah meminta Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kemenhaj, Ian Heryawan, untuk tinggal di tenda Arafah menyelesaikan masalah ini. Meski syarikah menjanjikan ada tenda cadangan, tapi Gus Irfan minta tetap harus diawasi langsung di lapangan, agar kasus yang sama seperti tahun lalu, tidak terjadi lagi. Gus Irfan mengatakan bahwa tahun kemarin banyak jemaah yang tidak dapat tempat, akhirnya Pemerintah Arab Saudi memberikan bantuan tambahan tenda. “Mudah-mudahan nanti dalam lima hari kita bisa kejar semuanya yang kekurangan-kekurangannya,” kata Gus Irfan berharap. Gus Irfan juga memastikan, tim Kemenhaj akan memastikan agar jumlah bed dan jemaah sesuai, sehingga semua jemaah dapat tenda. Selain di Arafah, pihaknya juga akan mengecek secara detail tenda-tenda di Mina. Sebab, di jemaah haji akan tinggal lebih lama di Mina, yakni dua hingga tiga malam, sementara di Arafah hanya semalam. Gus Irfan menegaskan, tim Kemenaj masih punya waktu lima hari hingga pendorong jemaah haji pada 25 Mei atau 8 Dzulhijjah. “Tim kita akan bekerja keras, tim kita kerjanya tidak melihat jam. Jadi mereka akan serius menangani,” kata Gus Irfan. Rombongan Amirulhaj juga meninjau fasilitas toilet. Meski lengkap dan bersih, tapi jumlahnya masih kurang karena 1 berbanding 50. Secara teknis, kata dia, belum standar. MCH 2026, Dian Palupi, RTV.

Robek Penanda KBIHU di Tenda Arafah, Wamen : yang Tidak Tertib Tolong Ditegur

MAKKAH, Lensa Indonesia RTV – Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak merobek penanda yang dipasang oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) di tenda Arafah, tanpa ijin. Dahnil juga langsung menegur syarikah atau perusahaan lokal Arab Saudi, yang bekerjasama dengan Kemenaj, yang membiarkan tempelan tersebut terpasang di sejumlah tenda. Berdasarkan pengamatan di lapangan, sejumlah tenda, baik yang dikelola syarikah Rakeen maupun Duyuful Bait, terdapat tempelan nama kloter dan tulisan KBIHU. Bahkan dalam kertas yang yang ditempel di pintu masuk, mereka mencantumkan logo syarikah agar terkesan resmi, padahal, yang melakukan pengkavlingan ini adalah KBIHU. Dahnil menambahkan, KBIHU ini, memilih tenda sendiri tanpa sepengetahuan dan ijin dari Kementerian Haji dan Umrah. “Yang gak tertib tolong ditegur,” kata Dahnil saat meninjau tenda Arafah bersama sejumlah Amirul Hajj. Menurut Dahnil, tindakan para KBIHU yang mengkavling tenda-tenda ini merugikan jemaah haji. “Tahun kemarin banyak jemaah yang tidak dapat tenda gara-gara perilaku ini,” kata Dahnil. Dahnil juga meminta syarikah untuk tidak membiarkan para KBIHU mengatur sendiri tenda-tenda jemaah saat di Arafah maupun Mina. Dahnil menegaskan, yang berhak mengatur penempatan jemaah di tenda Arafah hanyalah PPIH Arab Saudi. Dahnil mengingatkan KBIHU yang tidak tertib dan tidak mengikuti aturan, maka akan dikenakan sanksi. Bahkan izinnya bisa dicabut. Karena tindakan KBIHU ini merugikan jemaah. MCH 2026, Dian Palupi, RTV.

Sidak Tenda Arafah, Wamenhaj: KBIHU Bandel Kami Copot Izinnya

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, merobek penanda yang dipasang oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) di tenda Arafah.  Dahnil juga menegur syarikah yang membiarkan tempelan tersebut terpasang di sejumlah tenda. Dahnil mengingatkan KBIHU yang tidak tertib dan tidak mengikuti aturan, maka akan dikenakan sanksi. Bahkan izinnya bisa dicabut. Karena tindakan KBIHU ini merugikan jemaah.

Wamenag: Persiapan Armuzna Disusun Secara Detail

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i mengapresiasi kematangan perencanaan pelayanan jemaah haji Indonesia menjelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Perencanaan yang dinilai detail dan rigid tersebut diharapkan mampu menjamin kelancaran ibadah bagi seluruh jemaah. #haji2026 #hajiindonesia #jemaahhaji

error: Content is protected !!